Foto Before-After Masjid di Gunungkidul Dirobohkan gegara 'Prank' Donatur

Foto Before-After Masjid di Gunungkidul Dirobohkan gegara 'Prank' Donatur

Tim detikJogja - detikJogja
Rabu, 07 Jan 2026 09:47 WIB
Foto Masjid Al Huda Gunungkidul sebelum dirobohkan: Diunggah Selasa (6/1/2026).
Foto Masjid Al Huda Gunungkidul sebelum dirobohkan: Diunggah Selasa (6/1/2026). Foto: Dok. Budi Antoro
Jogja -

Masjid Al Huda di RT 02 RW 11 Gari, Wonosari, Gunungkidul, terlanjur dirobohkan gegara dijanjikan donasi untuk pembangunan. Syaratnya, masjid itu harus dibongkar dulu. Ternyata, bantuan itu 'prank' belaka. Berikut foto masjid itu sebelum dan sesudah dirobohkan.

Foto Masjid Al Huda sebelum dirobohkan ini diperoleh detikJogja dari Ketua II Takmir Masjid Al Huda, Budi Antoro. Dia menjelaskan, Masjid Al Huda berdiri sejak tahun 1984. luasnya 22 x 18,5 meter. Seperti masjid umumnya, bangunannya terdiri dari ruangan inti dan serambi.

Masjid sederhana bercat hijau muda dan berlantai keramik putih itu kini telah rata dengan tanah. Setelah donasi yang dijanjikan tidak terwujud, masjid itu dibangun lagi dari awal. Dananya dari donasi melalui rekening Masjid Al Huda di Bank BRI dengan nomor 698701029410535.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi Masjid Al Huda, Gari, Wonosari, Gunungkidul yang rata dengan tanah.Kondisi Masjid Al Huda, Gari, Wonosari, Gunungkidul yang rata dengan tanah. Foto: Dok. Masjid Al Huda Gari.

"(Sejak dibangun) Sampai sekarang, bagian pokok belum pernah diperbaiki, hanya memperbaiki serambi dan keramik bagian yang belum dikeramik," kata Budi kepada wartawan di Gari, Wonosari, Gunungkidul, Selasa (6/1/2026).

"Jadi memang sudah waktunya (direhab), dan perencanaannya setelah lebaran (2026) baru membangun pelan-pelan. Tapi kok ada tawaran itu tadi (dari dua oknum) dan akhirnya diiyakan (dirobohkan)," sambungnya.

ADVERTISEMENT

Suasana pembangunan talut dan pondasi cakar ayam Masjid Al Huda, Gari, Wonosari, Gunungkidul, Selasa (6/1/2026).Suasana pembangunan talut dan pondasi cakar ayam Masjid Al Huda, Gari, Wonosari, Gunungkidul, Selasa (6/1/2026). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja

Awal Mula Perobohan Masjid

Menurut Budi, pembongkaran masjid itu bermula pada November 2025. Saat itu ada dua orang dari Gari dan Ngawen yang menanyakan soal rencana pembangunan masjid. Keduanya disebut menawarkan bantuan pembangunan masjid sampai 99 persen. Mereka juga menemui sesepuh dan takmir masjid.

"Syaratnya masjid kami harus dibongkar, dan akhirnya dalam waktu dua hari masjid kami bongkar pada bulan November. Tapi tidak ada sama sekali, tidak ada dana masuk sama sekali setelah pembongkaran itu," kata Budi kepada detikJogja, Senin (5/1/2026) lalu.

"Pada waktu itu kami mau mencari donatur saja tidak boleh, karena 99% sudah dari sana. Sehingga kami tidak punya persiapan apapun," imbuhnya.

Suasana pembangunan talut dan pondasi cakar ayam Masjid Al Huda, Gari, Wonosari, Gunungkidul, Selasa (6/1/2026).Suasana pembangunan talut dan pondasi cakar ayam Masjid Al Huda, Gari, Wonosari, Gunungkidul, Selasa (6/1/2026). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja

Kedua orang itu juga mendatangkan pihak yayasan ke lokasi untuk melakukan survei.

"Tapi kedatangan itu belum menentukan persetujuan, jadi baru survei lokasi sifatnya," jelas Budi.

Setelah itu pengurus Masjid Al Huda berkomunikasi dengan yayasan tersebut.

Suasana pembangunan talut dan pondasi cakar ayam Masjid Al Huda, Gari, Wonosari, Gunungkidul, Selasa (6/1/2026).Desain baru Masjid Al Huda, Gari, Wonosari, Gunungkidul, Selasa (6/1/2026). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja

"Kemudian karena kami sudah berkomunikasi langsung dengan yayasan, mereka menyatakan tadinya berminat menjadi donatur tapi mereka tidak bisa memutuskannya sendiri karena harus ada persetujuan dari komisaris dan pengurus lain. Lalu bulan Desember dihubungi kalau pengajuan kita tidak disetujui," ungkapnya.

Setelah masjid itu rata dengan tanah, warga setempat beribadah jemaah di musala-musala kecil. Sebab, Masjid Al Huda ialah satu-satunya masjid di desa itu.

Mulai Buka Donasi

Akhirnya pihak pengurus masjid mencari donatur lain. Kini sudah ada satu donatur, meski donasinya tidak banyak.

"Sehingga kami lebih semangat lagi untuk memenuhi kebutuhan pembangunan masjid. Saat ini masih 0,01%, ini baru mulai pembangunan talud saja untuk mengamankan fondasi dari tanah warga," ucap Budi.




(dil/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads