Bayu Elnino, siswa SMA Muhammadiyah 3, memberikan klarifikasi terkait video yang menampilkan dirinya mengaku dilengserkan dari jabatannya usai mengkritik program makan bergizi gratis (MBG). Ia membantah segala ucapan yang diucapkan dalam video viral tersebut.
Video klarifikasi Bayu diunggah akun Instagram pribadinya @bayuekni yang diunggah bersama akun resmi SMA Muhammadiyah 3 Jogja, @smamugajogja. Dalam video klarifikasi tersebut, Bayu yang masih mengenakan seragam OSIS memberikan klarifikasi rinci terkait poin-poin yang disampaikannya di video sebelumnya.
Dia menyebut apa yang disampaikan sebelumnya tidak benar. Bayu juga mengaku tidak dalam paksaan pihak manapun dalam membuat klarifikasi ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Klarifikasi resmi, Bayu Elnino SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta, Memohon maaf yang sebesar besarnya atas kegaduhan yang terjadi, Mohon maaf sebesar besarnya kepada pihak pihak yang dirugikan atas beredar narasi-narasi diatas," tulis Bayu dalam unggahannya dilihat detikJogja, Selasa (7/4/2026).
Mengenai klarifikasi itu, Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMA Muhammadiyah 3 Jogja, Muflikh Najib pun membenarkannya. Ia juga memastikan tidak ada sanksi yang diterapkan untuk Bayu.
"Sudah, sudah membuat video klarifikasi. Iya (dari Bayu sendiri), nggak ada tekanan," ujar Muflikh saat dihubungi, hari ini.
"Kalau kita intinya hanya meluruskan dan membina itu aja, dan mendampingi," sambungnya.
Lebih lanjut kata Muflikh, dengan klarifikasi ini pihaknya menganggap masalah ini sudah selesai. Ia juga mengaku tidak akan menelusuri video yang viral, kecuali jika pimpinan yayasan meminta adanya penelusuran lebih lanjut.
"Kalau untuk itu (penelusuran video sebelumnya) kita masih menunggu konfirmasi dari atasan kita, pimpinan kita. Tapi untuk saat ini kita cukupkan dulu karena untuk masalah klarifikasi sudah selesai," ungkapnya.
"Kalau itu tidak disampaikan ya (maksud dan tujuan membuat video viral sebelumnya), karena mungkin mas Bayu itu dalam kondisi yang bagi Mas Bayu itu ngikut arus lah, bahasanya gitu," lanjut Muflikh.
Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan seorang pemuda yang disebut bernama Bayu selaku Ketua SMA Muhammadiyah 3 Jogja dilengserkan dari jabatannya usai mengkritik program makan bergizi gratis (MBG). Pihak SMA Muhammadiyah 3 pun membantahnya.
Dalam video yang diunggah akun X @regar_oposisi, terlihat pemuda yang memperkenalkan diri sebagai Bayu dan menjabat sebagai ketua OSIS SMA Muhammadiyah 3. Dalam video berdurasi 1 menit 17 detik itu, ia mengaku telah dilengserkan dari jabatannya usai memberikan kritikan terhadap MBG.
"Bayu ketua osis SMA 3 Muhammadiyah Yogyakarta. Dilengserkan secara sepihak sebagai ketua osis oleh pihak sekolah karena mengkritik dan menolak MBG. Tolong klarifikasinya @muhammadiyah," tulis cuitan dalam unggahan tersebut dilihat detikJogja, Senin (6/4/2026).
Dimintai konfirmasi mengenai kebenaran video tersebut, Muflikh pun membenarkan jika pemuda tersebut benar bernama Bayu dan berstatus sebagai siswa kelas 12 di SMA Muhammadiyah 3 Jogja.
Namun, Muflikh membantah jika Bayu merupakan ketua OSIS SMA Muhammadiyah 3 Jogja. Ia juga mengaku telah memanggil Bayu untuk klarifikasi.
"Mas Bayu sendiri bukan ketua OSIS bukan ketua IPM, jadi Mas Bayu sekarang posisinya kelas 12, kalau pengurus organisasi kan kelas 11, nah kelas 11 kemarin Mas Bayu tidak ikut organisasi itu dan bukan ketua. Ikutnya di kelas 10, tapi hanya beberapa bulan kemudian mengundurkan diri," paparnya saat ditemui wartawan di SMA Muhammadiyah 3 Jogja, Senin (6/4).
"Ketika kami tanya ya anaknya sendiri bilang itu bohong, cuma kami belum selesai untuk memperdalam karena kelas 12 sedang ujian. Untuk sementara kami hanya bisa menyampaikan ini aja," sambung Muflikh.
Selain itu, lanjut Muflikh, kejanggalan juga terdapat pada masa program MBG pertama kali ada di SMA Muhammadiyah 3 Jogja yang tidak sesuai dengan pernyataan Bayu dalam video tersebut.
"Kita dapat MBG kan baru tahun ini, tahun ini mas Bayu kan kelar 12, organisasi kan kelas 11. Jadi apa yang disampaikan tidak benar semuanya," ungkapnya.
Muflikh bilang pihak sekolah pun tidak tahu menahu kapan dan dimana video tersebut dibuat. Namun ia menegaskan pihak sekolah tetap akan mengusut kejadian ini.
"Saya kurang tahu, hanya saja kalau dari videonya seperti kumpul-kumpul apa, saya kurang tahu," terang Muflikh.
"Permasalahan ini sedang kami dalami sedang kami gali, terkait motifnya seperti apa, untuk apa, tujuannya apa. Bahasa kami mungkin ini meresahkan ya," pungkasnya.
(apl/afn)

Komentar Terbanyak
Serangan Balik Tiyo Eks BEM UGM Usai Dituding Dekat dengan Tokoh PDIP
Pak Dukuh Tanam Padi di Pekarangan Pakai 840 Galon Bekas, Segini Hasil Panennya
Apakah Gigitan Orong-orong Berbahaya? Cari Tahu Bekas dan Cara Mengobatinya