- Sejarah Konflik Iran dan Amerika Serikat Tahun 1979: Revolusi Islam Tahun 1990 - 2013: Konflik Perkara Nuklir, Sanksi Internasional terhadap Iran Tahun 2015: Perjanjian Nuklir atau Joint Comprehensive Plan of Act (JCPOA) Tahun 2018: AS Keluar dari JCPOA, Sanksi Iran Kembali Berlaku Tahun 2023 sampai Sekarang: AS dan Israel vs Iran
- Penyebab-Dampak Konflik Iran dan Amerika Serikat Penyebab Konflik Iran dan Amerika Serikat Dampak Konflik Iran dan Amerika Serikat
Mata dunia menyaksikan konflik Iran dan Amerika Serikat yang kian panas. Parahnya lagi, konflik tersebut makin meluas sehingga kekhawatiran akan pecahnya Perang Dunia III meningkat. Sebenarnya, bagaimana hal-ihwal konflik Negeri Para Mullah dengan Negeri Paman Sam?
Konflik antara Iran dan Amerika Serikat memiliki sejarah panjang. Akan tetapi, sebelum berseteru seperti saat ini, keduanya pernah dalam satu kubu yang sama.
Sebagaimana dijelaskan dalam artikel berjudul The United States and Iran: From Past Complicity to the Fight Against the 'Satans' yang ditulis oleh Dr Bichara Khader, sebelum 1979, Iran di bawah pemerintahan shah merupakan salah satu kekuatan Amerika di Timur Tengah. Keduanya memiliki hubungan yang baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas, bagaimana bisa hubungan keduanya meruncing, bahkan hingga terjadi bentrokan senjata? Temukan jawabannya melalui uraian berikut!
Sejarah Konflik Iran dan Amerika Serikat
Berdasarkan data yang detikJogja himpun dari sumber sebelumnya, situs resmi Council on Foreign Relations, dan artikel jurnal berjudul 'Konfrontasi Amerika Serikat dan Iran dalam Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA)' oleh Satwika Paramasatya dan Sigit Wiranto, di bawah ini kronologi sejarah konflik Iran dan Amerika Serikat.
Tahun 1979: Revolusi Islam
Iran yang pada awalnya masih dalam pengaruh Amerika Serikat mulai melepaskan diri semenjak munculnya Revolusi Iran atau dikenal juga sebagai Revolusi Islam tahun 1979. Peristiwa itu membuat posisi Iran tidak lagi berada di kapal yang sama dengan Amerika Serikat. Dengan demikian, singgungan antarkedua negara ini mulai muncul akibat perbedaan kepentingan.
Tahun 1990 - 2013: Konflik Perkara Nuklir, Sanksi Internasional terhadap Iran
Sebelum 1990-an, Iran sebenarnya telah banyak mencurahkan perhatian dalam program nuklirnya.Program tersebut berlanjut pada era 1990-an dengan melibatkan negara lain, yakni Tiongkok dan Rusia untuk kerja sama.
Tindakan tersebut mendapat teguran dari International Atomic Energy Agency (IAEA) sekaligus memicu kemarahan Amerika Serikat. Akibatnya, Iran mendapat sanksi internasional dari Dewan Keamanan PBB pada tahun 2006. Sanksi tersebut membuat Iran mengalami permasalahan ekonomi, memunculkan sentimen kepada Amerika Serikat.
Sanksi ini berjalan sampai tahun 2013, ketika Hassan Rouhani terpilihnya sebagai pembawa tonggak kepemimpinan di Iran. Mulai dari pemerintahannya, Iran lebih mudah diajak diskusi, utamanya perkara nuklir. Tindakan tersebut bertujuan memperbaiki ekonomi Iran dari keterpurukannya selama beberapa tahun terakhir.
Tahun 2015: Perjanjian Nuklir atau Joint Comprehensive Plan of Act (JCPOA)
Pada tahun 2015, perjanjian nuklir atau dikenal sebagai Joint Comprehensive Plan of Act (JCPOA) berhasil dicapai. Perjanjian ini merupakan hasil perundingan diplomatis yang dilakukan oleh Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Rusia, Tiongkok, Jerman, dan Iran.
JCPOA membatasi aktivitas pengembangan nuklir Iran sebagai imbalan pencabutan sanksi internasional yang menderanya. Perjanjian nuklir ini juga membuka akses bagi IAEA untuk mengawasi aktivitas pengembangan nuklir Iran, termasuk melakukan inspeksi mendadak di wilayahnya.
Tahun 2018: AS Keluar dari JCPOA, Sanksi Iran Kembali Berlaku
Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump keluar dari perjanjian nuklir dengan Iran pada 8 Mei 2018, memicu diberlakukannya kembali sanksi internasional terhadap Teheran. Tindakan ini dilakukan sepihak tanpa melibatkan negara-negara lain yang terlibat dalam perjanjian tersebut. Dengan demikian, keputusan tersebut mengembalikan perseteruan Amerika Serikat dan Iran ke titik yang panas.
Penarikan Amerika Serikat dari JCPOA bukanlah tindakan mendadak. Meski dalam satu perjanjian, pada kenyataannya Amerika Serikat dan Iran tetap saling sikut-menyikut. Amerika Serikat merasa kurang puas dengan isi perjanjian tersebut. Mereka menilai isi perjanjian nuklir itu hanya menguntungkan Iran sehingga mesti diperbaiki.
Pada 2017, setahun sebelum keluar, Amerika Serikat kembali memberikan sanksi baru terhadap Iran dengan anggapan bahwa negara Timur Tengah tersebut mendukung kelompok militan dan mengembangkan rudal balistik yang artinya melanggar perjanjian nuklir. Di sisi lain, tindakan Amerika Serikat tersebut dianggap Iran sebagai pelanggaran perjanjian. Sebagai balasannya, Iran justru meningkatkan pengembangan rudal.
Tahun 2023 sampai Sekarang: AS dan Israel vs Iran
Perseteruan antara Amerika Serikat dan Iran berkembang lebih jauh setelahnya. Pada tahun 2023, Peristiwa 7 Oktober oleh pasukan Hamas Palestina kepada Israel menandai merucingnya hubungan Iran dan Amerika Serikat.
Iran yang dianggap Israel mendukung kelompok Hamas menjadikan perseteruan keduanya meluas. Israel dengan Amerika, sedangkan di sisi lain, ada Iran yang dikabarkan memiliki afiliasi dengan sejumlah kelompok di Timur Tengah.
Amerika Serikat dan Israel kemudian melancarkan beberapa serangan ke Iran langsung. Hubungan tak harmonis yang telah menyelimuti Teheran dan Washington sejak akhir abad ke-20 menjadi tegang. Puncaknya, Supreme Leader Iran, Ayatollah Ali Khamenei tewas akibat serangan gabungan Amerika Serikat-Israel beberapa hari yang lalu.
Penyebab-Dampak Konflik Iran dan Amerika Serikat
Secara rinci, berikut ini penyebab dan dampak konflik Iran dan Amerika Serikat.
Penyebab Konflik Iran dan Amerika Serikat
- Terlepasnya pengaruh Amerika Serikat terhadap Iran akibat munculnya Revolusi Islam 1979.
- Program nuklir Iran yang membuat Amerika Serikat memberlakukan sanksi sehingga berujung merosotnya ekonomi Iran. Alhasil, jurang pemisah antarkedua negara semakin dalam.
- Keluarnya Amerika Serikat dari perjanjian nuklir atau Joint Comprehensive Plan of Act (JCPOA), mengembalikan perbaikan hubungan kedua negara ke titik nol.
- Terbunuhnya tokoh-tokoh Iran oleh serangan Amerika Serikat.
- Konflik kepentingan antara kubu Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Dampak Konflik Iran dan Amerika Serikat
- Ekonomi Iran sempat mengalami kemunduran akibat sanksi internasional atas program nuklirnya yang bermuara dari konfliknya dengan Amerika Serikat.
- Beberapa negara terdampak secara ekonomi dan keamanan akibat dua negara yang berseteru tersebut.
- Jalur minyak dunia terganggu, utamanya yang melewati rute Selat Hormuz milik Iran.
Demikian itulah uraian sejarah konflik Iran dan Amerika Serikat dari tahun ke tahun, lengkap dengan penyebab serta dampaknya. Semoga menambah wawasan tentang isu internasional ya, Dab!
Artikel ini ditulis oleh Mardliyyah Hidayati peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di BeritaKlik
(num/aku)

Komentar Terbanyak
Serangan Balik Tiyo Eks BEM UGM Usai Dituding Dekat dengan Tokoh PDIP
Pak Dukuh Tanam Padi di Pekarangan Pakai 840 Galon Bekas, Segini Hasil Panennya
Sederet Jawaban Tiyo Ardiyanto soal Tudingan Aliansi BEM Bersatu