Meski masih beberapa bulan lagi, banyak masyarakat yang sudah mencari informasi mengenai kapan puasa Ramadan 2027 dimulai.
Berdasarkan perhitungan kalender Hijriah dan data astronomi, awal puasa Ramadan 1448 H diperkirakan jatuh pada Senin, 8 Februari 2027. Dengan demikian, salat Tarawih pertama diprediksi mulai dilaksanakan pada Minggu malam, 7 Februari 2027.
Meski demikian, tanggal tersebut masih bersifat perkiraan. Penetapan resmi awal Ramadan tetap menunggu keputusan pemerintah melalui Sidang Isbat yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perkiraan Awal Puasa Ramadan 2027
Jika mengacu pada kalender Islam dan perhitungan astronomi, umat muslim diperkirakan akan memasuki 1 Ramadan 1448 H pada Senin, 8 Februari 2027.
Artinya, malam pertama Ramadan yang ditandai dengan pelaksanaan salat Tarawih diperkirakan berlangsung pada Minggu malam, 7 Februari 2027.
Berikut perkiraan jadwal penting Ramadan 1448 H:
Awal Ramadan 1448 H: Senin, 8 Februari 2027
Salat Tarawih pertama: Minggu malam, 7 Februari 2027
Perkiraan Idul Fitri 1448 H: Rabu, 10 Maret 2027
Namun, jadwal tersebut masih berupa estimasi yang dapat berubah sesuai hasil pemantauan hilal dan keputusan Sidang Isbat.
Di Indonesia, penentuan awal Ramadan dilakukan melalui Sidang Isbat yang digelar oleh Kementerian Agama. Penetapan tersebut menggunakan dua metode yang telah lama dipakai, yakni hisab dan rukyat.
Hisab merupakan metode perhitungan astronomi untuk mengetahui posisi bulan, sedangkan rukyat dilakukan dengan pengamatan langsung terhadap hilal atau bulan sabit muda yang menjadi penanda awal bulan Hijriah.
Hasil dari kedua metode tersebut kemudian menjadi dasar pemerintah dalam menetapkan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah secara resmi.
Karena itu, masyarakat diimbau menunggu pengumuman resmi pemerintah menjelang datangnya Ramadan 1448 H.
Mengapa Tanggal Ramadan Selalu Berubah?
Dikutip dari buku 99 Tanya Jawab Masalah Hisab Rukyat karya Muhyiddin Khazin, hal ini terjadi karena kalender Islam menggunakan sistem qamariyah atau lunar yang didasarkan pada peredaran bulan mengelilingi bumi. Satu tahun Hijriah terdiri dari sekitar 354 hingga 355 hari.
Jumlah tersebut lebih pendek sekitar 10 hingga 11 hari dibandingkan kalender Masehi yang menggunakan sistem syamsiah atau peredaran bumi mengelilingi matahari dengan total 365 hingga 366 hari dalam setahun.
Akibatnya, tanggal-tanggal penting dalam kalender Islam, termasuk Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha, terus bergeser lebih awal setiap tahunnya jika dibandingkan dengan kalender Masehi.
Sebagai contoh, Ramadan 2027 diperkirakan dimulai pada Februari. Dalam beberapa tahun ke depan, bulan puasa akan terus bergeser ke Januari, Desember, dan seterusnya hingga akhirnya kembali berputar ke musim-musim yang berbeda.
(dvs/lus)

Komentar Terbanyak
Kemenag Tanggapi Hoaks Bolehkan Korupsi Asal Sesuai Syariat
Iran Berencana Bentuk NATO Versi Islam, Ajak Saudi dan Turki
MUI Godok Naskah Akademik RUU Pidana LGBT