Pemerintah Kota Makassar (Pemkot) meraih detiktimur Award 2026 berkat inovasinya dalam menata kota dan mengakselerasi UMKM yang inklusif. Wali Kota Makassar Munafri 'Appi' Arifuddin bertekad terus menggenjot inovasi tersebut.
Penghargaan itu diberikan Manajer Regional BeritaKlik Triono Wahyu Sudibyo di Grand Ballroom Trans Hotel Jakarta, Jumat (7/8/2026) malam. Appi hadir langsung menerima penghargaan tersebut.
Setelah menerima penghargaan, Appi menyampaikan dirinya juga akan fokus pada penataan perparkiran. Dia ingin memastikan ruang publik dipergunakan sebagai mestinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apa yang kami lakukan di Kota Makassar untuk bagaimana mengurai perparkiran yang ada di kota ini. Dan juga memastikan ruang-ruang publik dipergunakan kepada masyarakat yang berhak untuk menggunakannya," ujar Appi usai menerima penghargaan.
Appi tidak menampik apa yang diupayakan sejauh ini belum sempurna. Namun dia menegaskan Pemkot Makassar akan menyempurnakan penataan parkir liar agar tidak lagi menjadi momok.
"Sehingga di Kota Makassar mungkin ini belum sempurna, tapi kami terus untuk menuju ke sana untuk menyempurnakan, terkhusus persoalan kepada parkir liar. Kami terus berupaya supaya persoalan parkir bisa kita urai dan selesaikan," terangnya.
"Begitu juga untuk akses pedestrian untuk pejalan kaki yang harus benar-benar kita pastikan bahwa ini adalah hak yang harus didapatkan oleh para pejalan kaki yang ada di Kota Makassar," imbuhnya.
Diketahui, detiktimur Awards 2026 sendiri merupakan ajang apresiasi yang diselenggarakan BeritaKlik untuk memberikan penghargaan kepada individu, perusahaan, institusi, dan pemerintah daerah yang menghadirkan inovasi, kepemimpinan, serta program-program berdampak bagi kemajuan masyarakat dan pembangunan di Indonesia Timur.
Pemkot Makassar Ubah Wajah Kota Daeng
Pemkot Makassar berupaya mengubah wajah Kota Daeng di seluruh kecamatan menjadi lebih rapi secara bertahap. Penataan dilakukan melalui pendekatan persuasif agar kawasan kota menjadi lebih tertib tanpa menghambat pertumbuhan UMKM.
Salah satu langkah yang ditempuh ialah penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) secara bertahap dan berkelanjutan sejak awal 2026. Selain melalukan penertiban, Pemkot Makassar juga menyiapkan lokasi khusus yang lebih tertata dan representatif agar para pedagang tetap dapat menjalankan usahanya.
Wali Kota Makassar, Munafri "Appi" Arifuddin menjelaskan kebijakan penataan kota tidak bermaksud menghilangkan mata pencarian warga, melainkan upaya menciptakan keseimbangan antara ketertiban ruang publik dan keberlangsungan ekonomi masyarakat. Pemkot Makassar pun menyiapkan skema relokasi ke sejumlah titik yang telah disiapkan, termasuk sentra UMKM dan kawasan tematik.
"Sambil menata kota, relokasi sudah ada opsi yang menjadi pilihan bagi PKL jualan. Kami lagi mengidentifikasi juga aset-aset yang dimiliki oleh pemerintah kota. Bahkan ke depan, skema pemerintah kota akan berusaha untuk mengadakan pengadaan lahan untuk tempat PKL jualan," ujar Appi kepada wartawan, Kamis (12/2).
Appi menegaskan langkah awal yang harus dimaksimalkan saat ini adalah menghentikan berbagai pelanggaran di badan jalan dan jalur pedestrian. Ia berharap penataan kota menjadi gerakan bersama antara pemerintah dan masyarakat dengan kesadaran kolektif untuk saling menjaga hak satu sama lain.
Untuk mendukung program tersebut, Pemkot Makassar menyiapkan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pedagang yang bersedia pindah ke lokasi usaha resmi. Skema ini diharapkan dapat memperkuat permodalan UMKM sekaligus mendorong mereka berkembang di tempat usaha yang sesuai aturan.
Pemkot Makassar akan bekerja sama dengan sejumlah perbankan, termasuk Bank Sulselbar dan bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), untuk mempercepat penyaluran KUR. Selain itu, pedagang yang bersedia mengikuti penataan juga akan mendapat apresiasi berupa lokasi usaha yang lebih layak dan tertata.
"Kerja sama ini akan kita tindak lanjuti melalui penandatanganan MoU dengan beberapa bank. Yang paling cepat kemungkinan dengan Bank Sulselbar," ungkap Appi dalam keterangannya dikutip, Rabu (22/4).
Bagi Pemkot Makassar, penataan kota bukan sekadar merapikan wajah perkotaan, melainkan memastikan setiap kebijakan tetap memberi ruang bagi masyarakat untuk bertumbuh. Pendekatan itulah yang menjadikan penataan ruang publik berjalan beriringan dengan penguatan UMKM, sekaligus mengantarkan Makassar meraih apresiasi pada detiktimur Awards 2026.
