Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah membangun gedung baru Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS) di Kasihan, Bantul, sebagai pengembangan SD Muhammadiyah Sapen. Diharapkan gedung itu bisa memangkas antrean siswa baru di SD tersebut sudah penuh hingga 2032.
"Hari ini kami meresmikan gedung Muhammadiyah Sapen Universal School sebagai mata rantai dari SD Muhammadiyah Sapen yang bersifat pengembangan," kata Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir kepada wartawan di Kasihan, Bantul, Sabtu (4/7/2026).
Haedar melanjutkan, SD Muhammadiyah Sapen merupakan SD terbaik di Indonesia. Hal tersebut membuat peminatnya begitu banyak bahkan sampai perlu inden bertahun-tahun untuk masuk ke SD tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nah, minat masyarakat itu tidak bisa dicukupi ketika kita masih ada di Sapen Timur sana, maka kita kembangkan di sini. Dengan demikian, Muhammadiyah ingin melayani pendidikan untuk semua," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Muh. Ikhwan Ahada menambahkan, bahwa MSUS saat ini memiliki enam lantai dengan luasan 4.947 m2. Sedangkan luasan lahan MSUS 8.800 m2.
Lebih lanjut, pembelajaran perdana di MSUS rencananya mulai pada tahun ajaran 2026/2027 atau pada 13 Juli 2026. Pada tahap awal operasional, MSUS membuka dua rombongan belajar, yakni kelas I dan kelas III yang masing-masing terdiri atas dua kelas paralel.
"Ke depan, sekolah menargetkan memiliki dua kelas paralel pada setiap jenjang kelas I hingga VI atau sebanyak 12 rombongan belajar dengan kapasitas 28 peserta didik di setiap kelas. Dengan demikian, jumlah peserta didik yang ditargetkan mencapai 336 siswa," ujarnya.
Gedung Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS) yang merupakan pengembangan dari SD Muhammadiyah Sapen, (4/7/2026). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja |
Dilansir detikEdu, Bagian Administrasi SD Muh Sapen, Nofita Saraswati, S.Pd, mengatakan, untuk tahun ajaran 2027 sampai 2032, antrean pendaftaran sudah penuh. Bahkan untuk tahun ajaran 2033, sudah mulai ada yang mendaftar antrean.
"Jadi untuk (tahun ajaran) 2027 sampai 2032 itu sudah penuh, kemarin siang (Selasa, 27 Januari 2026). Ini sudah penuh indennya," ucapnya saat ditemui di Ruangan Administrasi SD Muh Sapen, Rabu (28/1/2025).
"2033, sudah ada, 3 anak. (Meski) baru ditutup kemarin siang (Selasa, 27/1) untuk yang (tahun ajaran) 2032," katanya.
Nofita menuturkan, biasanya orang tua melihat SD Muh Sapen kemungkinan dari nilai-nilai akademik yang dicapai siswa atau lulusannya. Kemudian program sekolah, kurikulum, dan pendidikan karakter serta agama yang diajarkan secara disiplin.
"Biasanya orang tua itu akan menanyakan terkait kurikulum, satu. Kemudian metode pembelajarannya bagaimana. Kemudian adalah biaya dan kegiatan ekstra atau les. Itu nanti akan dibandingkan dengan sekolah lain (oleh orang tua)," ungkapnya.
Dikutip dari detikEdu, SD Muhammadiyah Sapen di Yogyakarta kerap disorot media sosial lantaran antrean pendaftarannya yang sampai bertahun-tahun. Saking antrenya, pendaftaran sekolah dilakukan oleh orang tua sejak anak masih bayi.
SD Muh Sapen, biasa disebut, merupakan salah satu sekolah unggulan yang terletak di Jalan Bimo Kurdo No 33, Demangan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Faktor yang membuatnya terkenal selain keunggulannya, yaitu karena masa antre yang begitu panjang untuk mendaftar di sekolah tersebut.
Jika biasanya SD lain dibuka pendaftarannya untuk tahun ajaran terdekat, maka di SD Muh Sapen sudah 'dibuka' enam hingga tujuh tahun ke depan. Alasannya, karena tahun ajaran terdekat sudah penuh dengan antrean pendaftaran.
Bagian Administrasi SD Muh Sapen, Nofita Saraswati mengatakan untuk tahun ajaran 2027 sampai 2032, antrean pendaftaran sudah penuh. Antrean ini biasa dikenal dengan sistem inden atau memesan antrean pendaftaran.
"Jadi untuk (tahun ajaran) 2027 sampai 2032 itu sudah penuh, kemarin siang (Selasa, 27 Januari 2026). Ini sudah penuh inden-nya," ucapnya saat ditemui di Ruangan Administrasi SD Muh Sapen, Rabu (28/1/2025).
Saking antrenya, ada orang tua yang mendaftarkan anaknya ke SD Muh Sapen usai lahir. Nofita mengungkapkan, bayi itu didaftarkan oleh ayahnya untuk tahun ajaran 2032.
"Kemarin itu (ada) yang kelahiran baru, jadi masih di rumah sakit, (baru lahir). Tapi sekarang kan rumah sakit itu bisa memproses KK (Kartu Keluarga) dan akta. Itu ibunya masih di rumah sakit, yang ke sini (ke SD Muh. Sapen) ayahnya. Alhamdulillah dapat kuota inden, (untuk) 2032," ungkapnya.
(ahr/ahr)


Komentar Terbanyak
Serangan Balik Tiyo Eks BEM UGM Usai Dituding Dekat dengan Tokoh PDIP
Pak Dukuh Tanam Padi di Pekarangan Pakai 840 Galon Bekas, Segini Hasil Panennya
Apakah Gigitan Orong-orong Berbahaya? Cari Tahu Bekas dan Cara Mengobatinya