Heboh Tendangan Kungfu Warnai Liga 4 DIY UAD FC Vs Kafi Jogja

Heboh Tendangan Kungfu Warnai Liga 4 DIY UAD FC Vs Kafi Jogja

Serly Putri Jumbadi - detikJogja
Rabu, 07 Jan 2026 08:56 WIB
Silhouette action sport
Ilustrasi. Foto: Getty Images/iStockphoto/Natee127
Jogja -

Viral di media sosial tendangan kungfu mewarnai laga antara UAD FC vs Kafi Jogja di Liga 4 DIY. Hal itu menjadi sorotan warganet.

Laga UAD FC vs Kafi Jogja digelar di Lapangan Sitimulyo, Piyungan, Bantul, Selasa (6/1/2026). Laga itu diwarnai insiden benturan keras antarpemain.

Potongan video kejadian itu viral di media sosial dan dibagikan oleh sejumlah akun Instagram. Insiden terjadi pada menit ke-72 saat pemain Kafi Jogja FC, Dwi Aan, terlihat mengangkat kaki terlalu tinggi hingga menyerupai tendangan kungfu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aksi tersebut mengenai kepala pemain UAD FC, Amirul, yang langsung terjatuh dan memegangi kepalanya. Pada laga itu Kafi Jogja FC menang dengan skor 1-0.

Pelatih Kafi Jogja FC, Nopendi, menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi dalam situasi pertandingan yang berlangsung cepat. Menurutnya, kondisi bola yang memantul tidak stabil turut memengaruhi kejadian di lapangan.

ADVERTISEMENT

"Kalau pastinya situasinya pertandingan. Saya lihat bolanya memang mantulnya tidak stabil, tapi di luar itu saya juga tidak tahu persis," ujar Nopendi saat dihubungi wartawan, Rabu (7/1/2026).

Nopendi mengatakan. sejak awal ia sudah mengingatkan agar para pemain bermain fair play. Namun, dinamika di lapangan terkadang sulit dikendalikan sepenuhnya.

"Dari awal saya sudah tekankan untuk bermain fair play. Tapi di lapangan kita tidak tahu kondisi seperti apa. Yang jelas, sebagai pelatih saya juga merasa bersalah atas kejadian ini," katanya.

Nopendi juga menyampaikan permintaan maaf atas insiden tersebut, baik secara pribadi maupun atas nama tim dan pemain yang bersangkutan.

"Saya sebagai pelatih meminta maaf terkait insiden tadi karena kita tidak menginginkan hal seperti ini terjadi," ucapnya.

Sementara Manajer UAD FC, Ahid Mudayana, menyesalkan kejadian yang dialami salah satu pemainnya. Ia menilai pelanggaran sangat berbahaya dan tak seharusnya dilakukan sesama pemain sepakbola.

"Kami sangat menyayangkan dengan adanya kejadian tersebut apalagi sebenarnya kedua tim bermain cukup baik. Wasit harus lebih jeli dan tegas terhadap pelanggaran yang membahayakan pemain agar kejadian tersebut tidak terulang lagi ke depannya," katanya.

"Jangan sampai sepakbola di Jogja menjadi tidak bermartabat dengan kejadian-kejadian yang dapat merugikan tim peserta Liga 4," ungkapnya.




(apl/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads