Penyebab Pemadaman Listrik Bergilir di Kalteng-Kaltim: Mesin PLTGU Rusak

Penyebab Pemadaman Listrik Bergilir di Kalteng-Kaltim: Mesin PLTGU Rusak

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Rabu, 01 Jul 2026 11:40 WIB
Kepala ULP PLN Buntok, Vivin Aprianor, saat menggelar konferensi pers
ULP PLN Buntok saat menggelar konferensi pers/Foto: Istimewa
Barito Utara -

Penyebab pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur terungkap. Gangguan tersebut dipastikan bukan disebabkan kekurangan pasokan energi, melainkan akibat kerusakan mesin di Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Bangkanai di Kabupaten Barito Utara.

Ketua DPRD Barito Selatan, H.M. Farid Yusran, mengatakan dirinya telah memanggil pihak PLN untuk meminta penjelasan mengenai pemadaman bergilir yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Dalam pertemuan itu, PLN menjelaskan bahwa pembangkit utama di Bangkanai mengalami kerusakan mesin sehingga berdampak pada sistem kelistrikan di tiga provinsi.

"Sudah kupanggil Kepala PLN, ternyata ada kerusakan mesin di Bangkanai Barito Utara. Daerah yang terimbas yaitu Kalteng, Kalsel, dan Kaltim. Di Bangkanai sedang proses perbaikan sambil menunggu sparepart dikirim," ujar Farid, Rabu (1/7/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Farid mengungkapkan proses pemulihan diperkirakan tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Sebab suku cadang yang dibutuhkan masih harus didatangkan dari luar negeri.

"Bisa cukup lama informasinya, karena sparepart-nya itu inden ke luar negeri," kata dia.

Keterangan serupa disampaikan Kepala ULP PLN Buntok, Vivin Aprianor, saat menggelar konferensi pers. Menurutnya, rusaknya salah satu unit PLTGU Bangkanai menyebabkan kapasitas pembangkit berkurang sehingga PLN harus menerapkan pemadaman bergilir demi menjaga kestabilan sistem kelistrikan.

Ia menjelaskan PLTGU Bangkanai merupakan pembangkit dengan kapasitas terbesar yang menyuplai listrik untuk wilayah Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. Karena itu, gangguan pada pembangkit tersebut memberikan dampak yang cukup besar.

Untuk memudahkan masyarakat memahami kondisi tersebut, Vivin mengibaratkan sistem kelistrikan seperti empat orang yang bersama-sama mengangkat beban berat. "Ibaratnya ada empat orang yang semestinya mampu mengangkat beban 100 kilogram. Karena satu orang terkuat sakit, akhirnya beban harus ditanggung tiga orang. Supaya tetap bisa terangkat, bebannya harus dibagi. Begitulah kondisi sistem kelistrikan kita saat ini," jelasnya.

PLN meminta masyarakat bersabar karena teknisi masih bekerja melakukan perbaikan sambil menunggu kedatangan suku cadang yang diperlukan. Vivin juga menegaskan bahwa pemadaman tidak berkaitan dengan kekurangan batu bara maupun gas alam. Menurutnya, gangguan yang terjadi murni akibat kerusakan teknis pada mesin pembangkit.

"Kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan ini. Ini tidak ada hubungannya dengan kekurangan sumber daya energi, tetapi murni karena kerusakan mesin pembangkit listrik," tegasnya.

PLN memastikan pemadaman dilakukan secara bergilir dan merata agar tidak ada wilayah yang mengalami pemadaman berulang dalam satu hari. Selain itu, fasilitas pelayanan publik seperti rumah sakit, puskesmas, SPBU, dan instansi vital lainnya tetap menjadi prioritas dengan melakukan koordinasi sebelum pemadaman dilaksanakan.

Terkait kemungkinan kompensasi kepada pelanggan, Vivin menjelaskan bahwa mekanismenya mengacu pada Tingkat Mutu Pelayanan (TMP) yang ditetapkan pemerintah. Kompensasi hanya dapat diberikan dalam kondisi tertentu, terutama apabila gangguan terjadi akibat kelalaian teknis PLN dan telah melalui proses verifikasi dari Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM.

Sementara itu, gangguan yang disebabkan faktor alam, seperti pohon tumbang atau longsor, tidak termasuk dalam kategori yang memperoleh kompensasi.




(sun/des)

Koleksi Pilihan

Kumpulan artikel pilihan oleh redaksi detikkalimantan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads