Jenazah mendiang pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei telah disemayamkan di Masjid Imam Khomeini (Grand Mosalla), Teheran. Ribuan muslim mulai memadati pusat keagamaan dan politik itu.
Acara di Grand Mosalla ini mengawali rangkaian prosesi pemakaman Ali Khamenei sebelum dibawa ke empat kota penting lainnya. Prosesi akan berlangsung enam hari, diakhiri dengan pemakaman jenazah di kompleks makam Imam Reza di Kota Mashhad.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laporan kantor berita Iran, IRNA, upacara perpisahan Ayatollah Ali Khamenei dan keluarganya dimulai hari ini, Sabtu (4/7), dengan kehadiran ribuan warga yang berduka di Grand Mosalla. Upacara ini dilakukan sebagai penghormatan sekaligus memperbarui cita-cita Revolusi Islam.
"Upacara yang dibuka pada Sabtu dini hari ini diselenggarakan sebagai acara nasional bersejarah, yang menyatukan banyak orang untuk memberikan penghormatan terakhir kepada pemimpin yang gugur sekaligus memperbarui kesetiaan kepada cita-cita Revolusi Islam, Islam, para pendiri Revolusi, dan para martir bangsa," sebut laporan itu.
Markas besar yang mengawasi peringatan tersebut mengumumkan upacara perpisahan Ali Khamenei akan berlangsung dua hari, Sabtu dan Minggu. Prosesi selanjutnya berlangsung di Teheran dan jenazah akan dilanjutkan ke kota suci Qom pada hari berikutnya, sebelum dipindahkan ke Mashhad tempat Ali Khamenei dimakamkan.
Iran juga akan mengadakan upacara perpisahan dan pemakaman khusus untuk Ali Khamenei di Najaf dan Karbala pada hari Rabu. Upacara penghormatan resmi yang dihadiri oleh pemimpin asing dan perwakilan berbagai agama akan digelar di Teheran pada Jumat.
Pihak berwenang Iran, seperti dilansir BBC, mengatakan 12 hingga 20 juta orang diperkirakan akan menghadiri upacara pemakaman Ali Khamenei, yang merupakan bagian yang mereka sebut "pemakaman abad ini".
Diketahui, Ali Khamenei sosok Penjaga Api Revolusi Islam itu meninggal dalam serangan gabungan Amerika Serikat-Israel pada 28 Februari 2026. Upacara pemakaman jenazah baru dilakukan empat bulan setelah kematiannya.
Laporan NDTV World menyebut penundaan ini imbas perang yang masih berlangsung. Pemerintah Iran menilai upacara yang dihadiri jutaan orang sulit digelar saat serangan udara dan ancaman keamanan masih tinggi. Rangkaian pemakaman baru digelar setelah gencatan senjata sementara tercapai.
(kri/lus)

Komentar Terbanyak
Kemenag Tanggapi Hoaks Bolehkan Korupsi Asal Sesuai Syariat
MUI Minta Koruptor Dihukum Mati, Jangan Berlindung di Balik HAM
1.000 Hari Genosida Israel di Gaza: 1.047 Masjid Hancur, 312 Imam Tewas