Ancaman Trump Hancurkan Iran Jika Negosiasi Buntu

Internasional

Ancaman Trump Hancurkan Iran Jika Negosiasi Buntu

Novi Christiatuti - detikJogja
Sabtu, 11 Apr 2026 14:25 WIB
Presiden AS Donald Trump berbicara kepada wartawan saat ia dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio (kiri) meninggalkan Gedung Putih dalam perjalanan ke Florida pada 20 Maret 2026 di Washington DC. Trump menghabiskan akhir pekan di klub pribadinya, Mar-a-Lago.
Donald Trump. Foto: (Getty Images via AFP/CHIP SOMODEVILLA)
Jogja -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menghancurkan Iran jika negosiasi yang sedang berlangsung di Pakistan berujung kegagalan. Trump mengatakan pihaknya tengah mempersiapkan diri dengan amunisi terbaik untuk kembali menyerang Iran jika kesepakatan gagal.

"Kita sedang melakukan pengaturan ulang. Kita sedang mengisi kapal-kapal dengan amunisi terbaik, senjata terbaik yang pernah dibuat, bahkan lebih baik dari yang kita gunakan sebelumnya, dan kita telah menghancurkan mereka," kata Trump kepada New York Post, seperti dilansir Al Arabiya, sebagaimana dikutip detikNews, Sabtu (11/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk diketahui, Wakil Presiden AS JD Vance bertolak ke Islamabad, Pakistan, untuk memimpin delegasi AS dalam perundingan dengan Iran, Trump menyinggung soal "penghancuran total" Iran.

Vance akan bergabung dengan Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, dan menantu Trump, Jared Kushner, untuk menegosiasikan perdamaian permanen setelah gencatan senjata selama dua minggu disepakati AS-Iran pada Selasa (7/4).

ADVERTISEMENT

"Kita sedang mengisi kapal-kapal dengan senjata terbaik yang pernah dibuat, bahkan pada tingkat yang lebih tinggi daripada yang kita gunakan sebelumnya untuk melakukan penghancuran total," tegas Trump dalam pernyataannya.

"Dan jika kita tidak mencapai kesepakatan, kita akan menggunakannya, dan kita akan menggunakannya dengan sangat efektif," ucapnya memperingatkan.

Lebih lanjut, Trump mempertanyakan kejujuran tim negosiasi Iran, yang dipimpin oleh ketua parlemen, Mohammad Bagher Ghalibaf, dan mencakup Menteri Luar Negeri (Menlu) Abbas Araghchi, serta para pejabat Teheran lainnya.

Sementara itu, melalui media sosial Truth Social, Trump mengatakan bahwa Iran "tampaknya tidak menyadari bahwa mereka tidak memiliki kartu apa pun, selain pemerasan jangka pendek terhadap dunia dengan menggunakan jalur perairan internasional".

"Satu-satunya alasan mereka masih hidup hari ini adalah untuk bernegosiasi!" sebutnya.




(par/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads