Ariendra Ralea Irgantari (9) harus mengajak adiknya yang masih balita masuk ke dalam kelas. Lea, begitu dia akrab disapa, harus membagi konsentrasi antara mendengarkan guru dan menjaga adiknya, Reyfan Elcaraka Fahturohman (4).
Sudah hampir satu bulan terakhir Reyfan harus ikut kakaknya bersekolah di SD Negeri Gembongan, Kalurahan Salamrejo, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo. Bukan tanpa alasan, hal ini terpaksa dilakukan karena sang ibu, Rubiyanti (36), harus menjalani rangkaian terapi pengobatan kanker payudara secara intensif.
Kehadiran Reyfan di dalam kelas ternyata tidak mengganggu jalannya kegiatan belajar mengajar. Saat Lea sedang menyimak pelajaran, adiknya duduk tenang sambil mewarnai atau bermain sendiri. Teman-teman sekelas Lea pun menyambut Reyfan dengan hangat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setiap hari (bawa adik ke sekolah). sudah hampir satu bulan ini," kata Lea saat ditemui di rumah kontrakannya, Sentolo, Kulon Progo, Jumat (30/1/2026).
Bagi Lea, membawa adik ke sekolah bukanlah beban. Dia justru merasa lebih tenang jika adiknya ikut serta ketimbang harus ditinggal sendirian di rumah. "Soalnya mama radioterapi," ujarnya.
Di usia yang masih sangat belia, Lea menunjukkan kedewasaan yang melampaui umurnya. Cita-citanya pun mulia, kelak dia ingin menjadi dokter dan memiliki rumah sakit sendiri.
"Mau jadi dokter. Ingin mengobati seseorang," ucapnya.
Kepala SD Negeri Gembongan, Pri Hastuti Komarul, menuturkan pihak sekolah memberikan izin khusus bagi Lea untuk membawa adiknya. Dia mengetahui kondisi Rubiyanti yang sedang berjuang melawan sakit dan kerepotan jika harus menjalani pengobatan sembari mengasuh anak balita.
"Ibunya datang ke sekolah memohon izin, 'Ibu, bolehkah Lea berangkat ke sekolah membawa adiknya karena saya kerepotan membawa dua anak kecil saya ketika harus terapi di rumah sakit'," kata Pri Hastuti saat ditemui di lokasi yang sama.
Gayung bersambut. Pihak sekolah kemudian meluluskan permintaan Rubiyanti. Pertimbangannya, sisi kemanusiaan dan untuk membentuk karakter siswa lain.
"Saya bilang, 'Boleh, Ibu, silakan'. Pertimbangan kami yang pertama dari sisi kemanusiaan, dan kedua untuk pendidikan karakter positif bagi siswa lain," imbuhnya.
Divonis Kanker Sejak 2025
Perjuangan Rubiyanti juga tidaklah mudah. Warga yang tinggal di Padukuhan Klebakan ini divonis menderita kanker payudara sejak Mei 2025. Saat ini, dia harus menjalani radioterapi rutin lima hari dalam seminggu di RSPAU dr. S. Hardjolukito, Bantul.
"Kalau radioterapi itu kan harus ditinggal. Jadi saya sendiri enggak enak kalau bawa anak dua ke rumah sakit, takut merugikan pasien lain. Makanya mau enggak mau pas hari sekolah (Reyfan) harus ikut kakaknya," ujar Rubiyanti.
Jarak yang jauh dan ketiadaan kendaraan pribadi membuat Rubiyanti harus mengandalkan transportasi umum. Perjalanan pergi-pulang bisa memakan waktu hingga empat jam, belum termasuk waktu antre di rumah sakit. Beruntung, semua biaya pengobatan itu ditanggung BPJS.
"Dari sini naik bus. Bisa sampai dua jam, kalau PP ya berarti 4 jam. Kalau antre di rumah sakit itu bisa sampai dua jam," ujarnya.
Meski lelah, Rubiyanti terus berjuang demi kesembuhan agar bisa kembali merawat anak-anaknya dengan optimal. Dia mengaku terharu dengan banyaknya perhatian yang datang, termasuk dari pihak sekolah dan lingkungan sekitar yang sangat suportif terhadap kondisi keluarganya.
"Alhamdulillah, aku juga kaget ya Allah. Malamnya itu aku ya sedih banget. Nangis sampai nangis terharu," ucapnya.
Kini, di tengah banjir bantuan dan perhatian itu, Rubiyanti semakin bersemangat agar bisa sembuh. Dia ingin kembali bisa merawat anak-anaknya dan bekerja seperti sedia kala. Untuk sampai di titik itu, Rubiyanti masih harus bolak-balik terapi beberapa kali lagi.
"Harapannya bisa sembuh, bisa rawat anak-anak, bisa bekerja lagi. Kasihan anak-anak masih kecil," ungkapnya.
Di tengah keterbatasan, Lea tetap menunjukkan prestasi gemilang. Lea selalu masuk peringkat atas di kelasnya sejak kelas 1 SD. Kemauan belajarnya sangat tinggi meski dia juga harus membantu pekerjaan rumah tangga seperti menyapu dan mencuci piring.
"Ranking dua. Kadang satu, kadang dua. Dia rajin. Jadi dia sering bantu kayak kalau saya apa pokoknya dia yang nyapu, cuci piring," ucapnya.
Rubiyati dan Ariendra Ralea Irgantari bersama anggota DPR RI MY Esti Wijayanti saat ditemui di rumah kontrakannya, Kalurahan Salamrejo, Jumat (30/1/2026). Foto: Jauh Hari Wawan S/detikJogja |
Kisah perjuangan Lea dan ibunya ini sampai ke telinga Anggota DPR RI, MY Esty Wijayanti. Dia menyempatkan diri mengunjungi kediaman Rubiyanti untuk memberikan dukungan moril. Sebagai sesama penyintas kanker, Esty memberikan penguatan agar Rubiyanti tetap semangat menjalani pengobatan.
"Ini bagian dari ketugasan kemanusiaan. Kami hadir untuk mengetahui kebijakan apa yang bisa dibantukan kepada keluarga yang sedang menghadapi musibah sakit ini," kata MY Esty.
Esty juga memastikan akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah maupun pusat untuk mengecek akses bantuan sosial yang seharusnya diterima keluarga Rubiyanti.
"Kita mau mengkombinasikan mana kebijakan daerah yang bisa segera bisa diterapkan untuk mempercepat proses supaya ibu ini tidak mengalami kesusahan lebih jauh. Nah, tentu juga untuk sekolah kita sudah komunikasi. Intinya sampai lulus SD nanti insyaallah nanti kawan-kawan akan mendampingi ya untuk ke depannya," pungkasnya.


Komentar Terbanyak
Serangan Balik Tiyo Eks BEM UGM Usai Dituding Dekat dengan Tokoh PDIP
Pak Dukuh Tanam Padi di Pekarangan Pakai 840 Galon Bekas, Segini Hasil Panennya
Apakah Gigitan Orong-orong Berbahaya? Cari Tahu Bekas dan Cara Mengobatinya