Bagi masyarakat Jawa, khususnya di daerah Jogja dan Solo, bunga wijaya kusuma memiliki mitos terkenal yakni membawa keberuntungan. Ada pula anggapan bahwa siapa yang menemukan wijaya kusuma akan segera dianugerahi bayi.
Salah satu karakteristik unik wijaya kusuma adalah bunganya hanya mekar malam hari. Menurut penjelasan di buku Panduan Praktis Mengenal Tumbuhan di Sekitar Kita oleh Deniek G Sukarya, jelang terbit Matahari, bunganya otomatis layu dan berguguran.
Karena hanya mekar malam hari, banyak orang beranggapan bahwasanya wijaya kusuma sama dengan sedap malam. Benarkah begitu? Cari tahu faktanya melalui pembahasan lengkap di bawah ini!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bunga Wijaya Kusuma dan Sedap Malam Sama?
Jawaban ringkasnya: tidak. Arief Hariana dalam bukunya, Tumbuhan Obat dan Khasiatnya menyebut wijaya kusuma memiliki nama Latin Epiphyllum oxypetalum Haw. Bunga ini juga dikenal sebagai kembang hongte atau bunga ratu malam.
Di sisi lain, nama ilmiah bunga sedap malam adalah Polianthes tuberosa sebagaimana tertera di buku Mengenal Aneka Flora & Fauna Indonesia oleh Wahyu Anisha. Sebelum dinamakan Polianthes tuberosa, bunga sedap malam diberi nama ilmiah Agave amica.
Karakteristik Bunga Wijaya Kusuma dan Sedap Malam
Di samping nama ilmiah, bunga wijaya kusuma dan sedap malam bisa dibedakan berdasarkan karakteristik fisiknya. Diambil dari Garden Clinic dan Gardenia, ini beberapa cirinya:
Wijaya Kusuma
- Tanamannya bisa tumbuh hingga 2 meter.
- Tanaman wijaya kusuma tumbuh merambat.
- Batang dan daun sedikit menguning jika terkena cahaya Matahari kuat.
- Bunga berwarna putih berbentuk corong atau bintang.
- Kelopak bunga sempit.
- Aroma manis dikeluarkan bunga wijaya kusuma.
- Bunga hanya mekar untuk 1 malam saja.
- Bunga layu saat fajar.
Sedap Malam
- Bunga sedap malam beraroma manis, lembut, sekaligus eksotis.
- Bunganya sering kali menarik serangga penyerbuk nokturnal.
- Aroma sedap malam paling kuat muncul malam hari.
- Mekar pada awal musim panas.
- Bunga tersusun berjajar dalam satu tangkai.
- Bentuk bunga tabung memanjang dengan mahkota mekar seperti bintang.
- Bunga berwarna putih.
- Setiap kuntum bunga sedap malam berukuran 3 sampai 6 cm.
Mitos Bunga Wijaya Kusuma dan Sedap Malam
Faktor lain yang membuat wijaya kusuma dan sedap malam kerap dianggap sama adalah mitos. Bagaimana tidak, keduanya memang diselimuti mitos yang masih kental sampai sekarang. Di antaranya:
1. Pusaka Kraton Dwarawati
Disadur dari buku Filosofi Rumah Jawa oleh Asti Musman, wijaya kusuma diyakini sebagai pusaka Kraton Dwarawati. Sebagaimana detikers ketahui, Kraton Dwarawati adalah kerajaan tempat Batara Kresna berkuasa dalam kisah pewayangan.
2. Syarat Menjadi Raja
Konon, seorang yang akan naik tahta menjadi raja harus memiliki sekuntum bunga wijaya kusuma. Dalam majalah Adiluhung Edisi 13: Wayang, Keris, Batik dan Kuliner Tradisional, dijelaskan bahwa wijaya kusuma hanya bisa diambil oleh orang yang sudah bermeditasi dan menyucikan diri.
Dahulu, di Kerajaan Mataram, seorang raja yang belum berhasil memetik wijaya kusuma tidak diakui sebagai raja dunia kasar maupun halus. Bunga para raja ini hanya bisa diambil di Segara Anakan, Cilacap.
3. Sumber Keberuntungan
Di China, bunga yang dinamai Keng-hwa ini dianggap membawa keberuntungan. Keyakinan serupa juga ada di India. Menurut keyakinan setempat, keluarga yang menyaksikan wijaya kusuma mekar malam hari akan mendapat kemakmuran dalam hidup.
4. Tanda Kedatangan Makhluk Halus
Yunie Sutanto di bukunya, Ada Apa dengan Bunga?, menuliskan salah satu mitos bunga sedap malam yang bikin bergidik. Bagaimana tidak, wangi sedap malam menandakan kedatangan makhluk halus. Oleh karena itu, tidak jarang bunga sedap malam dimanfaatkan untuk memanggil roh halus.
5. Penyebab Panjang Umur
Mitos lain bunga sedap malam yang termasyhur adalah khasiatnya untuk membuat seseorang panjang umur. Kepercayaan ini muncul karena bunga sedap malam dianggap melambangkan kehidupan yang panjang, keteguhan, dan keberlangsungan hidup dalam sejumlah tradisi masyarakat.
Akhir kata, wijaya kusuma dan sedap malam adalah dua jenis bunga yang berbeda. Semoga menjawab pertanyaan detikers, ya!
(num/dil)

Komentar Terbanyak
Pak Dukuh Tanam Padi di Pekarangan Pakai 840 Galon Bekas, Segini Hasil Panennya
Apakah Gigitan Orong-orong Berbahaya? Cari Tahu Bekas dan Cara Mengobatinya
14 Orang Jadi Tersangka Baru Kasus Penyiksaan Anak Daycare Little Aresha Jogja