Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul meninjau lokasi gedung sekolah rakyat di Kulon Progo. Ia menyebut progres pembangunannya sudah 90 persen dan ditarget selesai dalam dua pekan ke depan. Sekolah itu akan menerima ratusan siswa pada tahun ini.
Gus Ipul menyambangi lokasi pembangunan sekolah rakyat SR Gulurejo yang terletak di Kalurahan Gulurejo, Kapanewon Lendah, Kulon Progo pada Senin (6/7). Dalam kunjungannya, ia menyebut dalam dua pekan ke depan sekolah itu sudah bisa dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar.
"Alhamdulillah, gedung permanen ini salah satu dari 104 gedung permanen yang dibangun di tahun ini, tahun 2026. Targetnya dua minggu lagi sudah bisa kita manfaatkan untuk proses belajar mengajar," ujar Gus Ipul kepada wartawan di Lendah, Kulon Progo, Senin (6/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gus Ipul menjelaskan, Sekolah Rakyat di Jogja sebelumnya merupakan sekolah rintisan yang masih menggunakan gedung sementara. Lahan pembangunan gedung permanen disediakan oleh Pemerintah DIY, sedangkan pembangunannya dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
"Saya berterima kasih kepada Kementerian PU. Dalam waktu kurang dari enam bulan sudah bisa menghadirkan pembangunan seperti ini. Di tempat ini progresnya sudah mencapai lebih dari 90 persen. Targetnya dua minggu lagi sudah bisa dimanfaatkan untuk proses belajar mengajar," ujarnya.
Menurut Gus Ipul, tahun ini SR Gulurejo akan menerima lebih dari 300 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA. Ke depan, kapasitas sekolah ditargetkan terus ditingkatkan hingga mampu menampung sekitar 1.000 siswa.
"Tahun ini kita menerima lebih dari 300 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA. Nah, tentu akan ditingkatkan menjadi 1.000 siswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA mengikuti arahan dari Bapak Presiden," tuturnya.
Ia menyebut pembangunan gedung permanen SR Gulurejo merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. Secara nasional, tahun ini terdapat 104 gedung permanen yang tengah dibangun.
Gus Ipul mengakui masih ada sejumlah proyek yang belum rampung akibat kendala di lapangan, seperti distribusi material bangunan menuju lokasi proyek. Pemerintah bersama Kementerian PU terus melakukan percepatan agar seluruh pembangunan dapat segera diselesaikan.
"Kami koordinasi terus dengan Kementerian PU. Di lapangan memang ada hambatan, di beberapa titik kesulitan bahan bangunan karena transportasi menuju lokasi pembangunan. Tapi kami berharap gedung-gedung ini bisa lebih cepat selesai karena siswa-siswanya juga sudah ditetapkan," pungkasnya.
(dil/apu)

Komentar Terbanyak
Pak Dukuh Tanam Padi di Pekarangan Pakai 840 Galon Bekas, Segini Hasil Panennya
Apakah Gigitan Orong-orong Berbahaya? Cari Tahu Bekas dan Cara Mengobatinya
14 Orang Jadi Tersangka Baru Kasus Penyiksaan Anak Daycare Little Aresha Jogja