Cuaca Buruk, Jenazah Pramugari Pesawat ATR 42-500 Tertahan di Lereng Gunung

Regional

Cuaca Buruk, Jenazah Pramugari Pesawat ATR 42-500 Tertahan di Lereng Gunung

Muhammad Subhan - detikJogja
Selasa, 20 Jan 2026 11:41 WIB
Tim SAR gabungan mengumpulkan serpihan pesawat ATR 42-500 milik IAT di Puncak Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Minggu (18/1/2026). Tim SAR gabungan masih berusaha mengevakuasi para korban kecelakaan pesawat meski terkendala cuaca buruk. ANTARA FOTO/Muchtamir/Lmo/tom.
Operasi SAR Pesawat ATR Terkendala Cuaca-Medan Sulit Gunung Bulusaraung. (Foto: ANTARA FOTO/Muchtami)
Jogja -

Jenazah pramugari pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung (Bulsar), Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel) masih belum bisa dievakuasi. Hujan badai di area lereng Gunung Bulusaraung menjadi kendala evakuasi.

"(Posisi korban kedua) Korban masih di lereng," kata Danrem 142/Toddopuli Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan di Posko Operasi SAR gabungan, Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, dilansir detikSulsel, Selasa (20/1/2026).

Tak hanya jenazah pramugari ini, evakuasi jenazah yang ditemukan pada Minggu (18/1) juga belum rampung. Andre mengatakan proses evakuasi masih berlangsung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang pertama kita usahakan. Ini kita sedang cari (rute evakuasi yang tepat)," tuturnya.

ADVERTISEMENT

Selain faktor cuaca, tim SAR juga menemukan tantangan pada jarak pandang yang terbatas. Andre berharap kedua jenazah bisa segera selesai dievakuasi.

"Karena situasi begini kan gelap, nanti kita usahakan di desa yang paling dekat," ucap Andre.

Diketahui, tim SAR sejauh ini telah menemukan dua jenazah dari total 10 korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung. Kedua jasad ditemukan tepat di lereng gunung dengan kedalaman yang bervariasi.

Korban pertama ditemukan di jurang kedalaman 200 meter dari puncak gunung pada Minggu (18/1) sekitar pukul 14.20 Wita. Sementara korban kedua ditemukan di kedalaman 500 meter dari puncak pada Senin (19/1) sekitar pukul 14.00 Wita.

Personel tim SAR dari Kodaeral VI Makassar, Serda Marinir Samsul Alam mengatakan, jenazah korban kedua sudah dimasukkan dalam kantong mayat. Tim SAR tidak bisa memaksakan proses evakuasi.

"Masih di atas, jenazah masih di atas karena cuaca (ekstrem) yang tidak memungkinkan untuk evakuasi," ujar Samsul Alam kepada wartawan di Posko Tim SAR, Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Pangkep, Senin (19/1) malam.



Samsul mengaku jarak pandang tim penyelamat di atas gunung hanya satu meter. Jenazah diamankan untuk sementara sampai cuaca kembali normal.

"Sudah aman posisi korban. Diikat digantung, di kantong mayat. Iya betul (digantung di pohon)," jelasnya.




(ams/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads