Sederet Fakta Viral Jejak Harimau di Semanu Gunungkidul

Round-Up

Sederet Fakta Viral Jejak Harimau di Semanu Gunungkidul

Tim detikJogja - detikJogja
Sabtu, 03 Jan 2026 07:07 WIB
Lokasi ditemukannya jejak diduga harimau di lokasi proyek, Semanu, Gunungkidul, Jumat (2/1/2026).
Lokasi ditemukannya jejak diduga harimau di lokasi proyek, Semanu, Gunungkidul, Jumat (2/1/2026). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja.
Jogja -

Video bekas jejak kaki diduga harimau di proyek proyek pembangunan pondok pesantren (Ponpes) Semanu, Gunungkidul ramai di media sosial (Medsos). Warga sekitar meyakini jejak tersebut merupakan jejak harimau. Berikut sederet fakta terkait kemunculan jejak tersebut

Viral di Medsos

Keberadaan jejak kaki diduga milik harimau itu viral usai diunggah di Instagram oleh akun @gunungkidul. Dalam unggahan tersebut, terlihat beberapa jejak kaki yang mirip dengan telapak kaki harimau.

"Seorang pekerja proyek pembangunan Ponpes di wilayah Kapanewon Semanu merekam penemuan jejak yang mirip dengan kaki harimau, Jumat (02/01/2026)," kata akun Instagram @gunungkidul.update seperti dilihat detikJogja, Jumat (2/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jejak Seukuran Telapak Sapi

Salah seorang pekerja bangunan di ponpes tersebut, Heru Purwanto (56), mengatakan temuan jejak itu terjadi beberapa hari lalu. Di mana saat itu Heru hendak berangkat ke tempat kerjanya.

"Tiga hari yang lalu, pagi-pagi saya datang ke sini mau kerja lihat jejak harimau, itu jejaknya besar sekali seukuran telapak sapi. Tapi jejak itu sudah hilang karena kemarin kan hujan deras sekali," katanya kepada wartawan di Semanu, Gunungkidul.

ADVERTISEMENT

Heru menyebut, bahwa lokasi penemuan jejak berada di Panggul Kulon, Candirejo, Semanu, Gunungkidul, tepat di sisi timur proyek pembangunan Ponpes. Heru juga mengungkapkan bahwa jejak tersebut merupakan jejak harimau.

"Kenapa saya yakin? Karena di sini selain harimau tidak ada jejak-jejak seperti itu, dan biasanya dia minum air bersih di sini (tampungan air hujan dekat proyek)," ujarnya.

Warga Lihat Kemunculan Harimau

Heru juga menyebut, operator backhoe di proyek pembangunan Ponpes pernah melihat sendiri kemunculan harimau saat bekerja.

"Sudah (ada yang pernah lihat harimau) itu pagi-pagi operator backhoe lihat sendiri warnanya kuning hitam dengan ukuran lebih besar dari kambing, saat itu satu ekor yang dilihat," ucapnya.

Meski begitu, Heru menyebut harimau atau macan itu tak pernah mengganggu pekerja proyek. Menurutnya, warga juga telah biasa melihat harimau di lokasi tersebut.

"Tidak mengganggu, macan jinak maksudnya penunggu, sesepuh sini dan tidak mengganggu warga sini. Warga juga sudah biasa (melihat harimau)," katanya.

"Masih ada, yakin ada, kalau ingin lihat sendiri pasang CCTV, yakin nanti muncul," ujarnya.

Sementara itu, pekerja bangunan lainnya yakni Jono (60), warga Gaduhan, Harjosari, Tanjungsari mengaku sudah beberapa kali melihat harimau di Panggul Kulon. Menurutnya, hal itu terjadi saat musim kemarau.

"Sering (lihat), saat sudah tidak ada air, yang penting jangan diganggu. Pernah saya duduk dan lewat didiamkan saja, jangan dilempar," katanya.

BKSDA Turun Tangan

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) melalui Resort Konservasi Wilayah Gunungkidul telah mendatangi lokasi penemuan jejak diduga harimau di Panggul Kulon, Candirejo, Semanu, Gunungkidul. Hasilnya, BKSDA mengaku belum bisa memastikan jenis jejak tersebut karena minim data.

"Kami sudah melakukan pengecekan di lokasi dan hasilnya minim sekali data," kata Koordinator Resort Konservasi Wilayah Gunungkidul, Tugimayanto kepada wartawan di Semanu, Gunungkidul, Jumat (2/1/2026).

Minimnya data itu karena tanda jejak diduga harimau tersebut sudah hilang akibat hujan. Hal itu membuat BKSDA kesulitan dalam mengukur dan menganalisa jejak yang dimaksud.

"Karena tanda jejaknya sudah tidak ada akibat hujan deras yang turun kemarin. Jadi kami tidak bisa mengukur berapa besaran jejaknya, dan karena itu kita belum memastikan untuk jenis jejak apa," ucapnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Heboh Pernikahan Anak di Lombok Berujung Ortu Pengantin Dipolisikan"
[Gambas:Video 20detik]
(apl/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads