Mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UGM Tiyo Ardiyanto memberi jawaban menohok saat dimintai tanggapannya soal tudingan dari Aliansi Mahasiswa BEM Bersatu yang dialamatkan kepadanya. Tiyo pun mempertanyakan soal aliansi BEM yang baru diketahuinya.
Diketahui, Aliansi Mahasiswa BEM Bersatu menyatakan penolakan gerakan mahasiswa yang ditunggangi kepentingan politik. Mereka juga menyoroti kedekatan Tiyo yang merupakan salah satu penggerak aksi, dengan seorang purnawirawan jenderal.
"Saya kira lagi-lagi ya, pertanyaan saya kan satu, itu kan tudingan yang dilakukan oleh BEM Fakultas Bersatu. BEM Fakultas Bersatu itu aliansi yang saya sendiri baru tahu," terang Tiyo saat ditemui di UGM, Sleman, Kamis (25/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah saya lihat beberapa organisasi yang ada di kampus tempat mereka berkuliah, itu kan kemudian mengklarifikasi bahwa 14 orang itu yang mengaku aliansi BEM Fakultas Bersatu ada yang ternyata bukan mahasiswa, ada yang sudah lulus, ada yang bukan ketua BEM tapi ngaku ketua BEM," ungkapnya.
Tiyo pun memberi komentar menohok ke Aliansi Mahasiswa BEM Bersatu. Menurutnya, pernyataan aliansi BEM itu tak bisa dipercaya.
"Apa yang bisa dipercaya dari orang-orang yang sejak dari tubuhnya saja sudah berbohong? Saya nggak pernah menampilkan apa pun yang berkaitan dengan kendaraan atau apa. Sehingga ini tudingan yang saya kira kalau dalam bahasa hukum ya, yang menuding ya yang harus membuktikan," ketusnya.
Selain tudingan itu, Tiyo juga mendapat banyak tudingan miring lainnya. Di antaranya tudingan Tiyo berafiliasi dengan PDI Perjuangan hingga mobil pinjaman.
"Hari ini saya kira memang tuduhan itu dilakukan untuk menyibukkan saya. Jadi saya pribadi memilih fokus untuk pada hal-hal yang strategis dan hal-hal substantif," terang Tiyo.
"Terkait kedekatan dengan pihak-pihak tertentu, saya kira orang bisa melakukan cocoklogi macam-macamlah. Saya tetap independen sebagai individu yang merdeka, yang ingin supaya kekuasaan hari ini berjalan dengan benar," sambungnya.
Diberitakan detikNews, Aliansi Mahasiswa BEM Bersatu menyatakan penolakan gerakan mahasiswa yang ditunggangi kepentingan politik. Mereka juga menyoroti kedekatan eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto, yang merupakan salah satu penggerak aksi, dengan seorang purnawirawan jenderal.
Hal itu dikatakan perwakilan dari BEM Bersatu, Rahmat Djimbula, yang merupakan Ketua BEM Hukum UIC, dalam konferensi pers di Utan Kayu, Jakarta Timur, Selasa (16/6). Hal itu didasari kendaraan Fortuner yang digunakan Tiyo terdaftar atas nama Siti Nuraeni, yang terkait dengan Jenderal TNI (Purn) Andhika Perkasa, tokoh tim pemenangan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024.
"Mobil Fortuner yang digunakannya diduga terdaftar atas nama Siti Nuraeni, adik Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso, yang merupakan besan Jenderal TNI (Purn) Andhika Perkasa, tokoh tim pemenangan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024. Dugaan ini diperkuat kehadiran politisi PDI Perjuangan, Andi Widjajanto, di tengah massa aksi," kata Djimbula, dikutip dari detikNews.
(ams/afn)

Komentar Terbanyak
Serba-serbi SMA De Britto, Siswa Bebas Gondrong hingga Kelas Kandang Kuda
Duduk Perkara Danrem Pamungkas Cekcok dengan Marshal Saat Ikut Maraton
Eks Ketua BEM UGM Tiyo Sebut Pelapor Dirinya ke Polisi Lagi Caper ke Presiden