Puskesmas di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra) menuai perhatian karena dijadikan lokasi pesta minuman keras (miras) dan aksijoget saat pergantian tahun 2026. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kolut dan polisi turun tangan mengusut insiden itu.
Peristiwa itu terjadi di Puskesmas Latowu, Kecamatan Batu Putih pada malam pergantian tahun 2026 pada Rabu, 31 Desember 2025. Kadinkes Kolaka Utara Irham mengatakan pesta miras itu digelar tanpa sepengetahuan Dinas Kesehatan.
"Peristiwa ini terjadi tanpa sepengetahuan Dinas Kesehatan. Tetap tidak kami benarkan," kata Irham dalam keterangannya, dilansir detikSulsel, Jumat (2/12/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Irham mengatakan puskesmas itu masih dalam proses pembangunan. Oleh karena itu, belum ada kegiatan layanan kesehatan yang dilakukan puskemas tersebut.
"Perlu kami luruskan bahwa bangunan tersebut belum digunakan untuk pelayanan kesehatan. Aktivitas pelayanan kesehatan masyarakat Desa Latowu, Kecamatan Batu Putih, saat ini masih berjalan di puskesmas sementara," ungkapnya.
Dia mengatakan telah memeriksa sejumlah pihak, termasuk kepala puskesmas.
"Kami turun langsung mengecek lokasi dan meminta keterangan dari Kepala Puskesmas serta pihak pelaksana pembangunan," bebernya.
Hal senada juga disampaikan Kapolsek Batu Putih Iptu Burhan. Burhan mengatakan peristiwa itu terjadi di halaman Puskesmas Latowu, dan masih dia dalami.
"Iya itu di halaman puskesmas kejadiannya. Kita masih dalami dan selidiki. Kalau ada unsur pidananya akan kita proses," ujar Burhan dimintai konfirmasi BeritaKlik, Jumat (2/1).
Dalam video itu tampak sejumlah orang memenuhi halaman Puskesmas ILP Rawat Inap Latowu. Dalam video itu tampak mereka pesta minuman keras, berjoget hingga membakar kembang api.
Ada juga dua orang yang terlihat berpelukan dan berbuat tak pantas sambil berjoget dengan musik keras. Tampak beberapa wanita mamakai pakaian kurang pantas di tengah umum. Dalam narasi itu juga disebutkan jika bidan puskesmas setempat ikut memeriahkan pesta tahun baru tersebut.
(ams/afn)

Komentar Terbanyak
Pak Dukuh Tanam Padi di Pekarangan Pakai 840 Galon Bekas, Segini Hasil Panennya
Apakah Gigitan Orong-orong Berbahaya? Cari Tahu Bekas dan Cara Mengobatinya
14 Orang Jadi Tersangka Baru Kasus Penyiksaan Anak Daycare Little Aresha Jogja