Artis Indonesia Idol Asal NTT Diduga Terlibat Pemerkosaan Siswi SMA

Regional

Artis Indonesia Idol Asal NTT Diduga Terlibat Pemerkosaan Siswi SMA

Sui Suadnyana, Yufengki Bria - detikJogja
Kamis, 15 Jan 2026 19:13 WIB
Illustrator 10 with Transparencies. Tight vector background illustration of a stop sign with the graffiti word
Ilustrasi pemerkosaan. Foto: iStock
Jogja -

Kontestan Top 6 Indonesian Idol 2025, Petrus Yohannes Debrito Armando Jaga Kota alias Piche Kota, diduga terlibat dalam pemerkosaan siswi SMA berusia 16 tahun di Belu, NTT. Polisi masih mengusut kasus ini.

"Terlapor itu Roy Mali cs. Kasusnya sudah dalam tahap penyelidikan dengan memeriksa korban dan saksi-saksi," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Belu, AKP Rio Penggabean, kepada detikBali, Kamis (15/1/2026).

Kapolres Belu, AKBP I Gede Eka Putra Astawa, menjelaskan pemerkosaan itu terjadi di salah satu hotel di Kota Atambua, Belu, Minggu (11/1). Ada tiga orang yang dilaporkan termasuk Piche Kota.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Informasi tersebut (keterlibatan Piche Kota) masih didalami dengan serangkaian tindakan penyelidikan yang saat ini masih berjalan," tutur Astawa.

ADVERTISEMENT

Berdasar penyelidikan sementara, pemerkosaan bermula ketika pelaku dan korban pesta minuman keras. Korban diduga diperkosa saat tak sadar karena terpengaruh alkohol.

Astawa menyebut pihaknya telah melakukan langkah-langkah penegakan hukum sesuai prosedur, mulai dari penerimaan laporan, pemeriksaan medis korban, pemeriksaan saksi-saksi hingga mengumpulkan alat bukti. Dia menegaskan akan menuntaskan kasus ini secara profesional.

"Oleh karena itu, setiap dugaan pelanggaran hukum yang menyasar anak akan ditindaklanjuti secara tegas sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," tegas Astawa.

Astawa mengimbau kepada masyarakat agar bersikap bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, khususnya melalui media sosial. Ia juga meminta untuk menghormati privasi korban dan tidak menyebarkan identitas maupun informasi yang dapat memperburuk kondisi psikologisnya.

"Saya jamin proses hukum akan berjalan secara profesional dan tanpa pandang bulu. Kepentingan terbaik bagi korban adalah prioritas utama kami. Polres Belu hadir untuk memastikan hukum ditegakkan dan anak-anak mendapatkan perlindungan sebagaimana mestinya," tegas Astawa.




(afn/ams)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads