Tepis Isu Membekingi, Polisi Akan Tindak Sabung Ayam Viral di Tarakan,

Kalimantan Utara

Tepis Isu Membekingi, Polisi Akan Tindak Sabung Ayam Viral di Tarakan,

Oktavian Balang - detikKalimantan
Jumat, 07 Agu 2026 21:27 WIB
Sabung ayam di Tarakan
Foto: Sabung ayam di Tarakan (Tangkapan layar)
Tarakan -

Kepolisian Sektor (Polsek) Tarakan Utara angkat bicara terkait viralnya aktivitas diduga judi sabung ayam di kawasan Juata, Kecamatan Tarakan Utara, Kota Tarakan. Polisi memastikan akan melakukan tindakan tegas dan terukur terhadap aktivitas tersebut.

Kapolsek Tarakan Utara, Iptu Ghazy Prima Daffa Ohoirat, menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam. Ia menyatakan telah berkoordinasi dengan jajaran Polres Tarakan untuk melakukan penertiban di lokasi tersebut.

"Kami tidak tinggal diam, arena sabung ayam akan kami tertibkan," tegas Iptu Ghazy saat dihubungi detikKalimantan, Jumat (7/8/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ghazy juga menegaskan bahwa ini bukan kali pertama polisi turun tangan. Sejak menjabat, pihaknya mencatat sudah tiga kali menindak arena serupa, termasuk membongkar total material di lokasi lama, namun para pelaku kembali bergerilya mencari tempat baru.

"Jika masih ingat, Agustus 2025 lalu, arena sabung ayam di Daerah Suwaran, Tarakan Utara juga pernah kami bongkar," jelasnya.

Mengenai klaim bahwa sabung ayam menekan angka kriminalitas karena mengalihkan orang untuk tidak melakukan kejahatan, Ghazy menyebut hal itu hanyalah asumsi tak berdasar dari pengelola.

"Untuk menyatakan bahwa itu bisa menekan angka kriminologi atau peredaran narkoba, perlu ada penelitian dan kajian, tidak bisa langsung berasumsi seperti itu. Memang, tingkat kejahatan di Tarakan Utara relatif paling rendah dibandingkan Tarakan Barat dan Timur. Tetapi itu tidak apple to apple, tidak bisa disamakan atau diklaim karena adanya sabung ayam," jelas Ghazy.

Ghazy juga membantah argumen pengelola yang berlindung di balik dalih kebudayaan atau adat istiadat, serta menepis isu adanya oknum aparat kepolisian yang melindungi (membekingi) aktivitas ilegal tersebut.

"Kalau soal adat, seperti di Bali mungkin ada aturan khusus untuk acara adat. Tapi kalau di sini, tidak bisa dijadikan alasan sebagai adat suku tertentu. Sejauh yang saya tahu dan amati, tidak ada anggota Polsek (Tarakan Utara) yang mem-backing. Saya selalu kontrol anggota saya dari unit penjagaan dan lainnya, tidak ada di tempat seperti itu," pungkasnya.

Pada berita sebelumnya, pihak pengelola arena sabung ayam di Juata, Rocky, mengklaim bahwa meski secara hukum tidak dibenarkan, kegiatan tersebut menjadi wadah yang mengalihkan masyarakat dari kejahatan yang lebih fatal.

"Kita mencegah kemungkinan agar orang itu tidak melakukan kejahatan, bukan karena niat, tapi kan ada kesempatan. Karena mereka punya kegiatan yang mengalihkan, misalnya narkotika teralihkan, terfokuskan di situ (sabung ayam)," tutur Rocky, Kamis (6/8/2026).



(bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads