Hajad Kawula Dalem Lampah Budaya Mubeng Beteng dari Abdi Dalem Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat malam ini berjalan begitu khidmat dalam keheningan. Hanya terdengar sayup langkah kaki dari ribuan warga yang turut berjalan mengiringi para abdi dalem.
Dentingan suara lonceng dari Kagungan Dalem Bangsal Pancaniti menggema mengiringi keberangkatan para abdi dalem tepat tengah malam. Rombongan pembawa panji-panji memimpin rombongan menapaki jalan.
"Bertepatan lonceng di Kagungan Dalem kemandungan lor atau keben ini berbunyi 12 kali maka utusan dari Keraton atau perwakilan dari Keraton melepaskan iring-iringan ini," jelas Ketua Paguyuban Abdi Dalem, KRT. Kusumanegara, Selasa (16/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prosesi mubeng beteng Keraton Jogja. Foto: Adji Ganda Rinepta/detikJogja |
Warga begitu antusias, terlihat dari banyaknya orang yang turut dalam rombongan. 15 menit dari sejak rombongan berangkat, baru terlihat ujung paling belakang rombongan. Dalam diam, para Abdi Dalem bersama ribuan warga ini merefleksi diri setahun ke belakang.
Sepanjang perjalanan menapaki jalan, keheningan terjaga. Barikade warga berbaris rapi dan sabar menunggu rombongan melintas. Mereka juga diam menyimak rombongan berjalan hingga tujuan.
"Arah Mubeng Beteng dari pancaniti keluar langsung arah ke kanan menuju Alun-alun Utara, dari Alun-alun Utara lewat Jalan Kauman sampai pojok Beteng Lor Kulon ke kiri, langsung arah ke Jalan Wahid Hasyim sampai di pojok Beteng Kidul Kulon arah ketimur sampai pojok Beteng Timur," terang Paguyuban Abdi Dalem, KRT. Wijayapamungkas.
"Dari pojok Beteng Timur arah ke utara sampai pojok beteng ini Jalan Gondomanan masuk ke arah Alun-alun Utara langsung Jalan Pangurakan ke kiri lagi langsung masuk. Kalau jarak kurang lebih 5 kilo-an," sambungnya.
Sebelum mubeng beteng lebih dulu digelar pembacaan macapat yang dimulai pukul 21.00 WIB di Kagungan Dalem Bangsal Pancaniti Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat. Kemudian pada pukul 23.00 - 23.50 WIB dilakukan seremonial dan persiapan pemberangkatan peserta Lampah Budaya Mubeng Beteng di lokasi yang sama.
(apl/apl)


Komentar Terbanyak
Serangan Balik Tiyo Eks BEM UGM Usai Dituding Dekat dengan Tokoh PDIP
Pak Dukuh Tanam Padi di Pekarangan Pakai 840 Galon Bekas, Segini Hasil Panennya
Sederet Jawaban Tiyo Ardiyanto soal Tudingan Aliansi BEM Bersatu