Tafsir Al-Furqan Ayat 53 tentang Dua Laut yang Berdampingan

Tafsir Al-Furqan Ayat 53 tentang Dua Laut yang Berdampingan

Indah Fitrah Yani - detikHikmah
Sabtu, 06 Jun 2026 14:00 WIB
Tafsir Al-Furqan Ayat 53 tentang Dua Laut yang Berdampingan
Al-Qur'an. Foto: Freepik
Jakarta -

Surah Al-Furqan ayat 53 menjelaskan salah satu tanda kekuasaan Allah yang dapat disaksikan melalui fenomena alam di sekitar kita. Berikut bacaan ayat beserta tafsirnya.

Bacaan Surah Al-Furqan Ayat 53


۞ وَهُوَ الَّذِيْ مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ هٰذَا عَذْبٌ فُرَاتٌ وَّهٰذَا مِلْحٌ اُجَاجٌۚ وَجَعَلَ بَيْنَهُمَا بَرْزَخًا وَّحِجْرًا مَّحْجُوْرًا


Latin: Wa huwal-lażī marajal-baḥraini hāżā 'ażbun furātuw wa hāżā milḥun ujāj(un), wa ja'ala bainahumā barzakhaw wa ḥijram maḥjūrā(n).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar serta segar dan yang lain sangat asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang tidak tembus.

Tafsir Al-Furqan Ayat 53

Surah Al-Furqan ayat 53 memperlihatkan tanda kekuasaan Allah yang nyata melalui fenomena alam.

ADVERTISEMENT

Dalam Tafsir Al-Azhar Jilid 7 susunan Abdul Malik Karim Amrullah (Buya Hamka) dijelaskan bahwa air sungai yang tawar mengalir dari daratan dengan rasa yang sejuk dan mampu menghilangkan dahaga. Air ini terus mengalir selama ribuan tahun menuju lautan yang memiliki air asin. Meski pertemuan keduanya terjadi setiap waktu, masing-masing tetap mempertahankan sifatnya.

Air laut yang asin juga mengalami proses alam seperti penguapan akibat panas matahari atau terbawa angin kencang. Kemudian air tersebut naik ke langit, tersaring oleh awan, lalu turun kembali ke bumi sebagai hujan dengan air yang tawar dan segar.

Ketika berada di wilayah muara, terlihat pertemuan antara air tawar dan air asin. Namun batas keduanya masih dapat dikenali. Fenomena ini dapat ditemukan di berbagai tempat, seperti Sungai Nil, Eufrat, dan Dajlah di Tanah Arab. Di Indonesia sendiri terdapat banyak sungai besar yang bermuara ke laut, tetapi laut tetap asin dan danau seperti Danau Toba tetap memiliki air tawar.

Sementara itu, dalam Tafsir Tahlili menjelaskan bahwa ayat ini menjadi tanda kekuasaan Allah yang memperlihatkan dua jenis air yang mengalir berdampingan. Meskipun bertemu, keduanya tidak saling mengubah rasa satu sama lain. Seolah ada batas yang memisahkan, sehingga masing-masing tetap mempertahankan sifatnya.

Dari pandangan mata, kedua air itu tampak bercampur. Namun pada kenyataannya terdapat pemisah yang menjaga keduanya tetap terpisah dengan ketetapan Allah. Pemisah ini dikenal sebagai barzakh, yang membuat air tawar tidak merusak air asin, dan sebaliknya.

Berbagai penelitian juga menunjukkan hal yang sama. Air laut dan air sungai punya perbedaan kadar garam, suhu, dan kehidupan di dalamnya. Karena itu, keduanya bisa tetap terpisah walaupun bertemu.

Pada tahun 1873, peneliti dari Inggris lewat kapal Challenger menemukan bahwa setiap jenis air memiliki ciri sendiri. Bahkan air Sungai Amazon yang mengalir ke Samudra Atlantik masih tetap tawar sampai ratusan mil sebelum benar-benar bercampur.

Dari sini terlihat alam berjalan dengan sangat teratur. Hal ini menjadi salah satu tanda kebesaran Allah yang mengatur seluruh ciptaan dengan sempurna.




(inf/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads