PSIM Jogja mencatatkan jumlah penonton yang cukup sedikit saat menjamu PSM Makassar pada akhir pekan lalu. Jumlah penonton yang datang hanya 1.862 dari 7.500 kuota yang disediakan.
Direktur Utama PSIM, Yuliana Tasno, mengamini jika jumlah penonton cukup turun secara signifikan pada laga tersebut. Hal tersebut lantas berdampak pada biaya operasional pertandingan.
"Pastilah impact banget. Buat biaya panpel saja tidak nutup karena perizinan juga mahal," ujar Liana, sapaannya, kepada wartawan, Senin (13/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Liana mengakui sepinya penonton laga kandang PSIM berdampak pada manajemen. Apalagi, dia bilang, pemasukan biaya dari tiket tak seimbang dengan beban pembiayaan operasional.
"Kalau semuanya dilempar ke manajemen, itu berat sekali. Saya sendiri juga tidak kuat kalau harus menanggung sendiri," ungkapnya.
Liana pun meminta dukungan dari semua pihak terkait dengan situasi ini. Beberapa faktor terkait kondisi ekonomi saat ini juga diakuinya menjadi penyebab turunnya minat penonton untuk datang ke stadion.
"Kami butuh realisasi dukungan. Tapi saya juga paham, situasi sekarang tidak mudah," tuturnya.
Namun, Liana tetap optimistis PSIM bisa segera bangkit dari situasi yang tidak mudah ini. "Saya percaya PSIM selalu dalam perlindungan Tuhan. Apa pun yang terjadi, ini akan menjadi yang terbaik. Tapi tetap harus berbenah, tidak bisa hanya berharap yang terbaik tanpa melakukan apa-apa," tegasnya.
"Harapannya PSIM bisa menjadi berkah bagi DIY, bisa menghidupi banyak orang, termasuk panitia pelaksana dan masyarakat sekitar," ucapnya.
(aku/alg)

Komentar Terbanyak
Serangan Balik Tiyo Eks BEM UGM Usai Dituding Dekat dengan Tokoh PDIP
Eks Ketua BEM UGM Tiyo Sebut Pelapor Dirinya ke Polisi Lagi Caper ke Presiden
Duduk Perkara Danrem Pamungkas Cekcok dengan Marshal Saat Ikut Maraton