Manajemen PSIM Jogja buka suara terkait rencana bursa transfer paruh musim yang akan dibuka pada 10 Januari mendatang. Laskar Mataram berpeluang tak mendatangkan pemain baru.
Sebelumnya, pelatih PSIM Jean-Paul van Gastel menyebut timnya tidak akan merekrut pemain tambahan pada paruh musim ini dengan alasan keterbatasan anggaran. Namun, pernyataan tersebut diluruskan oleh Direktur Utama PSIM Jogja, Yuliana Tasno.
Perempuan yang akrab disapa Liana itu menegaskan bahwa keputusan tidak menambah pemain bukan karena keterbatasan dana. Menurutnya, alokasi anggaran untuk perekrutan pemain sudah disepakati sejak awal musim dan sepenuhnya diserahkan kepada tim pelatih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Budget kan sudah disiapin dari awal sebenarnya. Nah, kami dari sisi manajemen itu membebaskan kepada first team untuk memilih gitu. Pokoknya intinya kan budgetnya sekian gitu," ujar Liana kepada wartawan, Senin (5/1/2026).
Ia menjelaskan, tim pelatih sejak awal memilih untuk memaksimalkan anggaran pada putaran pertama kompetisi dengan merekrut sejumlah pemain baru.
"Jadi waktu itu mereka all out, bener-bener all out di putaran pertama. Ingat tidak kami tambah Anto Fase, dan Donny Warmerdam," tegasnya
Liana kembali menekankan bahwa manajemen tidak membatasi anggaran perekrutan pemain. Namun, seluruh dana yang tersedia sudah dimaksimalkan sejak awal musim.
"Jadi maksudnya bukan tidak ada budget, seperti yang dikatakan gitu ya. Cuma maksudnya mereka sudah memaksimalkan budget yang ada," ucapnya.
Meski demikian, Liana mengaku manajemen tetap menghormati dan mendukung penuh keputusan tim pelatih untuk melanjutkan kompetisi dengan komposisi pemain yang ada saat ini.
"Tapi itu kan keputusan kita kembalikan ke first team. Jadi dari manajer, ya di mana manajer penyambung antara head coach kepada manajemen kantor. Tapi kita manajemen support, benar-benar support," pungkasnya.
(dil/afn)

Komentar Terbanyak
Serangan Balik Tiyo Eks BEM UGM Usai Dituding Dekat dengan Tokoh PDIP
Eks Ketua BEM UGM Tiyo Sebut Pelapor Dirinya ke Polisi Lagi Caper ke Presiden
Kronologi Cekcok Ajudan Danrem Jogja Maraton Tanpa BIB Berujung Minta Maaf