Bocah bernama Najwa (8) tewas terlindas alat berat saat berjualan tisu di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Bocah itu pamit ke ibunya hendak jualan tisu untuk membeli beras.
Insiden itu terjadi di perempatan PLN Wuawua, Jalan KH Ahmad Dahlan, Kelurahan Anaiwoi, Kecamatan Kadia, Kendari, Kamis (29/1) malam.
"Yang terlibat kecelakaan (menabrak NS) adalah alat berat jenis loader," kata Kasatlantas Polresta Kendari AKP Kevin Fahri Ramadhan kepada BeritaKlik, Minggu (1/2/2026) dilansir detikSulsel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kevin menyebut operator alat berat berinisial ZA (36) masih diperiksa. "Sementara kita sedang proses penyidikan," kata Kevin, Jumat (6/2).
Pamit ke Ibu Jualan Tisu
Pada malam itu Najwa sempat pamit ke ibunya, Nurhana, yang sedang duduk di sudut rumah. Najwa pamit untuk menjual tisu karena di rumah tak ada nasi maupun beras.
"Saat pamit, dia bilang, 'Mak tunggumi, saya bawa pulangkan kita beras sama uang yang banyak'," ujar Nurhana kepada wartawan, dilansir detikSulsel, Sabtu (7/2).
"Dia bilang, 'Mak, tidak adami nasi, tidak adami beras'. Saya bilang cuma sebentar itu untuk adik-adikmu. Dia bilang biarmi, dia mau jual tisu dulu buat beli beras," ungkapnya.
Nurhana mengenang putrinya itu lalu mengambil jilbab dan sweater karena kedinginan di luar rumah. Najwa pun sempat merapikan pakaiannya sebelum keluar rumah untuk jualan tisu.
"Pas keluar, dia salim lama sekali. Dia cium tanganku, lalu bilang, 'Mak ciumpi saya lama-lama'. Saya tidak mengerti ternyata itu terakhir kalinya," kenangnya.
Najwa juga sempat bertanya kepada sang ibu soal penampilannya. Nurhana masih mengingat jelas percakapan hari itu.
"Dia bilang, 'Mak, saya cantikji kah?' Saya jawab, 'Cantik sekaliko, nak'. Habis itu dia bilang, 'Mak tunggumi, saya bawa pulangkanko beras sama uang yang banyak'," katanya.
Dia mengaku tak ada firasat buruk saat Najwa pamit keluar rumah. Dia mengaku sempat melarang anaknya itu karena hujan deras.
"Dia bilang mau pergi cari uang. Saya sempat larang karena hujan dan malam, tapi dia bilang ndak apaji," tuturnya.
Selepas magrib, Nurhana mengaku mendapat kabar jika Najwa ditemukan bersimbah darah. Dia pun bergegas menuju ke lokasi, namun Najwa tak lagi bernapas.
"Setelah salat magrib saya dengarmi kabarnya, adiknya datang bilang Najwa sudah bersimbah darah. Sudah ndak bisami ditolong. Saya angkat dari aspal, sudah tidak bergerak," pungkasnya.
(ams/dil)

Komentar Terbanyak
Serangan Balik Tiyo Eks BEM UGM Usai Dituding Dekat dengan Tokoh PDIP
Eks Ketua BEM UGM Tiyo Sebut Pelapor Dirinya ke Polisi Lagi Caper ke Presiden
Duduk Perkara Danrem Pamungkas Cekcok dengan Marshal Saat Ikut Maraton