Kena Kritik Keras Trump, Paus Leo XIV: Saya Bukan Politikus

Internasional

Kena Kritik Keras Trump, Paus Leo XIV: Saya Bukan Politikus

Novi Christiastuti - detikJogja
Selasa, 14 Apr 2026 09:55 WIB
Paus Leo XIV memimpin Misa Yubileum Kaum Miskin di Basilika Santo Petrus, Vatikan, Minggu (16/11/2025), dalam sebuah perayaan yang penuh kehangatan dan kepedulian bagi umat yang kurang mampu. Ribuan umat berkumpul di dalam dan sekitar basilika untuk menyaksikan momen bersejarah ini. REUTERS/Yara Nardi
Paus Leo XIV. Foto: REUTERS/Yara Nardi
Jogja -

Pemimpin Katolik, Paus Leo XIV, menanggapi kritikan keras yang dilontarkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Sri Paus menjawab bahwa dirinya "tidak berniat untuk berdebat".

Paus Leo merespons sindiran Trump itu kepada awak media dalam pesawat kepausan di tengah perjalanan ke Aljazair, kunjungan pertama Paus Leo ke Afrika, seperti dikutip AFP via detikNews Senin (13/4/2026).

"Saya bukan seorang politikus," kata Paus Leo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya tidak berniat untuk berdebat dengannya (Trump). Pesannya masih sama: untuk mempromosikan perdamaian," ucapnya.

ADVERTISEMENT

Diketahui, Trump sempat memberikan kecaman keras kepada Paus bernama asli Robert Francis Prevos itu. Trump bereaksi usai Paus Leo XIV mengecamnya terkait perang antara AS-Israel melawan Iran.

Dalam kecamannya, presiden 79 tahun tersebut menyebut Paus Leo XIV "sangat buruk dalam kebijakan luar negeri".

"Kita tidak menyukai Paus yang mengatakan bahwa memiliki senjata nuklir itu boleh-boleh saja. ... Dia adalah orang yang tidak berpikir bahwa kita harus bermain-main dengan negara yang menginginkan senjata nuklir, sehingga mereka dapat menghancurkan dunia," kata Trump dalam kritikannya.

"Saya bukan penggemar Paus Leo," imbuh Presiden AS itu.

Paus Leo XIV, Paus pertama yang berasal dari AS, sangat vokal menentang perang yang dikobarkan AS dan Israel terhadap Iran sejak 28 Februari tersebut. Pekan lalu, Paus berusia 70 tahun itu mengutuk ucapan Trump yang mengancam bakal "memusnahkan peradaban Iran" bila tidak segera membuka Selat Hormuz, menyebutnya "benar-benar tidak bisa diterima".

Dalam unggahan di media sosialnya, Social Truth, Trump memberikan kecaman lebih panjang kepada Paus Leo XIV, yang disebutnya "lemah".

"Saya tidak menginginkan seorang Paus yang mengkritik Presiden Amerika Serikat," ucap Trump.

Trump juga menambahkan klaim soal Paus Leo "tidak ada dalam daftar untuk menjadi Paus, dan hanya ditempatkan di sana oleh Gereja karena dia orang Amerika, dan mereka berpikir itu akan menjadi cara terbaik untuk berurusan dengan Presiden Donald J. Trump."




(apu/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads