Semen Padang harus mengakui ketangguhan PSIM Jogja pada lanjutan Super League 2025/2026. Kabau Sirah takluk dengan skor tipis 0-1 dalam laga yang diwarnai kontroversi keputusan wasit.
Duel PSIM Jogja vs Semen Padang berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (4/1/2026) sore. Gol semata wayang Laskar Mataram dicetak oleh Ze Valente melalui eksekusi penalti pada menit ke-64.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelatih Semen Padang, Dejan Antonic, meluapkan kekecewaannya terhadap kepemimpinan wasit asal Korea Selatan, Ko Hyungjin. Ia menilai timnya dirugikan oleh sejumlah keputusan, terutama terkait penggunaan VAR.
"Saya baru datang ke sini dan kembali melihat masalah yang kita punya. Kita semua hidup dari sepakbola. Kalau kondisinya seperti ini, tidak mungkin bisa berjalan," ujar Dejan saat jumpa pers usai laga, Minggu (4/1/2026).
Pelatih asal Serbia itu bahkan membandingkan pengalaman melatihnya di luar negeri dengan kondisi yang ia rasakan di Indonesia.
"Saya dua tahun di China, dan hal seperti ini tidak ada. Saya tidak bisa diam. Saya melihat bagaimana wasit memperlakukan pemain. Semoga wasit seperti itu tidak datang lagi ke Indonesia," tegasnya.
Menurut Dejan, PSIM memang tampil dominan, namun hasil akhir dinilainya sangat dipengaruhi oleh keputusan pengadil lapangan. Ia juga menyoroti kinerja VAR yang dinilai tidak berjalan optimal sepanjang pertandingan.
"PSIM mendominasi pertandingan, tapi orang yang memakai baju kuning itu yang menentukan. Kalau lawan memang lebih bagus, tidak apa-apa. Tapi kalau seperti ini, itu tidak membantu PSIM, tidak membantu kami, dan tidak membantu sepak bola," katanya.
"Menit 2 sampai 15 VAR tidak jalan. Dia membuat keputusan sendiri. Gol PSIM baru di menit berapa VAR baru berjalan. Di babak pertama VAR juga mati. Kami hanya ingin keputusan yang 100 persen jelas, mau menang atau kalah," jelasnya.
Ia mengaku sangat kecewa karena para pemainnya sudah bekerja keras, meski kondisi tim tidak ideal. Ia kembali gusar dengan keputusan wasit di laga tadi.
"Kami punya enam pemain yang sakit, tapi mereka tetap semangat dan bisa mencuri poin. Anak-anak bekerja keras, dan saya malu dengan kondisi seperti ini. Minggu lalu sudah berat, sekarang kami seperti dicuri lagi. Sakit hati, kita sakit hati, saya sakit hati," ucap Dejan.
Sementara itu, salah satu pemain Semen Padang, Rosad Setiawan juga mengungkapkan kekecewaannya atas hasil pertandingan.
"Kami kecewa dengan hasil ini. Pertandingan tadi sangat berat. Kami semua fokus dan berharap bisa mendapatkan satu poin, tetapi penalti tersebut membuat hasil tidak berpihak kepada kami. Sekarang kami harus fokus ke pertandingan selanjutnya," ujarnya.
(ams/ams)

Komentar Terbanyak
Serba-serbi SMA De Britto, Siswa Bebas Gondrong hingga Kelas Kandang Kuda
Duduk Perkara Danrem Pamungkas Cekcok dengan Marshal Saat Ikut Maraton
Kronologi Cekcok Ajudan Danrem Jogja Maraton Tanpa BIB Berujung Minta Maaf