Malam Mencekam Kebakaran Rumah di Polman Tewaskan Lansia Usai Bantu Evakuasi

Sulawesi Barat

Malam Mencekam Kebakaran Rumah di Polman Tewaskan Lansia Usai Bantu Evakuasi

Abdy Febriady - detikSulsel
Senin, 02 Mar 2026 06:30 WIB
Kebakaran menghanguskan 37 rumah di Desa Galung Tuluk, Kecamatan Balanipa, Polman.
Foto: Kebakaran menghanguskan 37 rumah di Desa Galung Tuluk, Kecamatan Balanipa, Polman. (Abdy Febriady/detikSulsel)
Polewali Mandar -

Suasana mencekam melanda permukiman padat penduduk di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar). Malam mendadak panas akibat kebakaran yang menghanguskan 37 rumah.

Insiden tragis tersebut terjadi di Desa Galung Tuluk, Kecamatan Balanipa, Polman Sabtu (28/2) sekira pukul 20.30 Wita. Kebakaran itu mengakibatkan satu pria lanjut usia (lansia) meninggal dunia.

Peristiwa bermula saat sebagian warga desa sedang melaksanakan salat tarawih di masjid. Fokus jemaah yang sedang melaksanakan ibadah tiba-tiba pecah ketika terdengar teriakan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pas kita sedang salat tarawih di masjid, (lalu) mati lampu akhirnya (jemaah masjid) berhamburan setelah mendengar orang teriak kebakaran," ungkap warga setempat, Iskandar kepada wartawan, Minggu (1/3/2026).

Jemaah masjid kemudian menuju lokasi kebakaran memastikan kediamannya di lokasi kebakaran. Saat tiba di tempat kejadian, awalnya hanya ada dua rumah yang dilalap api.

ADVERTISEMENT

"Api cepat sekali berkobar, tidak mampu kita padamkan karena panas sekali, akhirnya apa boleh buat tinggal pemadam yang kita harapkan," ungkapnya.

Api semakin membesar setelah terdengar suara ledakan di tengah kebakaran. Kobaran api merembet ke rumah lain yang posisinya saling berdekatan.

"Kita dengar suara ledakan berulang kali tapi kita tidak tahu apa penyebabnya, setelah itu berkobar api ke langit karena sudah tidak ada atapnya rumah," jelasnya.

Sebanyak 10 armada pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi. Api berhasil dipadamkan namun puluhan rumah termasuk kediaman Iskandar, sudah rata dengan tanah.

"Kalau rumahku rata dengan tanah. Tidak ada barang yang tersisa, (barang selamat) hanya yang melekat saja di badan," imbuh Iskandar.

Rumah milik warga bernama Adam juga terdampak kebakaran. Dia juga sempat melaksanakan salat tarawih saat kebakaran menghanguskan kediamannya.

"Setelah tujuh rakaat (salat tarawih), ada orang datang menyampaikan di masjid kalau terjadi kebakaran. Rumah kosong karena sendirian ka di rumah," kata Adam.

Adam hanya bisa pasrah tidak ada barang berharga lain yang bisa diselamatkan selain koper. Dia juga tidak bisa berbuat banyak untuk memadamkan kobaran api.

"Hanya koper yang bisa diselamatkan, nanti setelah habis rumah terbakar baru ketahuan kalau ternyata ada barang yang terselamatkan," jelasnya.

Lansia Meninggal Saat Bantu Evakuasi

Kebakaran menghanguskan 37 rumah di Desa Galung Tuluk, Kecamatan Balanipa, Polman.Warga mencari barang yang masih bisa diselamatkan pasca-kebakaran menghanguskan 37 rumah di Desa Galung Tuluk, Kecamatan Balanipa, Polman. (Abdy Febriady/detikSulsel)

Pria bernama Muhammad (60) meninggal dalam kebakaran hebat di Desa Galung Tuluk. Muhammad sempat turun membantu mengevakuasi barang korban terdampak kebakaran.

"Ada yang meninggal, tapi rumahnya tidak masuk yang terbakar," ungkap Camat Balanipa, Abdul Malik kepada wartawan, Minggu (1/3).

Malik mengatakan, korban sempat dilarikan ke rumah sakit. Sayangnya, nyawa Muhammad tidak bisa diselamatkan usai diduga kelelahan.

"Tadi sempat angkat-angkat barang, mungkin kelelahan, sempat dibawa ke rumah sakit," ucap Malik.

Kepala Desa Galung Tuluk, Burhanuddin menambahkan, korban diduga panik saat kebakaran. Meski rumahnya tidak terdampak, korban rela bolak-balik menyelamatkan barang warga.

"Yang meninggal itu mungkin capek lalu-lalang. Panik sekali, mungkin kelelahan, karena rumahnya tidak terbakar," terang Burhanuddin.

173 Warga Terdampak Kebakaran Mengungsi

Sebanyak 37 rumah dilaporkan hangus dalam kebakaran maut tersebut. Rumah yang terbakar sebagian besar dalam keadaan kosong ditinggal pemilik yang melaksanakan salat tarawih.

"37 unit yang terbakar. Rusak total 29, rusak berat 5 dan rusak ringan 3," ungkap Burhanuddin.

Total 173 warga terpaksa mengungsi di tenda darurat yang sudah disediakan. Sementara total kerugian material akibat kebakaran belum diketahui.

"Yang terdampak 94 kepala keluarga, 173 jiwa," imbuh Burhanuddin.

Burhanuddin menambahkan, sumber api diduga berasal dari salah satu rumah warga. Kebakaran diduga dipicu dari kompor yang masih menyala ketika ditinggal penghuni dalam keadaan kosong.

"Kalau informasi itu dari dapur salah satu rumah warga, tapi sementara kosong itu rumah karena orangnya sementara pergi tarawih," jelasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Niat Mau Bantu Padamkan Api, Pria di Makassar Tewas Tersengat Listrik"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/sar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads