PT Agrinas Pangan Nusantara bakal mengimpor 105.000 unit mobil pikap dari India. Ratusan ribu pikap ini bakal dipakai untuk operasional Koperasi Merah Putih.
Impor 105 ribu pikap ini dianggarkan senilai Rp 24,66 triliun. Pikap itu bakal diimpor dari India, 35 ribu unit di antaranya adalah Scorpio pickup dan Mahindra & Mahindra.
"Pickup kami didesain untuk beroperasi di kondisi jalan berat namun bisa menjaga biaya operasional seminim mungkin. Volume yang dijanjikan dalam kemitraan ini akan secara signifikan meningkatkan operasi internasional kami bahkan mencapai total volume ekspor pada tahun fiskal 2025. Sesuai dengan filosofi Rise Mahindra, komitmen ini mencerminkan komitmen kami untuk memfasilitasi kemakmuran dan mendukung prioritas nasional," ungkap CEO Divisi Otomotif Mahindra & Mahindra Ltd Nalinikanth Gollagunta dalam laman resminya dikutip dari detikOto, Jumat (20/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, 70 ribu unit sisanya didatangkan dari Tata Motors. Adapun jenis yang dipasok yakni 35 ribu pickap Yodha dan 35 ribu pikap Ultra T.7 Light Truck. Sehingga total proyek keseluruhan mencapai Rp 24,66 triliun.
Rencana Impor Tuai Sorotan Tajam
Meski begitu, pengadaan pikap asal India ini menuai sorotan. Indonesia disebut punya kemampuan memproduksi kendaraan jenis pikap. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut bila pengadaan itu dipenuhi produsen dalam negeri, bakal memberi dampak positif sekitar Rp 27 triliun.
"Apabila seluruh kebutuhan kendaraan pick-up dipenuhi melalui impor, maka nilai tambah ekonomi dan penyerapan tenaga kerja akan dinikmati oleh industri di luar negeri. Namun, apabila kebutuhan tersebut dapat dipenuhi oleh industri dalam negeri, maka manfaat ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan industri nasional juga akan dirasakan di dalam negeri," ujar Agus dalam siaran persnya.
Agus menyebut saat ini industri otomotif nasional sudah punya kemampuan produksi kendaraan pikap dengan kapasitas yang signifikan sekitar satu juta unit per tahun. Adapun produsen kendaraan pick-up antara lain PT Astra Daihatsu Motor, PT Isuzu Astra Motor Indonesia, PT Mitsubishi Motor Krama Yudha Indonesia, PT Suzuki Indomobil Motor, PT SGMW Motor Indonesia, dan PT Sokonindo Automobile.
"Dengan kapasitas tersebut, industri kendaraan pickup nasional dinilai mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik sekaligus memperkuat daya saing industri otomotif Indonesia di tingkat global," tegas Agus.
(ams/apu)

Komentar Terbanyak
Pak Dukuh Tanam Padi di Pekarangan Pakai 840 Galon Bekas, Segini Hasil Panennya
Apakah Gigitan Orong-orong Berbahaya? Cari Tahu Bekas dan Cara Mengobatinya
14 Orang Jadi Tersangka Baru Kasus Penyiksaan Anak Daycare Little Aresha Jogja