Duduk Perkara Danrem Pamungkas Cekcok dengan Marshal Saat Ikut Maraton

Duduk Perkara Danrem Pamungkas Cekcok dengan Marshal Saat Ikut Maraton

Adji G Rinepta - detikJogja
Senin, 22 Jun 2026 16:15 WIB
Unrecognizable athletic people running a marathon on the road.
Ilustrasi lari maraton. Foto: iStock
Jogja -

Cekcok Danrem 072/Pamungkas, Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono dengan marshal di salah satu event maraton di Jogja viral di media sosial. Cekcok berawal dari marshal yang menarik ajudan karena tidak mengenakan nomor BIB.

Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 072/Pamungkas Mayor Inf Suwito menjelaskan duduk perkara peristiwa tersebut. Dia mengatakan hal tersebut terjadi karena kesalahpahaman.

"Terjadi kesalahan pahaman aja, dan sudah saling memaafkan," jelas Suwito saat dihubungi detikJogja, Senin (22/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suwito menjelaskan Yuniar datang dengan keluarga dan ajudan menggunakan empat tiket. Dia mengatakan seluruh rombongan telah terdaftar resmi.

"Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono bersama isteri, satu orang anak, serta satu ajudan, mengikuti kegiatan tersebut sebagai peserta menggunakan empat tiket umum yang dimilikinya dan telah terdaftar secara resmi sebagaimana peserta lainnya," papar Suwito.

ADVERTISEMENT

Namun, nomor yang terpasang di ajudan disebut terlepas dan jatuh saat pelaksanaan. Suwito mengatakan, setelah kejadian tersebut, pihak penyelenggara, event organizer, dan Danrem 072/Pamungkas telah melakukan komunikasi serta klarifikasi secara langsung.

"Berdasarkan penjelasan yang diperoleh, ajudan yang mendampingi Danrem juga mengikuti kegiatan sejak awal dengan menggunakan nomor peserta (BIB). Namun dalam pelaksanaannya diduga nomor peserta tersebut terlepas saat berada di lintasan yang cukup padat sehingga menimbulkan kesalahpahaman saat pemeriksaan oleh petugas," sambungnya.

Menurutya, seluruh pihak memahami bahwa kejadian tersebut murni merupakan persoalan teknis di lapangan dan telah diselesaikan dengan baik.

"Kami mengapresiasi profesionalisme panitia dan petugas yang menjalankan tugas sesuai prosedur untuk menjaga ketertiban kegiatan, sekaligus menghargai langkah cepat penyelenggara dalam melakukan klarifikasi sehingga tidak terjadi kesalahpahaman yang berkepanjangan di ruang publik," ujarnya.

"Pada prinsipnya, hubungan antara Korem 072/Pamungkas dan penyelenggara kegiatan tetap berjalan dengan baik. Kami berharap masyarakat dapat melihat peristiwa ini secara proporsional dan tidak mengaitkannya dengan hal-hal lain yang tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya," jelasnya.

Cekcok tersebut viral di media sosial. Dalam video berdurasi 25 detik tersebut memperlihatkan seorang yang disebut ajudan dari Danrem, yang tengah memegang ponsel ditarik keluar oleh marshal dari trek lari. Aksi marshal tersebut dilakukan karena ajudan itu tidak mengenakan BIB atau nomor dada.

Tak berselang lama, muncul Danrem yang tengah berlari, menarik paksa ajudannya itu untuk turut lari kembali. Sontak aksi tarik menarik antara marshal dan Danrem pun terjadi. Danrem pun sempat menuding marshal usai kembali menarik keluar si ajudan.

"Di event Mandiri Jogja Maraton 2026 ada orang tanpa nomor bib diminta keluar lintasan oleh petugas panitia. ga lama ada pelari yang maksa orang tadi untuk masuk lintasan lagi. respek buat panitianya," tulis unggahan salah satu akun X yang mengunggah video tersebut, @txtruangpodcast, dilihat detikJogja.




(afn/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads