Disclaimer: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Kasus bocah SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang tewas bunuh diri karena tak dibelikan buku menjadi atensi. Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko mengatakan kabar bocah SD kelas IV itu sudah didengar Istana Negara.
"Ini sangat-sangat atensi karena kasusnya sudah sampai ke istana negara," ujar Rudi di sela-sela peresmian Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Ditres PPA-PPO) Polda NTT, dilansir detikBali, Rabu (4/2/2026).
Dia juga sudah memerintahkan Kapolres Ngada AKBP Andrey Valentino untuk mengunjungi kediaman korban. Dia sudah menginstruksikan Kapolres untuk memberikan santunan dan pendampingan psikologi kepada keluarga korban yang tengah berduka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi pagi ini Pak Kapolres Ngada juga sudah saya perintahkan ke lokasi (rumah duka) untuk memberikan santunan dan pendampingan psikologi," jelas Rudi.
Polda NTT juga sudah mengerahkan tim psikolog dan konselor untuk mendampingi keluarga korban. Hal ini guna meringankan kesulitan yang dialami keluarga. Terlebih, dari hasil penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) motif bunuh diri itu karena tak dibelikan buku dan pulpen.
"Untuk sementara dari hasil penyelidikan awal dan olah TKP itu demikian (tak dibelikan buku dan pulpen) karena ada kekecewaan, tetapi masih kami dalami lagi. Cuma dari informasi pertama laporan yang saya terima, (motif bunuh diri) masih demikian," jelas Rudi.
Sebagai informasi, peristiwa tragis itu terjadi pada Kamis (29/1) lalu. Bocah kelas IV SD itu ditemukan tergantung di pohon cengkih di kebun milik neneknya.
"Pohon cengkih tinggi sekitar 15 meter. Ikat tali sekitar lima meter," kata Camat Jerebuu, Bernardus H. Tage, Jumat (31/1).
Sehari-hari, bocah itu tinggal bersama neneknya di pondok yang berjarak sekitar 3 meter dari pohon tersebut. Orang tuanya tinggal di desa tetangga.
Sehari sebelum kejadian, bocah itu sempat menginap di rumah ibunya. Nahas, bukannya pulang ke pondok, bocah itu justru bunuh diri di pohon cengkih.
Kala itu, sang nenek sedang menginap di rumah tetangganya untuk memecahkan kemiri. Kejadian itu diketahui sang nenek setelah diberitahu tetangganya yang mengikat ternaknya di kebun tempat korban bunuh diri.
"Polisi datang evakuasi, kondisinya sudah tidak ada napas," pungkas Bernardus.
(ams/alg)

Komentar Terbanyak
Pak Dukuh Tanam Padi di Pekarangan Pakai 840 Galon Bekas, Segini Hasil Panennya
Apakah Gigitan Orong-orong Berbahaya? Cari Tahu Bekas dan Cara Mengobatinya
14 Orang Jadi Tersangka Baru Kasus Penyiksaan Anak Daycare Little Aresha Jogja