Militer Iran Siapkan Balasan jika Trump Serang Infrastruktur Listrik

Internasional

Militer Iran Siapkan Balasan jika Trump Serang Infrastruktur Listrik

Wilda Hayatun Nufus - detikJogja
Senin, 06 Apr 2026 10:05 WIB
U.S. President Donald Trump attends a cabinet meeting at the White House in Washington, D.C., U.S., March 26, 2026. REUTERS/Evelyn Hockstein
Presiden AS Donald Trump. Foto: REUTERS/Evelyn Hockstein
Jogja -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengultimatum Iran untuk membuka Selat Hormuz atau AS akan menyerang infrastruktur listrik dan jembatan. Militer Iran menyatakan akan membalas jika hal itu terjadi.

Dilansir detikNews dari Aljazeera, Senin (6/4/2026), Trump menyiarkan ancaman tersebut melalui media sosialnya. Trump menyampaikan ancaman itu dengan penuh kata-kata kasar.

"Selasa akan menjadi Hari Pembangkit Listrik, dan Hari Jembatan, semuanya digabung menjadi satu, di Iran. Tidak akan ada yang seperti itu!!! Buka Selat s** itu, dasar b* g**, atau kalian akan hidup di Neraka - LIHAT SAJA! Segala puji bagi Allah," kata Trump dalam unggahan Truth Social.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya memberi tanggapan. Mereka menyatakan akan membalas dengan serangan dahsyat jika Trump menyerang infrastruktur sipil Iran.

"Jika serangan terhadap sasaran sipil terulang, tahapan selanjutnya dari operasi ofensif dan pembalasan kami akan jauh lebih dahsyat dan meluas," kata seorang juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya dalam sebuah pernyataan yang diunggah oleh stasiun televisi pemerintah IRIB di Telegram.

ADVERTISEMENT

Diketahui, pada 26 Maret, Trump memberi tenggat waktu 10 hari bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz yang ditutup Iran sejak AS dan Israel pertama kali menyerang pada 28 Februari.

Trump mengatakan kepada Fox News bahwa Iran saat ini sedang bernegosiasi dengan AS. Trump saat itu mengaku yakin dapat mencapai kesepakatan sebelum batas waktu yang ditentukan.

Para pejabat Iran mengecam ancaman Trump dan berjanji akan membalas setiap serangan terhadap infrastruktur mereka.

"Sekali lagi, presiden AS secara terbuka mengancam akan menghancurkan infrastruktur yang penting bagi kelangsungan hidup warga sipil di Iran," kata misi Iran untuk PBB menanggapi ancaman Trump.

"Komunitas internasional dan semua negara memiliki kewajiban hukum untuk mencegah tindakan kejahatan perang yang keji tersebut. Mereka harus bertindak sekarang. Besok sudah terlambat," tambah pernyataan itu.




(afn/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads