Filosofi Topeng Hudoq dalam Perayaan Panen Orang Dayak

Filosofi Topeng Hudoq dalam Perayaan Panen Orang Dayak

Anindyadevi Aurellia - detikKalimantan
Minggu, 09 Agu 2026 16:01 WIB
Sejumlah warga adat Dayak Bahau menari saat ritual Hudoq Tahari dalam Festival Budaya Hudoq Bahau Busang di Dusun Loa Gagak, Desa Loa Kulu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Sabtu (1/11/2025). Ritual adat tersebut dilakukan saat masa menugal (masa awal tanam padi) sebagai ungkapan rasa syukur serta memohon kepada sang pencipta agar ladang mereka tidak diganggu roh jahat. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/nz
Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT
Kutai Kartanegara -

Topeng Hudoq memiliki makna spiritual yang erat kaitannya dengan kehidupan, alam, dan harapan akan hasil panen yang melimpah bagi Dayak di Kalimantan Timur. Bentuk topeng hudoq begitu unik dan terkadang menyeramkan, namun tersimpan filosofi yang diwariskan secara turun-temurun sebagai bagian dari tradisi leluhur.

Ritual Hudoq telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Dayak sejak lama. Perayaan ini biasanya digelar setelah musim menanam padi sebagai bentuk rasa syukur sekaligus doa agar tanaman tumbuh subur dan terhindar dari gangguan hama. Lantas, apa makna yang terkandung di balik topeng-topeng Hudoq?

Sekilas Tentang Tari Hudoq

Tari Hudoq Suku Dayak, Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan TimurTari Hudoq Suku Dayak, Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur Foto: (Masaul/detikTravel)

Tari hudoq merupakan salah satu tarian tradisional khas suku Dayak, terutama di wilayah Kalimantan Timur. Beberapa suku Dayak mengenal tari ini, antara lain Dayak Bahau, Dayak Ga'ay, dan Dayak Kenyah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hudoq merupakan ritual tari bertopeng yang berasal dari sejumlah subetnis Dayak di Kalimantan Timur. Tari Hudoq digunakan untuk menyambut musim panen atau masa tanam.

Tarian ini menjadi simbol doa dan ungkapan syukur kepada Tuhan agar hasil panen melimpah sekaligus memohon perlindungan dari serangan hama. Tari hudoq khas dengan penggunaan topengnya.

Biasanya tari ini dimainkan saat panen, tetapi juga ada fungsi lain dari tari hudoq. Seperti berkomunikasi dengan alam gaib, memohon perlindungan, hingga untuk media hiburan.

Dirangkum dari situs Kemenparekraf dan Indonesia Kaya, nama 'hudoq' berasal dari istilah lokal yang berarti 'menjelma'. Ini merujuk pada topeng-topeng yang digunakan sebagai perwujudan roh, binatang, dan dewa.

Topeng juga menjadi media yang aman agar bisa terhubung dengan roh. Sebab roh tidak bisa dilihat langsung oleh manusia tanpa risiko kualat, sehingga perlu perantara topeng.

Dalam kepercayaan Dayak Bahau, arwah yang turun dari Apo Lagaan diutus oleh Asung Luhung Inai Ayaq untuk memberkati bumi. Awalnya, semua roh dianggap pembawa berkah, namun seiring waktu, peran mereka berkembang menjadi lebih kompleks.

Terdapat macam-macam roh, ada roh pelindung berbentuk elang, roh leluhur berbentuk manusia, dan roh hama berbentuk binatang. Topeng-topeng dalam tari hudoq mencerminkan keragaman fungsi spiritual tersebut.

Filosofi Topeng Hudoq

Tari Hudoq Suku Dayak, Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan TimurTari Hudoq Suku Dayak, Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur Foto: (Masaul/detikTravel)

Tari hudoq terkenal sebagai salah satu bentuk kesenian khas Suku Dayak terutama di Kalimantan Timur. Salah satu ciri khasnya yakni pada topeng yang menyerupai bentuk binatang.

Tari Hudoq menjadi cara agar roh-roh jahat menjauh dari hasil panen mereka. Sehabis menanam padi pertama kali, belasan orang Dayak Bahau berganti kostum untuk kemudian menyerahkan diri kepada para leluhur.

Mereka mengenakan sebuah topeng kayu yang bentuknya serupa muka burung, dengan cat warna merah dan kuning yang dominan. Konon, dua warna itu adalah kesukaan para dewa.

Tari hudoq termasuk tari yang kostumnya unik karena menutupi seluruh tubuh, mulai dari kepala hingga kaki. Dikutip dari buku Tari Hudoq Manugal oleh Nuryasmi, kostum paling khas adalah topeng dengan wujud berbagai hama seperti babi, monyet, tikus, hingga burung gagak. Tapi ada juga topeng perwujudan dari manusia dan dewa.

Disadur dari laman Kementerian Pariwisata, topeng yang dikenakan pada tarian ini mempunyai makna khusus sebagai media komunikasi agar roh nenek moyang dapat berkomunikasi dengan manusia tanpa membawa kesialan.

Sejumlah warga adat Dayak Bahau mengikuti ritual Hudoq Tahari dalam Festival Budaya Hudoq Bahau Busang di Dusun Loa Gagak, Desa Loa Kulu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Sabtu (1/11/2025). Ritual adat tersebut dilakukan saat masa menugal (masa awal tanam padi) sebagai ungkapan rasa syukur serta memohon kepada sang pencipta agar ladang mereka tidak diganggu roh jahat. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/nzSejumlah warga adat Dayak Bahau mengikuti ritual Hudoq Tahari dalam Festival Budaya Hudoq Bahau Busang di Dusun Loa Gagak, Desa Loa Kulu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT

Dalam tradisi Suku Bahau, khususnya sub Bahau Busang, Hudoq dipercaya sebagai perwujudan roh yang mengenakan topeng agar dapat berinteraksi dengan manusia. Menurut kepercayaan mereka, manusia tidak dapat melihat roh secara langsung karena diyakini dapat mendatangkan parit, yaitu kualat atau tulah.

Oleh karena itu, topeng menjadi media agar roh dapat hadir tanpa membahayakan manusia. Dalam tradisi Bahau Busang, terdapat beberapa jenis topeng Hudoq yang memiliki bentuk dan makna berbeda, di antaranya:

1. Hudoq Uling: Menyerupai wajah manusia
2. Hudoq Urug Tingang: Berbentuk burung enggang dengan hidung atau paruh yang panjang
3. Hudoq Urung Bavui: Menggambarkan wajah babI
4. Hudoq Urung Hooq Waang: Memiliki hidung menyerupai anjing dan dihiasi ukiran naga
5. Hudoq Urung Magaaq: Berbentuk kepala naga dengan ukiran yang rumit
6. Hudoq Urung Inang Berang: Menampilkan wajah roh dengan bentuk muka bulat dan mata besar
7. Hudoq Urung Kuwau atau Hudoq Rooh: Menyerupai wajah perempuan
8. Hudoq Urung Pakau: Menggambarkan roh halus berhidung besar

Topeng yang digunakan para penari pun mempunyai beberapa warna dengan artian berbeda pada masing-masing warnanya. Misalnya, topeng warna merah yang menggambarkan keberanian, putih simbol kesucian, hitam simbol keagungan, dan juga kuning sebagai simbol kemakmuran.

Selain topeng, tari hudoq juga mempunyai kostum unik yang mencirikan kekhasan tarian ini. Adapun kostum tersebut mempunyai nama Hudoq Chum Tai dan menggunakan bahan dasar dedaunan yang mempunyai makna kesuburan dan kesejukan.

Pada pelaksanaan ritual, para penari mengenakan topeng dan rompi yang dibuat dari pelepah pinang atau kulit batang pisang. Beberapa topeng melambangkan hama tanaman, sementara tarian akan berakhir ketika dua tokoh Hudoq mengejar Hudoq yang mewakili hama. Durasi pertunjukan umumnya berlangsung antara satu hingga lima jam.

Sejumlah warga adat Dayak Bahau menari saat ritual Hudoq Tahari dalam Festival Budaya Hudoq Bahau Busang di Dusun Loa Gagak, Desa Loa Kulu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Sabtu (1/11/2025). Ritual adat tersebut dilakukan saat masa menugal (masa awal tanam padi) sebagai ungkapan rasa syukur serta memohon kepada sang pencipta agar ladang mereka tidak diganggu roh jahat. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/nzSejumlah warga adat Dayak Bahau menari saat ritual Hudoq Tahari dalam Festival Budaya Hudoq Bahau Busang di Dusun Loa Gagak, Desa Loa Kulu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT

Penari Hudoq biasanya mengenakan topeng kayu berukir yang memadukan bentuk hama tanaman dengan berbagai satwa liar. Seluruh tubuh penari dibalut busana dari kulit kayu yang dihiasi rumbai daun pisang, sementara sebagian lainnya menggunakan daun kelapa. Busana tersebut dilengkapi topi berbulu serta tongkat kayu yang digenggam di tangan kanan.

Pertunjukan biasanya melibatkan sebelas penari yang masing-masing memakai topeng berbeda. Tarian dipentaskan di lapangan terbuka dengan penonton yang mengelilingi arena pertunjukan.

Secara turun-temurun, perayaan Tari Hudoq diselenggarakan setiap selesai musim menanam padi, biasanya sekitar bulan Agustus hingga Oktober. Ritual ini dimaksudkan sebagai permohonan agar tanaman padi tumbuh subur, menghasilkan panen berlimpah, dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat.

Nah, itulah tadi penjelasan tentang filosofi topeng hudoq. Semoga menambah pengetahuanmu!

Halaman 2 dari 2
(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads