Rektor UMI Jadikan detiktimur Awards Sebagai Motivasi untuk Lebih Berkembang

Rektor UMI Jadikan detiktimur Awards Sebagai Motivasi untuk Lebih Berkembang

Hasrul - detikSulsel
Sabtu, 08 Agu 2026 12:22 WIB
Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Hambali Thalib mendapat penghargaan detiktimur Awards 2026
Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Hambali Thalib. Foto: BeritaKlik
Jakarta -

Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Hambali Thalib menerima penghargaan detiktimur Awards 2026 atas konsistensi dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan. Hambali menjadikan penghargaan ini sebagai motivasi untuk lebih berkembang.

"Penghargaan ini menjadi spirit bagi kami untuk lebih berkembang ke depan dalam rangka merespons dinamika, dalam rangka perkembangan perguruan tinggi yang begitu cepat," kata Hambali usai menerima trofi detiktimur Awards di Grand Ballroom Trans Hotel Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Dia menegaskan bahwa UMI mendapat kehormatan bisa mendapat penghargaan detiktimur Awards 2026. UMI sendiri masuk kategori Perguruan Tinggi Berprestasi dalam Penguatan Mutu Pendidikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tentu ini menjadi sebuah kehormatan bagi Universitas Muslim Indonesia, sekali lagi terima kasih," ucapnya.

ADVERTISEMENT
Rektor UMI, Hambali Thalib menerima piala detiktimur Awards 2026.Rektor UMI, Hambali Thalib menerima piala detiktimur Awards 2026. Foto: Istimewa

Salah satu indikator yang mengantarkan UMI meraih penghargaan ialah keberhasilannya mempertahankan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Predikat tersebut pertama kali diperoleh pada 2021 dan berhasil dipertahankan melalui Pemantauan dan Evaluasi Peringkat Akreditasi (PEPA) BAN-PT pada 2023 hingga berlaku sampai 2028.

Capaian itu menjadikan UMI sebagai perguruan tinggi swasta pertama di luar Pulau Jawa yang berhasil mempertahankan Akreditasi Institusi Unggul. Penguatan mutu pendidikan juga tercermin dari 67 program studi yang telah terakreditasi, dengan 29 di antaranya memperoleh predikat Unggul.

Untuk menjaga kualitas secara berkelanjutan, UMI menerapkan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) sebagai acuan proses akademik. Sistem tersebut dijalankan melalui Audit Mutu Internal (AMI) yang mengevaluasi proses pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai dasar perbaikan berkelanjutan.

UMI juga menerapkan kurikulum Outcome-Based Education (OBE) yang berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan. Implementasinya diperkuat melalui pembelajaran berbasis proyek, praktik, Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), serta keterkaitan antara dunia pendidikan dengan dunia usaha dan industri.

Transformasi digital turut mendukung peningkatan kualitas layanan akademik di lingkungan kampus. UMI mengembangkan berbagai platform berbasis teknologi, seperti KALAM, Cyber Campus, Executive AI Dashboard, hingga UMI Connection untuk menunjang proses pembelajaran dan administrasi.

Dari sisi sumber daya manusia, UMI memiliki 1.035 dosen berkualitas yang mencakup 117 guru besar serta 175 dosen yang sedang menempuh studi doktor. Saat ini UMI juga memfasilitasi pendidikan bagi 26.056 mahasiswa aktif dan telah meluluskan 142.995 alumni.

Kualitas tata kelola pendidikan tersebut tercermin dari pencapaian nyata para mahasiswa dan lulusannya. Sepanjang tahun 2025, mahasiswa UMI mengemas 566 prestasi, sementara hasil tracer study mencatat 84,99 persen alumni langsung bekerja sesuai bidangnya dengan masa tunggu rata-rata 3,54 bulan.

Produktivitas riset UMI juga terus meningkat melalui raihan 54 hibah BIMA senilai Rp 7,6 miliar, didukung 1.457 publikasi Scopus, 7.776 sitasi, serta pengelolaan 39 jurnal SINTA dan satu jurnal terindeks Scopus. Komitmen tersebut diperkuat melalui Statuta 2024 yang menambahkan Dharma Dakwah Islamiyah dan pendidikan karakter sebagai bagian dari Catur Dharma untuk mencetak lulusan yang unggul, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial.



(hsr/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads