- Arti Syawal Menurut Islam
- Amalan-amalan Sunnah Bulan Syawal 1. Puasa Syawal 2. Menikah di Bulan Syawal 3. Puasa Ayyamul Bidh 4. Puasa Senin Kamis 5. Mempererat Silaturahmi
- Bulan Syawal Sampai Tanggal Berapa?
- Jadwal Bulan Syawal 1447 H Menurut Pemerintah
- Jadwal Bulan Syawal 1447 H Menurut Muhammadiyah
Syawal adalah bulan kesepuluh dalam kalender Hijriyah yang datang setelah Ramadan dan termasuk bulan yang memiliki banyak keutamaan dalam Islam.
Tidak hanya menjadi momen Lebaran, Syawal juga menjadi waktu yang tepat untuk melanjutkan ibadah dengan mengerjakan berbagai amalan sunnah dari bulan sebelumnya.
Lalu, apa arti Syawal dan amalan-amalan sunnah apa saja yang dianjurkan pada bulan ini? Berikut penjelasannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arti Syawal Menurut Islam
Secara bahasa, Syawal artinya peningkatan amal, seperti dijelaskan dalam buku Dahsyatnya Puasa Wajib dan Sunah Rekomendasi Rasulullah karya Amirulloh Syarbini dan Sumantri Jamhari.
Ustadz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid dalam Kalender Ibadah Sepanjang Tahun menambahkan, bulan Syawal menjadi kesempatan untuk melanjutkan peningkatan ibadah yang sudah dimulai di Ramadan, supaya amalan selama puasa tidak sia-sia.
Selain itu, menurut buku Mutiara Khutbah Jumat: Kisah-Kisah Berhikmah Pembangun Jiwa oleh Ridhoul Wahidi, Syawal adalah momen untuk memperbaiki diri dan menambah derajat takwa. Umat Islam diharapkan menjadi orang yang beriman, bertakwa, dan terus meningkatkan kualitas ibadahnya di bulan ini.
Amalan-amalan Sunnah Bulan Syawal
Mengutip buku Kunci-kunci Surga Rahasia Dahsyat Amalan & Doa Calon Penghuni Surga oleh Ahya Alfi Shobari, Buku Haji karya Miftahul Achyar Kertamuda, dan Harian Orang Islam: Agenda Syar'i Muslim/Muslimah Teladan Sepanjang Tahun oleh Ustadz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid, berikut beberapa amalan sunah di bulan Syawal.
1. Puasa Syawal
Puasa Syawal adalah puasa sunah enam hari yang dilakukan setelah Hari Raya Idul Fitri. Puasa ini tidak wajib dilakukan secara berurutan, sehingga bisa dikerjakan kapan saja selama berada dalam bulan Syawal.
Keutamaan puasa ini tercantum dalam hadits Rasulullah SAW berikut,
"Siapa saja yang berpuasa Ramadan kemudian diikuti puasa enam hari di bulan Syawal, maka seperti berpuasa satu tahun." (HR. Ahmad dan Muslim)
2. Menikah di Bulan Syawal
Syawal menjadi bulan yang baik untuk melangsungkan pernikahan. Aisyah RA menuturkan,
"Nabi SAW menikahiku pada bulan Syawal dan mulai membina keluarga bersamaku pada bulan Syawal. Maka tiada istri-istri beliau yang lebih baik di sisinya selain diriku" (HR. Ibnu Majah)
Riwayat lain menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW menikahi Ummu Salamah pada bulan Syawal dan membina rumah tangga bersamanya pada bulan yang sama.
3. Puasa Ayyamul Bidh
Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa sunah yang dilakukan tiga hari setiap bulan Hijriah, yakni tanggal 13, 14, dan 15. Dalam buku Cinta Shaum, Zakat, dan Haji karya Miftahul Achyar Kertamuda, dijelaskan bahwa puasa ini diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW.
Pelaksanaan puasa ini juga merujuk pada hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Milhan Al Qoisiy dari ayahnya. Ia berkata,
"Rasulullah SAW biasa memerintahkan pada kami untuk berpuasa pada ayyamul bidh yaitu 13, 14 dan 15 (dari bulan Hijriah)." Dan beliau bersabda, "Puasa ayyamul bidh itu seperti puasa setahun." (HR. Abu Daud dan An Nasai)
4. Puasa Senin Kamis
Puasa pada hari Senin dan Kamis termasuk ibadah sunah yang sangat dianjurkan Rasulullah SAW, dan beliau sendiri rutin menjalankannya setiap minggu. Ibadah ini memiliki banyak keutamaan, antara lain dapat menghapus kesalahan sekaligus mengangkat derajat hamba di sisi Allah SWT.
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa hari Senin dan Kamis adalah saat amal perbuatan manusia diangkat kepada Allah SWT, sehingga beliau gemar menunaikan puasa pada kedua hari tersebut.
"Pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Setiap hamba yang tidak berbuat syirik pada Allah sedikit pun akan diampuni (pada hari tersebut) kecuali seseorang yang memiliki percekcokan (permusuhan) antara dirinya dan saudaranya. Nanti akan dikatakan pada mereka, akhirkan urusan mereka sampai mereka berdua berdamai." (HR. Muslim)
5. Mempererat Silaturahmi
Bulan Syawal menjadi waktu yang sangat dinantikan umat Islam di berbagai belahan dunia, seperti dijelaskan dalam buku Harian Orang Islam: Agenda Syar'i Muslim/Muslimah Teladan Sepanjang Tahun karya Ustadz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid.
Selama bulan ini, umat Islam biasanya meningkatkan silaturahmi dengan keluarga, kerabat, tetangga, sahabat lama, dan teman-teman lainnya. Tradisi saling mengunjungi dan bermaafan menjadi sarana untuk memperkuat hubungan sosial serta persaudaraan.
Syawal juga dikenal sebagai bulan yang penuh berkah, rahmat, dan ampunan dari Allah SWT. Semangat mempererat ukhuwah Islamiyah di bulan ini menunjukkan bagaimana ibadah Ramadan dilanjutkan dengan memperbaiki hubungan antar sesama.
Bulan Syawal Sampai Tanggal Berapa?
Awal bulan Syawal 2026 berbeda antara pemerintah dan Muhammadiyah, sehingga akhir bulan Syawal pun juga tidak sama.
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama dan hasil sidang Isbat, bulan Syawal 1447 H bagi pemerintah berlangsung hingga Sabtu, 18 April 2026.
Sementara itu, menurut Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) 1447, bulan Syawal bagi Muhammadiyah berakhir pada Jumat, 17 April 2026.
Jadwal Bulan Syawal 1447 H Menurut Pemerintah
Bulan Syawal 1447 H dimulai pada Sabtu, 21 Maret 2026. Berikut jadwal lengkapnya menurut pemerintah:
1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026
2 Syawal 1447 H jatuh pada Minggu, 22 Maret 2026
3 Syawal 1447 H jatuh pada Senin, 23 Maret 2026
4 Syawal 1447 H jatuh pada Selasa, 24 Maret 2026
5 Syawal 1447 H jatuh pada Rabu, 25 Maret 2026
6 Syawal 1447 H jatuh pada Kamis, 26 Maret 2026
7 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 27 Maret 2026
8 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 28 Maret 2026
9 Syawal 1447 H jatuh pada Minggu, 29 Maret 2026
10 Syawal 1447 H jatuh pada Senin, 30 Maret 2026
11 Syawal 1447 H jatuh pada Selasa, 31 Maret 2026
12 Syawal 1447 H jatuh pada Rabu, 1 April 2026
13 Syawal 1447 H jatuh pada Kamis, 2 April 2026
14 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 3 April 2026
15 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 4 April 2026
16 Syawal 1447 H jatuh pada Minggu, 5 April 2026
17 Syawal 1447 H jatuh pada Senin, 6 April 2026
18 Syawal 1447 H jatuh pada Selasa, 7 April 2026
19 Syawal 1447 H jatuh pada Rabu, 8 April 2026
20 Syawal 1447 H jatuh pada Kamis, 9 April 2026
21 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 10 April 2026
22 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 11 April 2026
23 Syawal 1447 H jatuh pada Minggu, 12 April 2026
24 Syawal 1447 H jatuh pada Senin, 13 April 2026
25 Syawal 1447 H jatuh pada Selasa, 14 April 2026
26 Syawal 1447 H jatuh pada Rabu, 15 April 2026
27 Syawal 1447 H jatuh pada Kamis, 16 April 2026
28 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 17 April 2026
29 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 18 April 2026
Jadwal Bulan Syawal 1447 H Menurut Muhammadiyah
Bagi umat Islam yang mengikuti penetapan Muhammadiyah, awal bulan Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Berikut jadwal lengkapnya:
1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026
2 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026
3 Syawal 1447 H jatuh pada Minggu, 22 Maret 2026
4 Syawal 1447 H jatuh pada Senin, 23 Maret 2026
5 Syawal 1447 H jatuh pada Selasa, 24 Maret 2026
6 Syawal 1447 H jatuh pada Rabu, 25 Maret 2026
7 Syawal 1447 H jatuh pada Kamis, 26 Maret 2026
8 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 27 Maret 2026
9 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 28 Maret 2026
10 Syawal 1447 H jatuh pada Minggu, 29 Maret 2026
11 Syawal 1447 H jatuh pada Senin, 30 Maret 2026
12 Syawal 1447 H jatuh pada Selasa, 31 Maret 2026
13 Syawal 1447 H jatuh pada Rabu, 1 April 2026
14 Syawal 1447 H jatuh pada Kamis, 2 April 2026
15 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 3 April 2026
16 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 4 April 2026
17 Syawal 1447 H jatuh pada Minggu, 5 April 2026
18 Syawal 1447 H jatuh pada Senin, 6 April 2026
19 Syawal 1447 H jatuh pada Selasa, 7 April 2026
20 Syawal 1447 H jatuh pada Rabu, 8 April 2026
21 Syawal 1447 H jatuh pada Kamis, 9 April 2026
22 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 10 April 2026
23 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 11 April 2026
24 Syawal 1447 H jatuh pada Minggu, 12 April 2026
25 Syawal 1447 H jatuh pada Senin, 13 April 2026
26 Syawal 1447 H jatuh pada Selasa, 14 April 2026
27 Syawal 1447 H jatuh pada Rabu, 15 April 2026
28 Syawal 1447 H jatuh pada Kamis, 16 April 2026
29 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 17 April 2026
(lus/lus)











































Komentar Terbanyak
Cegah Korupsi, MUI Usul MBG Pakai Dapur Pesantren dan Benahi Pejabat BGN
Tega! Oknum KBIH Diduga Tipu 140 Jemaah Haji, Transaksi hingga Rp 1,4 M
MUI Minta Pelaku LGBT Dihukum Lebih Berat dari Perzinaan