Isra' Mi'raj merupakan salah satu peristiwa bersejarah dalam Islam. Tentu kita sudah familiar dengan peristiwa tersebut, meski hanya sekadar sering mendengar istilahnya. Akan tetapi, sebagai muslim yang baik, kita perlu mengetahui bagaimana peristiwa tersebut terjadi melalui tafsir surat Al-Isra' ayat 1.
Berdasarkan buku "Tafsir Al-Qur'anul Majid An-Nur" oleh Prof. Dr. Teungku Muhammad Hasbi ash-Shiddieqy, surat Al-Isra' memiliki arti Memperjalankan di Malam Hari. Menurut Al-Baidhawi dalam sumber yang sama, seluruh ayat Surat Al-Isra' turun di Mekkah, sesudah surat Al-Qashash. Surat dengan 111 ayat ini juga dinamakan dengan surat Bani Israil.
Sama halnya dengan artinya, surat ini berisi kisah tentang peristiwa Isra'. Bagaimana peristiwa Isra' dalam surat Al-Isra' ayat 1 ini? Yuk, simak penjelasan lengkap mengenai surat Al Isra Ayat 1 beserta tafsirnya berikut ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Surat Al Isra Ayat 1: Arab, Latin dan Terjemahannya
Sebagaimana sudah dijelaskan bahwa surat Al Isra ayat 1 menceritakan tentang Isra', maka berikut ini lafal Surat Al Isra' ayat 1 beserta Arab-latin dan terjemahannya.
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
Arab-latin:
Subhanal ladzii asraa bi'abdihii lailam minal masjidil haraami ilal masjidil aq-shaa, alladzii baraknaa haulaha li nuriyaha min ayatinaa, innahu huwas samii'ul bashiir.
Artinya:
"Saya mengakui kesucian Allah yang telah menyuruh hamba-Nya, untuk berjalan pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang daerah-daerah sekitarnya juga telah Kami berkati untuk Kami perlihatkan ayat-ayat Kami; sesungguhnya Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat."
Kisah Isra Miraj dalam Tafsir Surat Al Isra Ayat 1
Tafsir surat Al Isra ayat 1 menceritakan tentang kisah Isra', yang dialami Nabi Muhammad SAW. Berikut ini penjelasan lengkap tentang tafsir Surat Al Isra' ayat 1 yang dikutip dari buku "Tafsir Ibnu Kasir Juz 15" oleh Al-Imam Abul Fida Isma'il Ibnu Kasir Ad-Dimasyqi.
Ayat tersebut diawali dengan mengagungkan Allah SWT., dengan klausa "Mahasuci Allah." Kemudian dilanjutkan dengan kisah tentang Allah yang Maha Suci telah menyuruh hamba-Nya, yakni Nabi Muhammad SAW., untuk berjalan malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha.
Masjidil Aqsha yakni Baitul Muqaddas yang terletak di Yerussalem, tempat asal para nabi terdahulu sejak Nabi Ibrahim. Sebab itulah semua nabi dikumpulkan di Masjidil Aqsha pada malam itu, lalu Nabi Muhammad SAW., mengimami mereka di tempat mereka. Hal ini menunjukkan bahwa Nabi Muhammad SAW., adalah imam terbesar dan pemimpin yang didahulukan.
Selanjutnya, ayat tersebut menggambarkan bahwa 'Kami' perlihatkan kepada Muhammad sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Kami yang besar-besar. Kemudian ayat ditutup dengan keagungan Allah, yakni Allah Maha Mendegar semua ucapan hamba-hamba-Nya, dan Dia Maha Melihat semua perbuatan mereka, baik yang beriman maupun kafir.
Prof. Dr. Teungku Muhammad Hasbi ash-Shiddieqy dalam bukunya yang berjudul "Tafsir Al-Qur'anul Majid An-Nur" menjelaskan terdapat dua hal penting dalam surat Al Isra' ayat 1 tersebut, yakni sebagai berikut.
- Nabi berisra' (berjalan malam) dari Masjidil Haram ke Baitil Maqdis. Hal ini disebutkan secara tegas dalam ayat ini.
- Nabi naik ke langit dunia kemudian meneruskan perjalanannya ke Mustawa. Pada tempat itulah beliau mendengar suara gemerincing kalam. Naik ke langit itu adalah sesudah Nabi sampai ke Baitul Maqdis.
Ayat ini hanya mengisahkan tentang peristiwa Isra'. Akan tetapi peristiwa Mi'raj tidak disebut dalam ayat ini. Peristiwa ini diuraikan dalam surat yang lain, yakni An-Najm. Selanjutnya, penjelasan legkap mengenai peristiwa Isra' dijelaskan dalam keterangan hadits-hadits Nabi Muhammad SAW.
Demikian lafal dan terjemahan surat Al Isra Ayat 1 tentang Isra' beserta tafsirnya. Dengan ini, kalian jadi lebih mengerti bahwa peristiwa Isra' yang dialami Nabi Muhammad SAW., adalah bentuk keagungan Allah SWT. Semoga setelah ini keimanan kita semakin matang dan lebih istiqamah dalam beribadah ya!
Artikel ini ditulis oleh Mardliyyah Hidayati peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di BeritaKlik
(par/par)

Komentar Terbanyak
Apakah Gigitan Orong-orong Berbahaya? Cari Tahu Bekas dan Cara Mengobatinya
14 Orang Jadi Tersangka Baru Kasus Penyiksaan Anak Daycare Little Aresha Jogja
MBG Libur, Harga Ayam Hidup di Gunungkidul Anjlok Jadi Rp 17 Ribu/Kg