Bos Travel Bawa 140 Wisatawan Sempat Jaminkan 'Gelang Emas' ke Resto Playen

Bos Travel Bawa 140 Wisatawan Sempat Jaminkan 'Gelang Emas' ke Resto Playen

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Rabu, 12 Nov 2025 15:30 WIB
Bus wisatawanan. dikhy sasra/ilustrasi/detikfoto
Ilustrasi bus wisata. Foto: Dikhy Sasra
Gunungkidul -

Pihak restoran yang menjadi korban penggelapan oleh pemilik biro perjalanan asal Boyolali mengungkap bahwa pemilik biro itu sempat menjaminkan gelang emas karena tidak mampu membayar biaya makan siang rombongan wisatanya. Namun, setelah dicek ternyata gelang tersebut palsu.

Karyawan Kedai Thiwul Kukus, Harry, menjelaskan bahwa awalnya pemilik biro perjalanan yakni F (27) sempat mendatanginya untuk membahas soal pembayaran makan siang 140 orang rombongan wisata asal Boyolali, Minggu (2/11/2025). F saat itu mengaku belum bisa membayar tagihan Rp 3,5 juta.

Oleh sebab itu, F memberikan jaminan berupa perhiasan kepada Harry. Akan tetapi, ketika Harry melakukan pengecekan ternyata perhiasan itu palsu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nah, di situ biro itu memberikan jaminan gelang ke pihak restoran melalui saya. Akhirnya saya terima gelang itu tapi saya cek dulu di toko emas, setelah dicek di toko emas ternyata gelangnya palsu," katanya saat dihubungi detikJogja, Rabu (12/11/2025).

Mengetahui hal tersebut, Harry berkomunikasi lagi dengan F. Namun, F memohon agar rombongan wisata yang dibawanya bisa melanjutkan perjalanan terlebih dahulu.

ADVERTISEMENT

"Setelah itu saya tanya lagi ke biro bagaimana ini dan dia bilang minta kesempatan dan tamunya agar bisa melanjutkan perjalanan," ujarnya.

Harry pun tidak bisa mengabulkan permintaan F karena belum bisa menyelesaikan pembayaran makan siang. Rombongan wisata itu tertahan di area restoran selama beberapa jam.

"Tapi saya bilang tidak bisa dan tetap saya tahan. Mereka tertahan dari jam setengah 12 siang sampai jam 3 sore," katanya.

Sedangkan awal mula kejadian itu saat F (27) melakukan reservasi makan untuk 140 orang. Adapun reservasi itu untuk hari Minggu (2/11/2025) siang.

"Satu hari sebelumnya saya konfirmasi ulang, mbak jadi order (pesan) atau tidak. Terus kalau jadi menunya pilih yang mana, dan saat itu saya minta DP ke dia," ujarnya.

Akan tetapi, F belum bisa membayar down payment (DP) atau uang muka kepada pihak restoran. Namun, karena F sudah beberapa kali melakukan reservasi makan untuk rombongan wisata dan tidak pernah bermasalah akhirnya Harry memaklumi.

"Nah, saya minta DP dia bilang mas nanti saja saat hari H (2 November 2025). Lalu saya iyakan karena dia sudah 2-3 kali order tempat saya tidak ada masalah," ucapnya.

Alhasil, saat hari H datanglah rombongan wisata yang dibawa oleh F berjumlah 140 orang. Rombongan itu selanjutnya makan dan pihak restoran melayani rombongan dengan baik.

"Kalau tamu sudah makan di tempat saya berarti otomatis wajib membayar kan. Apalagi tamu sudah terlayani dengan baik, tugas saya sebagai pihak resto sudah selesai jadi saya minta tagihan ke dia," katanya.

Selesai makan, rombongan masuk ke dalam bus dan hendak melanjutkan perjalanan. Sedangkan F menemui Harry untuk menyelesaikan masalah tagihan makan siang

"Saat itu tamu sudah masuk ke dalam bus semua, dan F ini menemui saya dan bilang mas mohon maaf saya belum bisa membayar," ujarnya.




(dil/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads