Istilah Kalpataru sering muncul dalam konteks penghargaan lingkungan di Indonesia. Penghargaan ini umumnya ditujukan untuk pejuang pelestarian alam.
Bagi bangsa Indonesia, Kalpataru merupakan bentuk penghormatan kepada pejuang lingkungan. Penghargaan Kalpataru diberikan oleh pemerintah kepada individu, kelompok, maupun lembaga yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam menjaga kelestarian alam.
Di balik nama Kalpataru, ternyata menyimpan makna filosofis yang mendalam lo, detikers. Kata ini berasal dari bahasa Sansekerta yang memiliki makna pohon kehidupan. Seperti apa makna dan sejarah lengkapnya? Untuk mengetahuinya, simak penjelasan berikut ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Makna Kata Kalpataru dalam Bahasa Sansekerta
Pohon Kalpataru merupakan salah satu jenis pohon dengan nama ilmiah Ficus Religiosa dan umumnya dikenal sebagai pohon bodhi. Meski demikian, kata Kalpataru sendiri berasal dari bahasa Sansekerta, yang memiliki arti 'pohon kehidupan'. Kalpataru ditemukan pada relief pohon yang terdapat di beberapa candi seperti candi Mendut, Pawon, Prambanan, hingga Borobudur.
Seperti dijelaskan dalam konsep penciptaan seni karya I Made Sukandi berjudul Kalpataru 1, kata Kalpataru ditemukan pertama kali dalam kita Regdewa. Dalam kitab tersebut, dijelaskan bahwa Kalpataru merupakan satu dari lima pohon yang ada di taman surga Dewa Indra. Kalpataru dilambangkan sebagai pohon harapan dan dianggap sebagai pohon bertuah yang dapat memenuhi keinginan banyak orang.
Dikutip dari laman resmi Kanal Komunikasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kalpataru dalam relief candi memiliki lima ciri utama. Kelima ciri tersebut antara lain binatang, jambangan bunga, untaian bunga, payung, dan burung.
Binatang pengapit menjadi simbol kesucian sekaligus penjaga pohon dari berbagai gangguan. Jambangan bunga merupakan simbol kemakmuran sekaligus kesuburan. Sementara itu, burung Kinnara-Kinnari melambangkan kehidupan dengan wujudnya yang setengah manusia setengah burung. Pohon Kalpataru mencerminkan suatu tatanan lingkungan yang selaras dengan makhluk hidup di dalamnya.
Sejarah Penghargaan Kalpataru
Penghargaan Kalpataru dimulai pada tahun 1980. Dijelaskan dalam laman resmi Penghargaan Kalpataru Kementerian Lingkungan hidup, Kalpataru awalnya bernama Hadiah Lingkungan. Pemerintah memberikan Hadiah Lingkungan kepada masyarakat yang melakukan pelestarian lingkungan guna memelihara keberlangsungan sumber daya alam. Pada awal kehadirannya, 'Hadiah Lingkungan' diberikan kepada delapan individu atau kelompok.
Terkait nama Penghargaan Kalpataru, pada tahun 1981, Sarjana Seni Rupa ITB bernama Markus Djajadiningrat ditugaskan membuat perangko seri lingkungan hidup. Ia menggunakan relief pohon kehidupan pada Candi Mendhut yang disebut Kalpataru. Sejak saat itu, Hadiah Lingkungan berubah nama menjadi Penghargaan Kalpataru. Nama ini dipilih sesuai dengan makna filosofisnya, yakni guna menjaga keselarasan lingkungan.
Awalnya, Penghargaan Kalpataru memiliki 3 kategori saja. Sejak tahun 1989, mengalami penambahan satu kategori. Adapun keempat kategori yang ada hingga sekarang adalah sebagai berikut:
- Kategori Perintis Lingkungan
- Kategori Pengabdi Lingkungan
- Kategori Penyelamat Lingkungan
- Kategori Pembina Lingkungan
Demikian penjelasan tentang makna Kalpataru dalam bahasa Sansekerta beserta sejarah penghargaannya. Semoga bermanfaat, ya.
Artikel ini ditulis oleh Ikfina Kamalia Rizki peserta Program Magang Hub Bersertifikat dari Kemnaker di BeritaKlik
(par/par)

Komentar Terbanyak
Serba-serbi SMA De Britto, Siswa Bebas Gondrong hingga Kelas Kandang Kuda
Duduk Perkara Danrem Pamungkas Cekcok dengan Marshal Saat Ikut Maraton
Mahasiswa Geruduk Diskusi Nusron-Budiman di UGM, Sempat Terjadi Kejar-kejaran