Trump Sesumbar Akan Musnahkan Seluruh Rudal Balistik Iran dengan Cepat

Internasional

Trump Sesumbar Akan Musnahkan Seluruh Rudal Balistik Iran dengan Cepat

Rolando Fransiskus Sihombing - detikJogja
Kamis, 05 Mar 2026 10:03 WIB
U.S. President Donald Trump returns to the White House, after Israel and the U.S. launched strikes on Iran, in Washington, D.C., U.S., March 1, 2026. REUTERS/Nathan Howard
Presiden AS Donald Trump. Foto: REUTERS/Nathan Howard
Jogja -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan AS dan Israel terlalu kuat untuk Iran. Dia sesumbar akan segera memusnahkan seluruh rudal balistik Iran dan mengindikasikan akan membunuh pemimpin rezim Iran.

Dilansir detikNews Kamis (5/3/2026), Trump sebagaimana diberitakan AFP mengatakan calon pengganti pemimpin tertinggi Iran yang terbunuh, Ayatollah Ali Khamenei, "berakhir mati" dan bahwa persenjataan rudal balistik Teheran sedang "dimusnahkan dengan cepat."

"Kita baik-baik saja di medan perang, singkatnya. Seseorang bertanya pada skala 10, di mana Anda akan menilainya? Saya katakan sekitar 15," kata Trump kepada para petinggi teknologi di Gedung Putih.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Trump menilai AS terlalu kuat untuk Iran. Dia menyebut kepemimpinan rezim Iran akan segera lenyap.

ADVERTISEMENT

"Kita berada dalam posisi yang sangat kuat sekarang, dan kepemimpinan mereka dengan cepat lenyap. Setiap orang yang tampaknya ingin menjadi pemimpin, mereka akhirnya mati."

Berbicara pada hari kelima perang, Trump mengulangi pembenarannya untuk menyerang Iran. Trump berdalih menyerang Iran karena program senjata nuklir.

"Ketika orang gila memiliki senjata nuklir, hal-hal buruk terjadi," tambah Trump.

Iran diketahui akan menggelar prosesi pemakaman kenegaraan selama tiga hari untuk mendiang Khamenei. Warga mendapat kesempatan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Khamenei di Masjid Agung Imam Khomenei di Teheran.

"Mulai pukul 22.00 waktu setempat, umat dapat memberikan penghormatan terakhir kepada jenazah pemimpin bangsa yang martir tersebut, dengan mengunjungi Masjid Agung Imam Khomeini," demikian pernyataan Dewan Koordinasi Pembangunan Islam, seperti dikutip kantor berita IRNA.




(afn/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads