Momen Horor Heli Ditumpangi Raffi Ahmad-Bos Krisna Bali Terjang Cuaca Buruk

Regional

Momen Horor Heli Ditumpangi Raffi Ahmad-Bos Krisna Bali Terjang Cuaca Buruk

Fabiola Dianira - detikJogja
Senin, 19 Jan 2026 17:39 WIB
Helikopter yang ditumpangi Raffi Ahmad dan Ajik Krisna hampir jatuh di Bali Utara. (tangkapan layar tiktok @tinimuetz)
Helikopter Raffi Mau Jatuh. (Foto: Tangkapan layar)
Jogja -

Helikopter yang ditumpangi Raffi Ahmad dan pengusaha asal Bali, Gusti Ngurah Anom alias Ajik Krisna, nyaris kecelakaan di Tabanan, Bali Utara. Helikopter yang ditumpangi Raffi dan bos Krisna Bali itu sempat berputar-putar di udara saat menerjang cuaca buruk.

Dilansir detikBali, Senin (19/1/2026), peristiwa itu terjadi pada Kamis (15/1) lalu. Peristiwa itu terungkap lewat postingan Instagram manajer Raffi Ahmad @priotralala atau Pria Bagja Anugrah, Jumat (16/1).

Dalam video yang beredar via akun TikTok @tinimuetz, tampak laju helikopter yang terbang tidak stabil dengan latar awan hitam. Warga yang merekam kejadian itu terdengar mengungkapkan rasa takutnya dan mendoakan agar helikopter itu tidak jatuh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lewat akun Krisna Oleh-oleh Bali, Anom atau Anom memberikan klarifikasi. Dia menyebut penerbangan itu bertujuan untuk mengecek pembangunan UMKM di kawasan Bali Utara.

ADVERTISEMENT

"Jadi sudah berkoordinasi dengan teman-teman di BMKG memang cuacanya lagi kurang bagus. Nah tetapi karena waktunya Raffi hanya ada kemarin untuk ke Bali dan berkunjung ke Bali utara melihat persiapan pembangunan lahan UMKM. Jadi mau nggak mau ya kita berkoordinasi dengan pihak helikopter," ujar Anom dalam video yang diunggah akun TikTok @krisnaoleholehbali, Sabtu (17/1).

Raffi AhmadRaffi Ahmad Foto: dok instagram Prio

Sebelum berangkat terbang, cuaca disebut cerah meski cenderung berawan. Raffi Ahmad mendarat di Bandara Ngurah Rai kemudian langsung melanjutkan perjalanan menggunakan helikopter menuju Bali utara.

Kemudian cuaca mulai gerimis pukul 10.00 Wita. Raffi yang dijadwalkan harus kembali ke Solo pada pukul 11.00 Wita pun melanjutkan penerbangan dari Bali Utara ke Bandara Ngurah Rai.

"Nah begitu balik dari Bali utara kurang lebih jam sepuluh, memang cuaca sudah agak mendung dan agak gerimis. Karena Raffi harus balik jam sebelas itu ke Solo, mau nggak mau kita melanjutkan penerbangan dari Bali utara," katanya.

Semakin siang, awan semakin mendung. Para penumpang pun mulai tegang saat helikopter menerjang kabut tebal.

"Kabut terlalu gelap. Sangat gelap. Bahkan apapun kami nggak lihat. Sama sekali nggak ngelihat apa di bawah itu semua itu gelap. Hanya kabut aja. Nah kurang lebih sepuluh menit pesawat itu, helikopter itu berputar, putar, putar. Nah saya sendiri sangat tegang waktu itu," jelas Anom.

Anom mengungkap suasana mencekam itu sempat membuatnya dan para penumpang untuk mendarat darurat. Namun, pilot memastikan kondisi masih aman untuk melanjutkan penerbangan.

"Nah waktu itu pilot bilang aman, baik-baik saja. Masih aman, dan di sini saya harus acungkan jempol dan berterima kasih kepada pilot. Pilotnya sangat jago. Dan ternyata dia sudah pengalaman terbang sangat tinggi," imbuhnya.

Anom pun menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang menyaksikan helikopter tersebut berputar-putar di atas permukiman dan ikut mendoakan keselamatan mereka.




(ams/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads