Melihat Sawah Rongsok di Ponjong, Padi Tumbuh Subur di Galon-Kaleng Bekas

Melihat Sawah Rongsok di Ponjong, Padi Tumbuh Subur di Galon-Kaleng Bekas

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Selasa, 07 Jul 2026 16:54 WIB
Sawah rongsok milik Suhantara di Ponjong Gunungkidul, Selasa (7/7/2026).
Sawah rongsok milik Suhantara di Ponjong Gunungkidul, Selasa (7/7/2026). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja
Gunungkidul -

Seorang kakek di Susukan II, Genjahan, Ponjong, Gunungkidul, mengembangkan sawah rongsok, yakni menanam padi dengan menggunakan galon hingga kaleng bekas di pekarangan rumahnya. Padi itu bisa tumbuh subur meski ditanam di galon bekas.

Pantauan detikJogja, Selasa (7/7/2026), tampak seorang kakek bertopi tengah sibuk mengecek tanaman padi di galon. Selain itu, kakek tersebut sesekali mengecek bibit padi yang nantinya akan dipindahkan ke galon lainnya.

Kakek bernama Suhantara (82) ini menjelaskan ide awal menggunakan galon bekas sebagai media tanam padi. Menurut Suhantara, semua itu berawal saat dirinya memanen padi di sawah pada 2025 lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Lalu gabah kering saya bawa ke rumah dan ternyata ada yang tercecer di tanah. Yang gabar tercecer itu tumbuh jadi benih (padi)," kata Suhantara saat ditemui detikJogja di kediamannya, Susukan II, Genjahan, Ponjong, Gunungkidul.

ADVERTISEMENT

Dia menyebut padi miliknya berjenis Inpari-24. Dia lalu terinspirasi menanam benih padi itu dengan menggunakan beberapa kaleng bekas. Tanaman itu pun dia beri pupuk dan dirawat.

"Kaleng isi benih itu saya siram dengan rutin dan ternyata bisa tumbuh baik. Nah, karena tumbuh baik terus punya ide lagi untuk memperbesar medianya, karena kalau kaleng itu kan kecil," ujarnya.

Dari hal tersebut, kakek berkacamata ini lalu mencoba untuk membeli galon bekas dengan jumlah banyak. Pemilihan galon, lanjut Suhantara, karena dapat dibelah menjadi dua.

"Saya beli sekitar 100 galon ada sepertinya, harganya Rp 2 ribu per galon. Lalu galon-galon itu saya isi tanah, tanahnya sembarang saja dan diberi pupuk kandang sama sedikit pupuk kimia lalu diberi benih padi," ucapnya.

Setelah itu, Suhantara menyirami dengan air hingga penuh. Tidak berhenti di situ, galon-galon berisi padi itu dia letakkan di ruang terbuka untuk mendapatkan sinar matahari.

"Jadi seperti menanam padi di sawah sebenarnya, hanya kalau ini pakai galon. Nanti kalau airnya habis disiram lagi sampai penuh. Nah karena pakai galon dan kaleng bekas maka ini saya sebut sawah rongsok," katanya.

Penyiraman air ini dilakukan saat dia pulang dari bertani di sawah, tepatnya saat sore atau malam hari. Namun, penyiraman air tidak dilakukan setiap hari.

"Untuk benih padinya bebas, tidak ada yang khusus. Nanti kalau sudah tiga bulan padi bisa dipanen," ujarnya.

Sawah rongsok milik Suhantara di Ponjong Gunungkidul, Selasa (7/7/2026).Sawah rongsok milik Suhantara di Ponjong Gunungkidul, Selasa (7/7/2026). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja

Pria murah senyum ini mengaku sudah memanen padi di galon sebanyak empat kali. Di mana setiap padi mampu menghasilkan ratusan gram gabah kering karena satu galon ada dua hingga tiga tanaman padi.

"Hasil panen satu galon dengan isi tiga tanaman padi bisa menghasilkan sekitar 130 gram gabah kering panen. Untuk jenis padi hibrida yang sudah dicobakan tanam lebih lebat dengan 1 bibit bisa mencapai 30 anakan, itu belum umur panen, kalau sudah panen bisa 300-400 gram gabah kering panen per galon," ucapnya.

Menurut perhitungannya, dengan 100 galon saja bisa menghasilkan 30-40 kilogram gabah kering panen. Namun, semua itu jika menggunakan padi hibrida.

"Karena itu, saya berharap banyak orang yang mengikuti apa yang saya lakukan. Kalau mau belajar, monggo datang ke rumah saya nanti belajar bersama. Apalagi biayanya murah, paling hanya beli galon saja sama beli pupuk," kata Ketua Kelompok Gapoktan Genjahan Makmur ini.

Suhantara menambahkan saat ini sudah ada delapan orang anggotanya yang menanam padi menggunakan galon di pekarangan rumah. Suhantara berharap jumlah tersebut terus meningkat karena tidak memerlukan modal besar.

"Mudah-mudahan jumlahnya semakin banyak dan orang-orang yang tertarik menanam padi pakai galon juga tambah banyak," ujarnya.




(ams/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads