Supergirl Jeblok, James Gunn Disebut The Biggest Loser di Hollywood Tahun Ini

Asep Syaifullah
|
detikPop
James Gunn dan Chris Pratt saat wawancara eksklusif dengan BeritaKlik.
Foto: Disney/Marvel Studios/BeritaKlik
Jakarta - Kabar kurang sedap menerpa duo bos DC Studios, James Gunn dan Peter Safran. Kritik atas performa finansial proyek terbaru mereka kini tidak lagi datang dari sekadar "fandom beracun" atau obrolan media sosial, melainkan langsung dari para pengamat industri film paling berpengaruh di Hollywood.

Dalam episode terbaru podcast industri hiburan terkenal The Town, jurnalis senior Matt Belloni (salah satu pendiri Puck) bersama Lucas Shaw dari Bloomberg merilis laporan evaluasi pertengahan 2026 mengenai siapa saja yang sukses dan yang gagal di Hollywood.

Hasilnya cukup mengejutkan: duo pimpinan DC Studios tersebut dinobatkan sebagai pecundang atau biggest losers terbesar di industri film saat ini.

Alasan utama di balik label negatif ini tidak lain adalah performa hancur-hancuran film Supergirl di tangga box office.

Setelah memasuki minggu kedua penayangannya, film yang dibintangi Milly Alcock ini dilaporkan kesulitan untuk sekadar menyentuh angka $100 juta di seluruh dunia. Pengamat bioskop mencatat beberapa poin kritis kejatuhan film ini seperti hanya meraup sekitar $37 juta di pasar domestik (Amerika Utara) pada pekan pertamanya.

Pada akhir pekan kedua, pendapatannya merosot tajam hingga hampir 80%. Angka penurunan ini masuk dalam daftar 6 rekor kejatuhan pekan kedua terburuk sepanjang sejarah bioskop untuk film yang dirilis di lebih dari 3.000 teater.

Dengan total biaya produksi dan promosi gabungan yang menyentuh $295 juta, film Supergirl diproyeksikan akan mencetak kerugian teater bersih mencapai $244,3 juta (sekitar Rp 3,9 triliun).

"Saya sempat mengira batas bawah (floor) dari film pahlawan super itu setidaknya masih berada di angka $250 juta hingga $300 juta. Ternyata film ini bahkan tidak akan mampu mencium angka $200 juta," ujar Lucas Shaw.

Ia juga menambahkan, kegagalan ini murni kesalahan strategi manajemen kepemimpinan, mengingat performa sang aktris utama sebenarnya dinilai cukup baik.

Masalah ini menjadi jauh lebih rumit karena faktor momentum. Kegagalan masif Supergirl terjadi tepat di saat proses akuisisi Warner Bros. Discovery oleh Paramount (di bawah David Ellison) akan segera rampung dalam waktu dekat.

Sebelumnya, Peter Safran sempat mengeluarkan pernyataan langka ke media The New York Times setelah akhir pekan pertama yang mengecewakan. Ia mengakui bahwa hasil Supergirl memang di luar ekspektasi finansial mereka, namun ia berkilah bahwa film ini hanyalah "satu bagian kecil dari strategi jangka panjang yang jauh lebih besar."

Di dalam podcast The Town, pernyataan Safran tersebut langsung diartikan sebagai kode kepanikan: "Artinya, mereka seperti sedang memohon kepada David Ellison: 'Kami punya rencana jangka panjang, tolong jangan pecat kami'."

Kritik juga diarahkan pada narasi kesuksesan DCU selama ini. Pihak studio sempat merayakan kesuksesan film Superman sebelumnya, namun para analis menilai film tersebut sebenarnya tidak seuntung yang digemborkan jika melihat biaya produksinya yang sangat bengkak.

Kini, dengan adanya hantaman keras dari kegagalan Supergirl, posisi James Gunn dan Peter Safran di bawah kepemilikan bos baru diprediksi akan menghadapi ujian yang sangat berat menjelang ajang San Diego Comic-Con mendatang.


(ass/wes)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO