Raih detiktimur Awards, Bupati Luwu Utara Optimis Tangani Kemiskinan Ekstrem

Raih detiktimur Awards, Bupati Luwu Utara Optimis Tangani Kemiskinan Ekstrem

Hasrul - detikSulsel
Sabtu, 08 Agu 2026 11:44 WIB
Bupati Luwu Utara, Andi Rahim, terima detiktimur Awards 2026 untuk inovasi pengentasan kemiskinan ekstrem.
Bupati Luwu Utara, Andi Rahim, terima detiktimur Awards 2026 untuk inovasi pengentasan kemiskinan ekstrem. Foto: BeritaKlik
Luwu Utara -

Bupati Luwu Utara (Lutra), Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Abdullah Rahim menerima penghargaan detiktimur Awards 2026 kategori Akselerator Inovasi Pengentasan Kemiskinan Ekstrem. Dia optimis bisa memerangi kemiskinan ekstrem di wilayahnya dan membawa masyarakat mendapatkan kehidupan lebih baik.

Bupati Lutra Andi Rahim menerima langsung trofi penghargaan itu pada malam puncak detiktimur Awards 2026 di Grand Ballroom Trans Hotel Jakarta, Jumat (7/8/2026). Piagam penghargaan diserahkan oleh Direktur Transmedia Latif Hanoko.

"Saya tentunya berterima kasih banyak atas, kepada detik yang telah memberikan penghargaan kepada kami sebagai bupati yang memberikan langkah-langkah pasti dalam mengatasi kemiskinan ekstrem di Luwu Utara," kata Andi Rahim usai menerima trofi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengatakan penanganan kemiskinan ekstrem di Luwu Utara merupakan kerja keras semua stakeholder. Dia percaya angka kemiskinan ekstrem di Luwu Utara akan terus berkurang dan masyarakat mendapatkan kehidupan lebih baik.

"Dengan program yang kami lakukan maka mereka bisa lebih optimal mendapatkan kehidupan yang lebih baik," katanya.

ADVERTISEMENT

Dia menegaskan bahwa penghargaan ini bukan menjadi akhir dari kerja pemerintah dalam menangani kemiskinan ekstrem. Dia pun mengajak semua pihak untuk terlibat bersama-sama menangani persoalan sosial tersebut.

"Ini bukanlah akhir dari pencapaian yang kami capai, kami akan terus berusaha untuk melakukan akselerasi yang lebih tepat lagi guna menurunkan angka kemiskinan ekstrem di luwu utara," tegasnya.

Tentang detiktimur Award 2026

detiktimur Awards 2026 merupakan ajang sebagai bentuk apresiasi kepada para tokoh, institusi, lembaga, BUMD, hingga korporasi yang telah memberikan kontribusi nyata dalam mendorong pembangunan di kawasan Indonesia timur.

Sejumlah kategori penghargaan tahun ini disiapkan untuk mengapresiasi kontribusi di berbagai sektor strategis. Beberapa di antaranya meliputi Riset Global dan Inovasi Berdampak, Pembangunan Infrastruktur Terpadu dan Konektivitas Wilayah, Digitalisasi Tata Kelola Pendapatan dan Birokrasi, Pelopor Ekosistem Keuangan Syariah Daerah, Inovasi Teknologi Hijau Sektor Mineral, Pembangun Ekosistem Industri dan Pemberdayaan Masyarakat Asli Papua, dan banyak lainnya.

Adapun seleksi penerima penghargaan dilakukan melalui tahapan khusus oleh dewan redaksi BeritaKlik dan detikSulsel, dengan memperhatikan kriteria inovasi, kreativitas, inspiratif, dampak bagi masyarakat, dan keaktifan di bidang masing-masing.

Melalui penghargaan ini, diharapkan semangat berinovasi dan berkolaborasi dalam membangun Indonesia Timur terus tumbuh. Selain itu, detiktimur Awards juga diharapkan menjadi ruang apresiasi bagi para pemimpin dan institusi yang mampu menghadirkan perubahan positif serta menginspirasi lahirnya berbagai terobosan untuk kemajuan kawasan Indonesia Timur.

Kemiskinan Ekstrem di Lutra Turun Jadi 1,13 Persen

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka kemiskinan ekstrem di Luwu Utara pada tahun 2025 turun menjadi 1,13 persen. Kepala BPS Lutra Asep Yahya Mawali mengatakan penurunan angka kemiskinan ekstrem ini menjadi yang terendah sejak 3 tahun terakhir dan menempatkan Lutra posisi 5 terendah di Sulsel.

"Capaian 1,13 (persen) ini menempatkan Luwu Utara sebagai salah satu dari 5 kabupaten/kota dengan tingkat kemiskinan ekstrem terendah di Provinsi Sulawesi Selatan," ucap Asep Yahya kepada detikSulsel, Selasa (30/6).

Asep mengatakan seluruh kabupaten/kota di Sulsel mengalami penurunan kemiskinan ekstrem dalam dua tahun terakhir. Kemiskinan ekstrem di Luwu Utara sendiri pada 2024 sebesar 2,04 persen dan menurun menjadi 1,13 persen pada 2025.

"Seluruh kabupaten mengalami penurunan angka miskin ekstrem selama 2 tahun terakhir," katanya.

Asep menjelaskan bahwa kemiskinan ekstrem merupakan kondisi ketika pengeluaran penduduk berada di bawah standar 2,15 USD PPP 2017 per kapita per hari yang digunakan Bank Dunia sebagai acuan global. Penurunan angka kemiskinan ekstrem tidak lepas dari program pemerintah daerah yang tepat sasaran.

"Ini artinya berbagai program pemerintah memang menyasar kelompok masyarakat paling rentan, tentunya tak lepas dari langkah pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem," jelasnya.



(hsr/sar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads