Gelandang PSIM Jogja, Fahreza Sudin, harus menepi lebih lama membela Laskar Mataram. Ia mendapat sanksi tambahan dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI lantaran insiden kartu merah yang ia dapat saat laga kontra Semen Padang pada awal Maret lalu.
Diketahui, akibat hukuman kartu merah tersebut, Fahreza absen saat PSIM menjamu Persijap Jepara pada pekan lalu. Ia pun mendapat sanksi tambahan absen di dua laga selanjutnya yakni kontra Dewa United FC dan PSM Makassar.
"Fahreza dipastikan absen dalam tiga pertandingan. Selain sanksi otomatis satu laga karena kartu merah melawan Padang, dia mendapatkan tambahan sanksi larangan bermain di dua laga dari Komite Disiplin," ujarn Manajer PSIM, Razzi Taruna, dalam keterangan yang diterima detikJogja, Sabtu (28/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Artinya, ia baru bisa kembali bermain saat kita menghadapi Bhayangkara. Hal ini berlaku setelah tim melewati laga melawan PSM Makassar," lanjutnya.
Razzi menyebut, manajemen PSIM merespons hal ini secara objektif dan terbuka. Ia mengaku setuju dengan kartu merah tersebut, namun manajemen mempertanyakan terkait sanksi tambahan tersebut.
"Secara pribadi dan klub, kami sepakat dengan keputusan kartu merah tersebut karena pelanggaran yang terjadi memang berisiko dan berbahaya. Terkait tambahan sanksi dua pertandingan dari Komdis, kami sebenarnya cukup mempertanyakannya," ungkapnya.
Meski begitu, Razzi bilang, manajemen tetap patuh pada regulasi kompetisi. Ia menyebut tim tentu kehilangan sosok Fahreza yang merupakan salah satu pemain pilar PSIM.
"Meski begitu, kami menghormati keputusan tersebut. Kehilangan Fahreza untuk tiga pertandingan tentu cukup terasa, mengingat ia adalah pemain reguler penting bagi tim," imbuhnya.
Lebih lanjut, Razzi melihat absennya Fahreza sebagai sesuatu yang positif bagi pemain lain yang belum memiliki banyak menit bermain untuk tim.Ia mengaku bahwa iklim kompetisi dalam tim akan berjalan baik, serta semua pemain siap apabila dibutuhkan tim untuk bermain.
"Mengutip penyampaian tim pelatih, Coach Jean-Paul Van Gastel, situasi ini memiliki dua sisi. Di satu sisi merugikan kedalaman skuad, tetapi di sisi lain, ini adalah kesempatan bagus bagi pemain-pemain lain yang berkesempatan menggantikan Fahreza untuk membuktikan diri," tuturnya.
"Iklim kompetisi di dalam tim akan berjalan baik. Hal tersebut terjadi karena semua pemain bersaing secara sehat untuk bisa tampil dan mereka semua siap apabila ditunjuk oleh pelatih sewaktu-waktu," pungkasnya.
(apl/apl)

Komentar Terbanyak
Serangan Balik Tiyo Eks BEM UGM Usai Dituding Dekat dengan Tokoh PDIP
Pak Dukuh Tanam Padi di Pekarangan Pakai 840 Galon Bekas, Segini Hasil Panennya
Apakah Gigitan Orong-orong Berbahaya? Cari Tahu Bekas dan Cara Mengobatinya