Eks Sekretaris Jenderal Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) DKI Jakarta, Herlan Matrusdi (68), ditemukan tewas di Gumuk Pasir, Parangtritis, Kretek, Bantul. Herlan disebut sempat pamit ke keluarganya untuk urusan penting menyangkut nyawa.
Hal ini disampaikan putra korban, Agi Irvan Majibi (40). Agi menyebut ayahnya sudah lama tak pulang, sekitar enam bulan lamanya ayahnya pamit ada urusan penting.
"Katanya urusan genting yang enggak bisa diomongin, karena menyangkut nyawa," tutur Agi menirukan ucapan ayahnya, dikutip dari detikJabar, Kamis (29/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama ini, keluarga tak mengetahui keberadaan Herlan yang lama tak pulang. Kabar Herlan pun baru diketahui setelah ada postingan di grup Pordasi DKI Jakarta, Jumat (23/1) jika Herlan meninggal dunia.
Postingan itu menyertakan foto Herlan dengan hidung tertutup kapas, mata lebam, dan tubuh terselimuti hingga leher. Keluarga pun kaget dan mencoba menghubungi nomor ponsel Herlan. Tak disangka panggilan itu mendapat respons lewat pesan suara yang mengaku dalam keadaan baik.
"Pas ibu minta share location, bapak tidak mau memberikan. Katanya bahaya," kata Agi.
Hingga kemudian kabar mengejutkan itu datang pada Rabu (28/1) lalu. Keluarga mendapat kabar penemuan jasad tanpa identitas di Bantul.
Ciri-ciri luka memar yang disebutkan sama dengan yang beredar di media sosial. Keluarga pun bergegas ke Jogja untuk memastikan kabar duka ini.
"Kami makin yakin itu bapak. Keluarga langsung ke Yogya untuk memastikan. Dan setelah dipastikan, itu betul," ucap Agi.
Diberitakan sebelumnya, jasad pria misterius ditemukan di kawasan Gumuk Pasir, Grogol IX, Parangtritis, Kretek, Bantul, Rabu (28/1) pukul 07.30 WIB. Jasad ditemukan warga pencari rumput di sekitar lokasi.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menjelaskan saat ditemukan korban mengenakan celana hitam pendek, kaus dalam putih, dan kaus berkerah biru yang tersingkap. Posisi tubuh terlentang, kedua lutut menekuk, serta kedua tangan tertekuk di dada. Kedua mata korban terbuka dengan lebam di sekitar bola mata.
Petugas juga menemukan sejumlah luka di wajah dan telinga korban, di antaranya luka di pelipis kanan sekitar 4 sentimeter, luka di pangkal hidung 1,5 sentimeter, lebam di sekitar mulut kiri, serta sobekan di kedua daun telinga. Rahang kiri korban juga tampak bengkak. Polisi belum dapat memastikan apakah temuan ini merupakan kasus pembunuhan dan menyatakan penyelidikan masih berlangsung.
(ams/apl)

Komentar Terbanyak
Serba-serbi SMA De Britto, Siswa Bebas Gondrong hingga Kelas Kandang Kuda
Duduk Perkara Danrem Pamungkas Cekcok dengan Marshal Saat Ikut Maraton
Eks Ketua BEM UGM Tiyo Sebut Pelapor Dirinya ke Polisi Lagi Caper ke Presiden