Kreator Deepfake aespa Dipenjara 2,5 Tahun!

Atmi Ahsani Yusron
|
detikPop
Foto aespa untuk promo studio album kedua LEMONADE.
(Foto: dok. SM Entertainment) Foto aespa untuk promo studio album kedua LEMONADE.
Jakarta - aespa sempat jadi korban deepfake dan kini pelakunya resmi menerima hukuman. Pengadilan Tinggi Daegu lewat Divisi Kriminal 1 menjatuhkan hukuman penjara 2,5 tahun buat pelaku berinisial A.

SM Entertainment mengumumkan berita ini pada Kamis (18/6/2026). A dihukum 2,5 tahun penjara karena membuat dan menjual video deepfake menampilkan wajah Karina dan Winter, dua member aespa.

A menjual video tersebut demi meraup keuntungan. Setelah kasusnya dilaporkan dan disidang, kini pelaku menerima ganjaran yang dinilai setimpal oleh hakim.

Selain hukuman 2,5 tahun penjara, A juga harus menjalani 80 jam program penanganan kekerasan seksual. Dia juga dilarang bekerja di lembaga-lembaga yang berkaitan dengan anak-anak dan remaja selama 7 tahun.

"Kami memantau dengan cermat laporan dari penggemar serta platform domestik dan internasional utama, termasuk Theqoo, Instiz, X (sebelumnya Twitter), DC Inside, Nate Pann, MLB Park, Instagram, Facebook, TikTok, YouTube, Ilbe, BobaeDream, FM Korea, Naver, dan Daum. Seperti yang dicatat dalam pembaruan triwulanan kami sebelumnya, investigasi terhadap kasus-kasus terkait deepfake, termasuk kasus ini, terus menghasilkan hasil yang berarti," kata manajemen SM Entertainment lewat keterangan resmi mereka.

"Kami juga terus mengajukan pengaduan kepada pihak berwenang yang melakukan investigasi terhadap individu yang memposting konten atau komentar jahat tentang artis kami atas pelanggaran hukum termasuk Undang-Undang tentang Kasus Khusus Mengenai Hukuman Kejahatan Seksual, Undang-Undang Jaringan Informasi dan Komunikasi, dan Undang-Undang Kerangka Kerja tentang Telekomunikasi," lanjut SM.

Manajemen juga berkomitmen untuk terus melindungi hak dan kepentingan artis mereka. Saat ini agensi mengklaim sudah mengamankan sejumlah bukti besar dan sedang bekerja sama untuk membekuk pelaku kejahatan lainnya.

Penanganan kasus ini hingga tuntas menjadi bukti eks agensi Lee Soo Man itu buat melindungi artisnya terhadap pengguna anonim di media sosial. Isu jahat dan pelecehan seksual seperti deepfake terus jadi fokus mereka untuk ditndak.

"Kami akan menanggapi dengan tegas penyebaran rumor jahat dan informasi palsu, pelecehan seksual, ejekan, serta pembuatan dan penyebaran konten yang dimanipulasi, tanpa keringanan atau penyelesaian apa pun," tutup SM.

(aay/mau)




TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO