Duduk Perkara Warek UNY Debat dengan Mahasiswa gegara Spanduk Kritik

Round-Up

Duduk Perkara Warek UNY Debat dengan Mahasiswa gegara Spanduk Kritik

Tim detikJogja - detikJogja
Minggu, 28 Jun 2026 06:01 WIB
Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)
Ilustrasi UNY. Foto: Dok Laman Universitas Negeri Yogyakarta
Jogja -

Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) dan Hukum di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Siswanto, terekam kamera saat berdebat dengan mahasiswa perkara spanduk kritik. Videonya viral di media sosial. Begini duduk perkaranya.

Diketahui, peristiwa itu terjadi saat mahasiswa hendak menggelar aksi pada Rabu (24/6). Aksi dilakukan bertepatan dengan momentum wisuda.

Mahasiswa Hendak Pasang Spanduk Jumbo Saat Wisuda

Perwakilan Aliansi Mahasiswa UNY, Andri, mengatakan hal yang menjadi permasalahan itu merupakan spanduk jumbo yang berisi kritik terhadap rektorat. Dia menyebut sengaja melakukan aksi saat wisuda agar pesan massa bisa dilihat lebih banyak orang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Spanduknya itu besar ya, itu sekitar 2x2 meter. Isinya tulisan 'rektor pendidikan, tidak tahu pendidikan, kampus tempat memasak pikiran, bukan tempat memasak MBG, kami mahasiswa UNY menolak SPPG'. Hanya tiga kalimat tersebut yang kami tuliskan di spanduk itu," ujar Andri saat dihubungi, Jumat (26/6/2026).

Rencananya, spanduk itu akan dipasang di tangga rektorat. Pihaknya hanya berencana memasang spanduk itu sebentar untuk dipotret kemudian dilepas lagi agar tak mengganggu jalannya wisuda.

ADVERTISEMENT

"Tapi sebelum memasuki area tangga rektorat kita udah dicegat di selasar rektoratnya oleh banyak satpam dan salah satunya oleh Pak WR. Nah, kita sempat menerobos, kita mau menerobos," terang Andri.

Saling dorong pun terjadi. Setelah terdorong keluar rektorat, terjadilah cekcok antara mahasiswa dan WR seperti terekam dalam video tersebut.

"Nah, mulai cekcok. Pak WR juga mengatakan, wah ini nggak bisa kalau di sini, ini kotor wah ini sampah lah, itu seperti yang video beredar di media sosial," terang Andri.

"Kita sempat kaget ya, kenapa bisa dengan bahasa yang seperti itu, karena kita juga jarang menemukan bahasa-bahasa yang sampah, ini kotor di dalam aksi kita selama ini. Kita pun juga nggak menyadari kalau itu ternyata juga WR. Kita kaget aja sih. Makanya kita, khususnya saya sendiri, syok dan diam gitu, nggak bisa ngomong apa-apa," sambungnya.

Setelah kejadian itu, aksi akhirnya digeser ke depan gerbang utama UNY. Spanduk itu pun tetap dibawa dan dibentangkan.

"Di situ juga sempat tidak diperbolehkan, spanduk kita udah digulung, tapi tetep, kita tetep ngeyel, dan ya akhirnya diperbolehkan juga," ujar Andri.

Penjelasan Rektorat

Dihubungi terpisah, WR Bidang SDM dan Hukum UNY, Siswanto mengatakan reaksinya yang terekam dalam video tersebut lantaran aksi mahasiswa di rektorat itu tak berizin. Selain itu, menurutnya, spanduk kritik tersebut memuat tulisan yang tidak pantas.

"Kemarin ada beberapa mahasiswa yang mau melakukan teatrikal di Hall Rektorat tanpa izin, padahal hall Rektorat sedang banyak mahasiswa dan orang tua setelah wisuda," ujar Siswanto.

"Material teatrikal mengotori lantai dan ada tulisan tidak pantas. Mereka menuduh UNY punya SPPG padahal sampai saat ini belum ada," pungkasnya.

Diketahui, video itu viral usai diunggah akun Instagram @gardabiru.uny. Dalam video itu nampak Siswanto yang berkemeja putih tengah berdebat dengan mahasiswa dengan tensi tinggi. WR tersebut terdengar menyebut spanduk kritik dari mahasiswa sampah.




(afn/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads