Apakah Bulan Syaban Boleh Puasa Ganti Ramadhan? Ini Penjelasan Hukumnya

Apakah Bulan Syaban Boleh Puasa Ganti Ramadhan? Ini Penjelasan Hukumnya

Anindya Milagsita - detikJogja
Senin, 19 Jan 2026 14:01 WIB
Ilustrasi puasa sunah Senin.
Ilustrasi puasa qadha Ramadhan. Foto: ChatGPT
Jogja -

Sebelum bulan Ramadhan tiba, kaum muslim akan terlebih dahulu menyambut datangnya bulan Syaban. Untuk itu, bagi siapa saja yang masih memiliki utang puasa, hendaknya segera menggantinya dengan mengerjakan puasa qadha Ramadhan. Lantas, bolehkah qadha Ramadhan di bulan Syaban?

Apa itu qadha Ramadhan? Singkatnya, qadha Ramadhan adalah ibadah yang dikerjakan untuk mengganti puasa yang ditinggalkan di bulan Ramadhan sebelumnya. Menukil dari buku 'Panduan Ramadhan Bekal Meraih Ramadhan Penuh Berkah' oleh Ruhyat Ahmad, puasa qadha adalah ibadah yang mesti dilakukan oleh kaum muslim untuk mengganti puasa Ramadhan yang ditinggalkan.

Entah karena sakit berat, wanita hamil atau menyusui, musafir, hingga wanita haid atau nifas yang terhalang untuk berpuasa di bulan Ramadhan sebelumnya. Untuk itu, puasa pengganti atau qadha Ramadhan wajib dikerjakan dengan sesegera tanpa ditunda-tunda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengingat bulan Ramadhan berlangsung setelah Syaban, apakah boleh puasa Qadha Ramadhan di bulan Syaban? Berikut penjelasannya.

Poin utamanya:

ADVERTISEMENT
  • Tidak ada larangan mengqadha puasa Ramadhan di bulan Syaban. Bahkan, batas akhir qadha adalah sebelum Ramadhan berikutnya tiba, sehingga Syaban justru menjadi waktu yang sangat dianjurkan.
  • Aisyah r.a. menyebutkan bahwa dirinya sering mengqadha puasa Ramadhan di bulan Syaban, karena kesibukannya bersama Rasulullah SAW (HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi). Ini menjadi sandaran kuat kebolehannya.
  • Al-Qur'an (QS. Al-Baqarah: 184) menegaskan kewajiban mengganti puasa yang ditinggalkan. Menyegerakan qadha termasuk amal kebaikan yang dianjurkan dan lebih utama daripada menunda-nunda.

Apakah Boleh Qadha Ramadhan di Bulan Syaban?

Terkait dengan hal ini, ternyata tidak ada larangan mengerjakan puasa qadha Ramadhan selama bulan Syaban berlangsung. Sebab, batas akhir qadha Ramadhan adalah sampai datang bulan Ramadhan berikutnya. Terlebih Syaban adalah bulan sebelum Ramadhan tiba.

Ada sebuah riwayat hadits yang dapat dijadikan sebagai sandaran bagi kaum muslim dalam mengerjakan qadha Ramadhan. Dra Udji Asiyah, MSi dalam bukunya bertajuk 'Dakwah Kreatif: Muharram, Maulid Nabi, Rajab dan Sya'ban', menjelaskan adanya sebuah riwayat hadits tentang kebolehan mengqadha Ramadhan di bulan Syaban. Diriwayatkan dari Aisyah r.a.:

كَانَ يَكُونُ عَلَيَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ فَمَا أَسْتَطِيعُ أَنْ أَقْضِيَ إِلَّا فِي شعبان، الشُّغُلُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ

"Aku punya utang puasa Ramadhan, aku tak dapat mengqadhanya kecuali di bulan Sya'ban, karena sibuk melayani Nabi." (HR. Al Bukhari-Muslim)

Melalui riwayat lain, turut ditegaskan tentang kebolehan mengerjakan puasa qadha Ramadhan di bu lan Syaban. Dikutip dari buku 'Ngopi Bareng Ustaz' tulisan Amirulloh Syarbini, berdasarkan keterangan dari Aisyah r.a. yang menerangkan:

"Tidak pernah saya meng-qadha puasa yang saya tinggalkan pada bulan Ramadhan selain pada bulan Syaban sampai Rasulullah SAW meninggal dunia." (HR. Tirmidzi dan Ibnu Huzaimah)

Perintah Puasa Qadha Ramadhan

Hukum puasa Qadha Ramadhan adalah wajib. Kewajiban qadha Ramadhan bagi kaum muslim yang meninggalkan puasa Ramadhan sebelumnya dengan udzur tertentu telah tertuang di dalam Al-Quran.

Di dalam buku 'Tata Cara dan Tuntunan Segala Jenis Puasa' tulisan Nur Solikhin, diterangkan puasa fardhu yang tidak dilaksanakan oleh seorang muslim, wajib diganti sebanyak hari yang ditinggalkan. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat Al-Baqarah ayat 184:

اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَۗ وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗۗ وَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ ۝١٨٤

Ayyâmam ma'dûdât, fa mang kâna mingkum marîdlan au 'alâ safarin fa 'iddatum min ayyâmin ukhar, wa 'alalladzîna yuthîqûnahû fidyatun tha'âmu miskîn, fa man tathawwa'a khairan fa huwa khairul lah, wa an tashûmû khairul lakum ing kuntum ta'lamûn.

Artinya: "(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka, siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, itu lebih baik baginya dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui."

Untuk itu, bagi kaum muslim yang masih memiliki utang puasa, maka hendaknya segera mengerjakannya. Dianjurkan agar seorang muslim tidak menunda-nundanya. Sebab, menyegerakan sebuah ibadah termasuk dalam kebaikan dan diharapkan dapat memperoleh pahala dari Allah SWT.

Masih menukil dari buku 'Panduan Ramadhan Bekal Meraih Ramadhan Penuh Berkah', di dalam Al-Quran Surat Al-Mu'minun ayat 61, Allah SWT berfirman:

اُولٰۤىِٕكَ يُسَارِعُوْنَ فِى الْخَيْرٰتِ وَهُمْ لَهَا سٰبِقُوْنَ ۝٦١

Ulâ'ika yusâri'ûna fil-khairâti wa hum lahâ sâbiqûn.

Artinya: "Mereka itu bersegera dalam (melakukan) kebaikan-kebaikan dan merekalah orang-orang yang lebih dahulu memperolehnya."

Niat Puasa Qadha Ramadhan

Tata cara puasa Qadha Ramadhan bisa dimulai dengan membaca niat terlebih dahulu. Biasanya niat puasa dapat dibaca pada malam hari sebelumnya sampai sebelum fajar. Di dalam 'Buku Pintar Agama Islam: Panduan Lengkap Berislam Secara Kafah' tulisan Abu Aunillah Al-Baijury, berikut niat puasa qadha Ramadhan:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى.

Nawaitu shauma ghadin 'an qadhaa-i fardhi ramadhaana lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Sengaja saya berpuasa pada esok hari untuk mengganti fardhu Ramadhan karena Allah Ta'ala."

Kalender Bulan Syaban 1447 H/2026 M

Untuk memudahkan kaum muslim menandai hari demi hari yang berlangsung sepanjang bulan Syaban di tahun ini, ada kalender Hijriah atau Islam yang bisa dijadikan sebagai patokan. Dihimpun dari 'Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026' terbitan Kementerian Agama (Kemenag) RI, berikut uraian kalender bulan Syaban 1147 H/2026 M:

  • 1 Syaban 1447 H: Selasa, 20 Januari 2026
  • 2 Syaban 1447 H: Rabu, 21 Januari 2026
  • 3 Syaban 1447 H: Kamis, 22 Januari 2026
  • 4 Syaban 1447 H: Jumat, 23 Januari 2026
  • 5 Syaban 1447 H: Sabtu, 24 Januari 2026
  • 6 Syaban 1447 H: Minggu, 25 Januari 2026
  • 7 Syaban 1447 H: Senin, 26 Januari 2026
  • 8 Syaban 1447 H: Selasa, 27 Januari 2026
  • 9 Syaban 1447 H: Rabu, 28 Januari 2026
  • 10 Syaban 1447 H: Kamis, 29 Januari 2026
  • 11 Syaban 1447 H: Jumat, 30 Januari 2026
  • 12 Syaban 1447 H: Sabtu, 31 Januari 2026
  • 13 Syaban 1447 H: Minggu, 1 Februari 2026
  • 14 Syaban 1447 H: Senin, 2 Februari 2026
  • 15 Syaban 1447 H: Selasa, 3 Februari 2026
  • 16 Syaban 1447 H: Rabu, 4 Februari 2026
  • 17 Syaban 1447 H: Kamis, 5 Februari 2026
  • 18 Syaban 1447 H: Jumat, 6 Februari 2026
  • 19 Syaban 1447 H: Sabtu, 7 Februari 2026
  • 20 Syaban 1447 H: Minggu, 8 Februari 2026
  • 21 Syaban 1447 H: Senin, 9 Februari 2026
  • 22 Syaban 1447 H: Selasa, 10 Februari 2026
  • 23 Syaban 1447 H: Rabu, 11 Februari 2026
  • 24 Syaban 1447 H: Kamis, 12 Februari 2026
  • 25 Syaban 1447 H: Jumat, 13 Februari 2026
  • 26 Syaban 1447 H: Sabtu, 14 Februari 2026
  • 27 Syaban 1447 H: Minggu, 15 Februari 2026
  • 28 Syaban 1447 H: Senin, 16 Februari 2026
  • 29 Syaban 1447 H: Selasa, 17 Februari 2026
  • 30 Syaban 1447 H: Rabu, 18 Februari 2026

Dengan memahami bulan Syaban diperbolehkan berpuasa qadha Ramadhan, hendaknya kaum muslim yang masih memiliki utang puasa agar segera melunasinya. Semoga informasi ini membantu.

FAQ tentang Qadha Ramadhan di Bulan Syaban

Sampai kapan batas waktu qadha puasa Ramadhan?

Batas akhir qadha puasa Ramadhan adalah sebelum masuk Ramadhan selanjutnya . Karena Syaban merupakan bulan terakhir sebelum Ramadhan, banyak kaum muslim yang memanfaatkannya untuk melunasi utang puasa.

Apakah qadha puasa Ramadhan di bulan Syaban memiliki dasar hadits?

Terdapat hadits riwayat Aisyah r.a. yang menjelaskan bahwa beliau mengqadha puasa Ramadhan di bulan Syaban karena kesibukan bersama Rasulullah SAW, sehingga hal ini menjadi salah satu landasan kebolehannya.

Apakah qadha puasa Ramadhan sebaiknya diselesaikan sebelum Ramadhan tiba?

Qadha puasa Ramadhan sebaiknya diselesaikan sebelum memasuki bulan Ramadhan berikutnya. Terlebih bulan Syaban adalah bulan terakhir sebelum Ramadhan, sehingga dapat diisi dengan menyelesaikan kewajiban mengganti puasa fardhu yang ditinggalkan.




(par/ams)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads