Eks Karyawan RS di Bantul Turun ke Jalan Buntut Sisa Gaji Tak Kunjung Dibayar

Round-Up

Eks Karyawan RS di Bantul Turun ke Jalan Buntut Sisa Gaji Tak Kunjung Dibayar

Tim detikJogja - detikJogja
Minggu, 28 Jun 2026 07:10 WIB
Eks karyawan RSU Griya Mahardhika Jogja di Sewon, Bantul, demo menuntut upah yang belum dibayarkan, Sabtu (27/6/2026).
Eks karyawan RSU Griya Mahardhika Jogja di Sewon, Bantul, demo menuntut upah yang belum dibayarkan, Sabtu (27/6/2026). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja
Jogja -

Eks karyawan menggeruduk Rumah Sakit Umum (RSU) Griya Mahardhika Jogja di Bantul kemarin. Massa, menggelar unjuk rasa menuntut sisa gaji mereka dibayar.

Ada puluhan orang yang ikut mendatangi RS di Druwo, Bangunharjo, Sewon, Bantul, itu. Masing-masing membawa spanduk protes terkait gaji mereka yang belum dibayar.

Spanduk-spanduk itu antaranya bertulisan 'Kerjo kesel kui wajar, sek ora wajar kesel ora bayaran' (Capek bekerja itu wajar, yang tidak wajar sudah capek bekerja tapi tidak dibayar).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu perwakilan massa, Nurul Fitriah, mengatakan ada 36 mantan pegawai yang belum menerima sisa gaji selama 4 bulan. Mereka sudah mengajukan PHK permasalahan gaji itu.

"Jadi yang melatarbelakangi demo kita hari ini adalah penuntutan hak berupa upah yang belum dibayarkan oleh RSU Griya Mahardhika Jogja selama empat bulan," katanya kepada wartawan di Druwo, Sewon, Bantul, Sabtu (27/6/2026).

ADVERTISEMENT

Berkali-kali Mediasi

Dia mengatakan pihaknya sudah berkali-kali melakukan mediasi secara formal. Namun hingga kini belum ada kepastian terkait kapan hak mereka akan dibayar.

"Bahkan yang resmi ada dua bipartit, di mana resmi ada undangan, ada notulensi sudah kami kumpulkan ke Dinas Tenaga Kerja (dan Transmigrasi Bantul). Karena memang belum ada iktikad baik dari perusahaan untuk membayarkannya, maka kami mengambil langkah formal lebih jauh yaitu melaporkan ke Dinas Tenaga Kerja," ucapnya.

"Kemudian melalui dua perundingan tripartit dengan Dinas Tenaga Kerja. Kami menyampaikan tuntutan, kemudian tetap belum ada iktikad baik dari mereka untuk kapan membayar kami," lanjut Fitriah.

Di sela aksi, RS Griya Mahardika Jogja juga sempat mengajak beberapa perwakilan dari pihaknya untuk mediasi. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bantul juga turut hadir untuk menjadi mediator.

"Tadi kami diminta untuk mengajukan apa itu ya, mengajukan tuntutan kami. Misalnya, kan yang belum disepakati adalah tentang termin pembayaran dan tanggalnya. Nah, itu disepakati, tapi belum sepakat. Kenapa saya bilang belum sepakat? Karena itu hanya permohonan kami, yang nantinya akan diajukan kepada Direktur Rumah Sakit Griya Mahardhika atau direksi," ujarnya.

Penjelasan RSU Griya Mahardhika

Sementara itu perwakilan dari RSU Griya Mahardhika, Putri Agustiningtyas Kurniawati mengaku sudah melakukan mediasi resmi dengan mantan karyawan yang belum terbayarkan gajinya. Putri mengaku tidak mempermasalahkan adanya aksi unjuk rasa.

"Sebenarnya kan kita sudah ada mediasi resminya. Tapi namanya teman-teman ingin apa, mantan karyawan ingin menyampaikan aspirasi, kan itu juga hak mereka. Enggak apa-apa kita tetap tanggapi, kita terima," kata dia.

Putri juga mengungkapkan bahwa tadi sempat ada mediasi dengan mediator dari Disnakertrans Bantul. Menurutnya, RSU Griya Mahardika Jogja akan mengikuti langkah-langkahnya selanjutnya sesuai arahan dari Disnakertrans Bantul.

"Rencananya akan ada pertemuan lagi untuk merespons tuntutan mereka seperti apa," ucapnya.

Selain itu, Putri memastikan tuntutan peserta aksi akan diteruskan ke Direksi RSU Griya Mahardika Jogja.

"Kalau dari pihak rumah sakit ya sudah sejak awal sudah disampaikan bahwa ya nanti prosesnya disesuaikan. Jadi tetap nanti kami sampaikan atau saya sampaikan kepada manajemen agar mereka juga ada keputusan seperti apa merespons tuntutan dari karyawan, seperti itu," ujarnya.




(afn/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads