Tim Etik Universitas Aisyiyah (Unisa) Jogja membeberkan hasil investigasi awal soal mahasiswanya yang disebut-sebut berpakaian wanita dan menyusup ke toilet mahasiswi.
Kepala Biro Humas dan Protokol Unisa Yogyakarta, Sinta Maharani, mengatakan Tim Etik Unisa Yogyakarta menjalankan proses investigasi sesuai dengan SOP yang berlaku.
"Hingga saat ini masalah yang terkait dengan mahasiswa yang bersangkutan masih dalam proses investigasi untuk menemukan kebenarannya," kata Sinta dalam keterangannya, Rabu (1/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hasil investigasi awal tidak ditemukan fakta mahasiswa tersebut masuk ke toilet perempuan. Saat ini UNISA Yogyakarta berharap semua masyarakat mengedapankan asas praduga tidak bersalah," sambungnya.
Sinta mengatakan, Unisa sebagai institusi pendidikan tidak mentolerir segala bentuk pelanggaran etika, baik yang dilakukan oleh mahasiswa maupun sivitas akademika lainnya.
"Selanjutnya UNISA Yogyakarta akan mengambil keputusan berdasarkan rekomendasi tim investigasi, baik berupa pembinaan maupun sanksi yang lebih berat, terngantung jenis pelanggaran yang dilakukan," ujar Sinta.
Penjelasan Wakil Rektor Unisa
Diketahui, Unisa Jogja tengah menangani perkara seorang mahasiswa yang kedapatan menyusup ke toilet wanita. Kasus ini jadi viral. Sebelumnya, Unisa juga pernah menangani kasus hampir serupa.
Dalam kasus pertama, mahasiswa yang bersangkutan dikenai sanksi Drop Out (DO). Adapun dalam kasus kedua ini, mahasiswa yang bersangkutan tengah mendapatkan pembinaan dan belum kena Drop Out (DO).
Wakil Rektor III Unisa Jogja, Prof Mufdlilah, menjelaskan ada dua kasus hampir serupa yang ditangani Unisa. Kasus pertama terjadi sudah lama dan kampus memutuskan untuk menjatuhkan sanksi DO terhadap mahasiswa tersebut.
"Sementara itu untuk kasus kedua yang berkembang, mahasiswa berpenampilan tidak sebagaimana mestinya tengah mendapat pembinaan dari kampus," kata Mufdillah dalam keterangannya yang diterima detikJogja, Selasa (30/6/2026).
Mufdlilah menyatakan kampus akan terus melakukan penguatan sistem pembinaan kemahasiswaan. Kampus juga mengevaluasi kebijakan guna memastikan terciptanya lingkungan akademik yang aman, tertib, dan kondusif bagi seluruh sivitas akademika.
"Universitas mengajak seluruh pihak untuk menyikapi informasi secara bijaksana, mengedepankan tabayyun, serta menghindari penyebaran identitas pribadi maupun perundungan terhadap pihak-pihak yang terlibat," ujar dia.
"Sebagai institusi pendidikan, UNISA Yogyakarta meyakini bahwa penegakan aturan harus berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap martabat manusia, etika, dan prinsip pendidikan yang berkeadaban," imbuh Mufdlilah.
Diberitakan sebelumnya, akun Instagram @mkc.Unisa menyebut adanya laporan mengenai seorang mahasiswa aktif Program Studi Sarjana Psikologi Unisa Jogja yang melakukan tindakan yang tidak pantas yakni berpenampilan seperti wanita hingga menyusup ke toilet mahasiswi.
"Sangat ironis melihat Universitas 'Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta kecolongan dan terkesan tutup mata terhadap oknum mahasiswa laki-laki Psikologi yang nekat berpakaian perempuan, menyusup ke kamar mandi mahasiswi, hingga menginap di kost lawan jenis," tulis akun tersebut dilihat detikJogja, Selasa (30/6/2026).
"Kekecewaan kian memuncak karena alih-alih menindak tegas, oknum dosen melalui akun @innexxxxx justru kedapatan membuat konten bersama mahasiswa tersebut, sebuah tindakan permisif demi eksistensi digital yang menormalisasi penyimpangan kodrat," imbuh keterangan di akun tersebut.
(dil/ahr)

Komentar Terbanyak
Serangan Balik Tiyo Eks BEM UGM Usai Dituding Dekat dengan Tokoh PDIP
Eks Ketua BEM UGM Tiyo Sebut Pelapor Dirinya ke Polisi Lagi Caper ke Presiden
Sederet Jawaban Tiyo Ardiyanto soal Tudingan Aliansi BEM Bersatu