Masjid Al Huda di RT 02 RW 11 Gari, Wonosari, Gunungkidul, dirobohkan gegara ada donatur menjanjikan bantuan pembangunan senilai Rp 1,8 miliar. Syaratnya, masjid itu harus dibongkar. Setelah masjidnya rata dengan tanah, ternyata janji itu cuma 'prank' belaka
Ketua pembangunan Masjid Al Huda di Gari, Wonosari, Gunungkidul, menyebut pihaknya sempat dijanjikan bantuan secara penuh untuk pembangunan masjid tersebut. Bahkan,dua orang yang menjanjikan pembangunan masjid itu bilang bantuannya akan penyesuaian permintaan masyarakat yaitu sekitar Rp 1,8 miliar.
"Kalau bantuan yang dijanjikan dua okbum itu pembangunan masjid dari 0 Sampai 99 persen," kata Ketua II Takmir Masjid Al Huda, Budi Antoro kepada wartawan di Gari, Wonosari, Gunungkidul, Selasa (6/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dua orang itu juga tidak mengizinkan pembentukan panitia pembangunan masjid. Budi mengungkapkan alasan kedua orang itu karena semua biaya akan ditanggung oleh yayasan.
"Bahkan kita mau membuat panitia pembangunan tidak boleh, kita mau buka donasi juga tidak boleh. Alasannya itu katanya mau dicukupi dari sana, dan itu yang membuat kami yakin," ujar Budi.
"Jadi anggaran dan gambar berapapun siap, desain dari kita. Kalau dari kami anggarannya itu Rp 1,8 miliar karena Masjidnya ada basemennya," sambungnya.
Diberitakan sebelumnya, Masjid Al Huda di Gari RT.02 RW.11 Gari, Wonosari, Gunungkidul menjadi korban penipuan dengan modus menjanjikan pembangunan dari donatur. Saat ini masjid tersebut rata dengan tanah dan harus mencari donatur lagi untuk membangunkannya.
Ketua II Takmir Masjid Al-Huda, Gari, Budi Antoro mengatakan pada November 2025 ada dua pria masing-masing dari Gari dan Ngawen yang mengonfirmasi pengurus masjid terkait adanya pembangunan masjid. Selanjutnya, kedua orang tersebut menemui sesepuh dan takmir masjid tersebut dengan tujuan ingin membantu pembangunan masjid sampai 99%.
"Syaratnya masjid kami harus dibongkar, dan akhirnya dalam waktu dua hari masjid kami bongkar pada bulan November," katanya kepada detikJogja, Senin (5/1/2026).
Setelah pembongkaran itu, tidak ada lagi tindak lanjut dari kedua orang tersebut. Bahkan, tidak ada dana yang masuk untuk keperluan pembangunan Masjid Al Huda.
"Tapi tidak ada sama sekali, tidak ada dana masuk sama sekali setelah pembongkaran itu," ujarnya.
Buka Donasi
Pihak pengurus masjid akhirnya mencari donatur lain. Kini sudah ada satu donatur, meski donasinya tidak banyak.
"Sehingga kami lebih semangat lagi untuk memenuhi kebutuhan pembangunan masjid. Saat ini masih 0,01%, ini baru mulai pembangunan talud saja untuk mengamankan fondasi dari tanah warga," kata Budi.
Lantaran biaya pembangunan masjid itu masih membutuhkan banyak biaya, Budi membuka donasi melalui rekening Masjid Al Huda di Bank BRI dengan nomor 698701029410535.
Budi menambahkan, pihaknya juga tidak akan melaporkan dua orang yang sebelumnya menawarkan bantuan Pembangunan dengan syarat masjid harus dibongkar.
"Menurut saya tendensinya seperti apa tidak tahu, tapi yang jelas warga Gari merasa tertipu dengan mereka berdua. Saya juga sudah tidak komunikasi lagi, sudah saya ikhlaskan, Monggo mau seperti apa nanti yang akan memberikan peringatan Allah," katanya.
"Tidak (lapor polisi), kami tidak mau memperpanjang. Nanti biar Allah yang memberikan peringatan," pungkas Budi.
(dil/apl)

Komentar Terbanyak
Serangan Balik Tiyo Eks BEM UGM Usai Dituding Dekat dengan Tokoh PDIP
Eks Ketua BEM UGM Tiyo Sebut Pelapor Dirinya ke Polisi Lagi Caper ke Presiden
Sederet Jawaban Tiyo Ardiyanto soal Tudingan Aliansi BEM Bersatu